Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Jenis Sourdough yang Sering Dikonsumsi, Semua Punya Ciri Khas

7 Jenis Sourdough yang Sering Dikonsumsi, Semua Punya Ciri Khas
ilustrasi sourdough (pexels.com/FRANCIANO PUHALES [FF8] )
Intinya Sih
  • Artikel menjelaskan bahwa sourdough bukan hanya roti bundar keras, melainkan memiliki banyak variasi khas dari berbagai negara dengan bahan dan bentuk berbeda.
  • Tujuh jenis sourdough populer yang dibahas meliputi injera dari Etiopia, California sourdough dari Amerika, birotes salados dari Meksiko, borodinsky bread dari Rusia, eish merahrah dari Mesir, bazlama dari Turki, dan pane rustico dari Italia.
  • Setiap jenis sourdough memiliki ciri unik seperti bahan dasar lokal, proses fermentasi khas, serta cara penyajian tradisional yang mencerminkan budaya kuliner masing-masing negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banyak orang yang salah kaprah dan mengira bahwa sourdough hanyalah roti bundar keras ala kafe-kafe modern. Pada kenyataannya, setiap negara memiliki jenis sourdough khas masing-masing, lho.

Seperti herman cake khas Jerman atau rewena bread yang populer di Selandia Baru. Selain dua sourdough yang disebutkan tadi, berikut ini tujuh jenis sourdough yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat dari negara tersebut sebagai makanan pokok atau sekadar camilan. Ada apa saja, ya?

 

1. Injera

ilustrasi injera
ilustrasi injera (pexels.com/cottonbro studio)

Gambaran ketika disebut nama sourdough pasti terlintas dengan bentuknya yang  besar dengan tekstur tak beraturan dan berongga bagian dalamnya. Ternyata wujud sourdough tidak melulu seperti penafsiran tersebut, lho.

Injera, yang merupakan makanan kebanggaan masyarakat Etiopia, merupakan salah satu jenis sourdough yang berbentuk bulat dan pipih bak panekuk, dengan tekstur berpori serta kenyal. Salah satu jenis sourdough yang bebas gluten ini dibuat dari tepung teff. Injera sering dimakan dengan berbagai macam semur pedas yang masyarakat setempat menyebutnya wat.

2. California sourdough

ilustrasi California sourdough bread
ilustrasi California sourdough bread (pexels.com/Cats Coming)

Gak cuma dinobatkan sebagai sourdough yang paling sering dikonsumsi, tapi juga mungkin salah satu jenis yang paling populer di dunia saat ini, lho. Sering disebut juga sebagai San Francisco sourdough, roti ini memiliki kulit luar yang tebal, garing, dan berwarna cokelat gelap. Sementara pada bagian dalamnya sangat lembut dan dipenuhi lubang udara besar.

Keunikan California sourdough sendiri terletak pada jenis bakteri yang digunakan. Di mana California sourdough menggunakan bakteri spesifik bernama lactobacillus sanfranciscensis yang cuma bisa ditemukan di wilayah teluk San Francisco.

Bakteri tersebut membuat roti ini memiliki ciri khas tersendiri yang tingkat keasamannya terbilang sangat tinggi. Aroma California sourdough juga terbilang tajam. California sourdough bread biasanya dinikmati bersama sup krim dalam mangkuk roti atau sekadar diolesi mentega asin sebagai santapan untuk sarapan.

3. Birotes salados

ilustrasi birotes salado
ilustrasi birotes salado (commons.wikimedia.org/Ron Mader)

Tortilla memang bisa dibilang sebagai roti populer khas Meksiko. Namun, di Guadalajara, terdapat jenis sourdough yang sering dikonsumsi oleh masyarakatnya, yaitu birotes salados. Roti yang bentuknya bisa dibilang hampir mirip dengan baguette asal Prancis tersebut memiliki karakter rasa yang berbeda, lho.

Menggunakan proses fermentasi yang berciri khas, birotes salados menghasilkan roti dengan kulit luar yang sangat renyah dan keras, namun bagian dalamnya padat dan sedikit asam. Dalam bahasa setempat, salasados berarti asin, merujuk pada rasa gurih yang menonjol.

Roti ini merupakan bahan utama untuk hidangan ikonik bernama tortas ahogada. Di mana memakannya dengan cara roti ditenggelamkan ke dalam saus pedas.

