5 Olahan Ikan Pari Unik dan Lezat Khas Berbagai Negara

Ikan pari menjadi salah satu jenis seafood yang banyak dikonsumsi di berbagai negara. Dagingnya memiliki tekstur padat, lembut, dan gak mudah hancur saat dimasak, sehingga cocok diolah dengan berbagai teknik, mulai dari dipanggang, direbus, hingga digoreng. Meski belum sepopuler salmon atau tuna, ikan pari justru menjadi bahan utama dalam banyak hidangan tradisional yang memiliki cita rasa khas.
Menariknya, setiap negara memiliki cara berbeda dalam mengolah ikan pari. Ada yang menggunakan bumbu pedas, ada pula yang mengandalkan mentega atau rempah sederhana agar rasa asli ikannya tetap terasa. Berikut lima olahan ikan pari unik yang terkenal di berbagai negara.
1. Sambal stingray

Sambal stingray merupakan salah satu hidangan paling terkenal di Singapura dan Malaysia. Potongan ikan pari dibaluri sambal berbahan cabai, bawang merah, bawang putih, terasi, dan asam jawa, kemudian dipanggang di atas daun pisang hingga matang.
Daun pisang memberikan aroma khas saat proses pemanggangan berlangsung. Hidangan ini biasanya disajikan bersama perasan jeruk limau dan sambal tambahan, sehingga rasa pedas, gurih, dan segarnya semakin seimbang.
2. Raie au beurre noir

Raie au beurre noir adalah hidangan klasik Prancis yang menggunakan sayap ikan pari sebagai bahan utama. Daging ikan direbus secara perlahan, lalu disajikan dengan saus beurre noir atau mentega cokelat yang dipadukan dengan cuka dan caper.
Rasa saus yang gurih dengan sedikit sentuhan asam membuat cita rasa ikan pari tetap menjadi pusat perhatian. Hidangan ini sering disajikan bersama kentang rebus atau sayuran sebagai pelengkap.
3. Hongeo-hoe

Hongeo-hoe berasal dari Korea Selatan dan dibuat dari ikan pari yang difermentasi tanpa tambahan garam. Selama proses fermentasi, ikan menghasilkan aroma yang sangat kuat sehingga hidangan ini dikenal sebagai salah satu makanan paling menantang di Korea.
Meski aromanya cukup tajam, banyak masyarakat Korea menyukai cita rasanya yang khas. Hongeo-hoe biasanya disajikan bersama kimchi dan irisan daging babi rebus dalam sajian yang dikenal sebagai samhap.
4. Caldeirada de raia

Caldeirada de raia merupakan hidangan tradisional Portugal yang menggunakan ikan pari sebagai bahan utama. Masakan ini dimasak perlahan bersama kentang, tomat, bawang bombai, bawang putih, paprika, daun salam, minyak zaitun, dan sedikit white wine atau kaldu ikan sehingga menghasilkan kuah yang kaya rasa.
Hidangan ini banyak dijumpai di daerah pesisir Portugal yang memiliki tradisi kuliner laut yang kuat. Tekstur daging ikan pari yang lembut berpadu dengan kuah gurih beraroma rempah membuat caldeirada de raia menjadi salah satu olahan ikan pari yang masih digemari hingga sekarang.
5. Mangut pari asap

Mangut pari asap merupakan hidangan tradisional dari Jawa Tengah dan Yogyakarta yang menggunakan ikan pari asap sebagai bahan utama. Ikan dimasak bersama kuah santan berbumbu cabai, bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, serai, dan daun salam sehingga rasanya gurih sekaligus sedikit pedas.
Ciri khas mangut terletak pada aroma asap dari ikan pari yang berpadu dengan kuah santan berbumbu. Kombinasi tersebut memberikan cita rasa yang lebih kompleks dan membuat hidangan ini menjadi salah satu olahan ikan pari yang cukup terkenal di Indonesia.
Ikan pari membuktikan bahwa setiap negara memiliki cara tersendiri dalam mengolah bahan yang sama menjadi hidangan dengan karakter berbeda. Mulai dari dipanggang, difermentasi, hingga dimasak dalam kuah berbumbu, semuanya mencerminkan kekayaan tradisi kuliner di daerah asalnya.
Kalau kamu menyukai seafood dan ingin mencoba sesuatu yang berbeda, berbagai olahan ikan pari ini layak masuk dalam daftar kuliner yang wajib dicicipi. Selain menawarkan cita rasa yang unik, setiap hidangan juga memperlihatkan bagaimana budaya lokal memengaruhi cara masyarakat mengolah makanan.




