4. Borodinsky bread

ilustrasi borodinsky bread
ilustrasi borodinsky bread (commons.wikimedia.org/Retired electrician)

Bergeser ke Eropa Timur, tepatnya di Rusia, terdapat roti gandum hitam legendaris yang masuk dalam daftar jenis sourdough paling sering dikonsumsi, yaitu borodinsky bread.

Borodinsky bread sendiri adalah jenis sourdough yang terbuat dari campuran tepung gandum hitam dan gandum biasa. Roti ini memiliki warna cokelat hampir hitam dengan rasa yang sangat ramai, mulai dari asam hingga manis dari molase.

Tak cuma dari segi rasa! Aroma borodinsky bread bisa dibilang cukup menarik karena terdapat sentuhan rempah dari biji ketumbar yang ditaburkan di atasnya. Warga lokal biasanya menyantap borodinsky dengan lapisan tipis lemak babi, ikan kaleng, atau sup merah tradisional Rusia, yakni borscht.

5. Eish merahrah

ilustrasi eish merahrah
ilustrasi eish merahrah (pexels.com/Gizem Gökce)

Negara yang terkenal sebagai pusat beradaban, yaitu Mesir, sering dijuluki sebagai tempat lahirnya roti beragi. Meski sourdough populer sekali di Amerika, asal-muasalnya dari Mesir, lho. Eish merahrah sendiri termasuk jenis sourdough yang tercatat sebagai salah satu roti beragi tertua di dunia.

Bahkan disebut-sebut sebagai inspirasi dari sourdough kekinian yang populer saat ini. Roti dengan tekstur pipih ini dibuat dari tepung jagung yang dicampur dengan biji fenugreek atau kelabat yang telah dihaluskan sebelumnya.

Pada proses pembuatannya, adonan eish merahrah dibiarkan terfermentasi dalam waktu semalamam. Hal tersebut berpengaruh pada hasilnya, lho. Di mana eish merahrah menghasilkan roti yang aromatik dan memiliki daya simpan yang lama.

Eish merahrah sangat populer di pedesaan Mesir karena sifatnya yang mengenyangkan dan dianggap sangat bergizi. Banyak masyarakat setempat menjadikannya sebagai santapan harian yang dimakan bersama keju lokal atau madu.

6. Bazlama

ilustrasi bazlama khas Turki
ilustrasi bazlama khas Turki (commons.wikimedia.org/Manaurum0123)

Meskipun bentuk sourdough asal Turki ini sekilas mirip dengan roti pita, bazlama jauh lebih tebal dan teksturnya lebih empuk, lho. Bazlama dimasak di atas panggangan kayu atau kompor datar, menghasilkan permukaan luar yang bercak-bercak kecokelatan nan harum.

Proses fermentasi alami bazlama memberikan kekenyalan yang pas dan rasa asam yang lembut. Umumnya masyarakat Turki menikmati bazlama saat masih hangat-hangatnya sebagai menu sarapan yang dilengkapi dengan olesan keju feta, mentega dan zaitun. Karena teksturnya yang tebal, roti ini juga sering dibelah untuk dijadikan roti lapis, lho.

7. Pane rustico

ilustrasi pane rustico
ilustrasi pane rustico (pexels.com/Arturo Añez)

Sesuai namanya, pane rustico atau bila diterjemahkan artinya roti pedesaan adalah salah satu jenis sourdough tradisional khas Italia yang melambangkan kesederhanaan. Kenapa dikatakan sederhana? Pane rustico sendiri dibuat dengan teknik lievito madre (ragi ibu) yang dirawat secara turun-temurun oleh keluarga di Italia.

Roti ini memiliki ciri khas kulit luar yang berdebu karena tepung tambahan dan bagian dalam yang sangat ringan meski ukurannya besar. Pane rustico umumnya dimakan dengan cara mencelupkan potongan roti ke minyak zaitun yang ditambah dengan cuka balsamic, dijadikan sup dan rebusan, hingga diolah menjadi bsruschetta.

Meski sedang tren, nyatanya sourdough sudah ada sejak dulu. Bukan sekadar roti kekinian untuk pamer gaya hidup! Sejak dulu, sourdough bagian dari makanan sehari-hari yang dikonsumsi oleh masyarakat di berbagai penjuru dunia, lho.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Related Articles

See More