5 Perbedaan Chiffon Cake dan Angel Food Cake

Kue klasik seperti bolu masih menjadi primadona sebagai hidangan istimewa untuk berbagai acara maupun oleh-oleh. Kini, jenisnya semakin beragam dan cara penyajiannya lebih menarik. Beberapa kue klasik tampak mirip, salah satunya chiffon cake dan angel food cake.
Keduanya hampir identik dan mengandalkan putih telur untuk mendapatkan teksturnya yang ringan. Namun, kedua kue tersebut dibuat menggunakan bahan yang sedikit berbeda. Lantas, apa lagi perbedaan chiffon cake dan angel food cake? Temukan jawabannya dari penjelasan di bawah ini, yuk!
1. Bahan yang digunakan
Chiffon cake dan angel food cake terbuat dari bahan utama terigu, gula, serta telur. Saat membuat chiffon cake, maka telur akan dipisahkan antara bagian kuning dan putihnya. Putih telur digunakan untuk membuat meringue hingga mengembang, sedangkan kuning telurnya dikocok bersama gula pasir dan susu.
Lain halnya dengan angel food cake yang dibuat tanpa kuning telur. Putih telur menjadi satu-satunya bahan pengembang pada kue, tanpa menggunakan baking powder maupun baking soda. Sebagai gantinya, ditambahkan krim tartar untuk menstabilkan putih telur yang dikocok.
2. Tekstur

Penambahan bahan yang mengandung lemak, seperti kuning telur dan minyak, membuat tekstur chiffon cake lebih lembut sekaligus lembap. Konsistensi meringue yang tepat akan membuatnya ringan, lembut, dan berongga. Selain itu, teknik pengadukan yang tepat juga berperan penting untuk membuat kue ini mengembang sempurna dan tidak bantat.
Tekstur angel food cake lebih kering dan halus. Kue tersebut akan lumer di mulut, karena kandungan putih telurnya yang tinggi. Hindari mengocoknya terlalu lama, agar tidak merusak teksturnya serta mengempis saat dipanggang. Pasalnya, angel food cake dibuat tanpa menggunakan tambahan lemak dan pengembang.
3. Rasa
Chiffon cake lebih kaya rasa dan sedikit bermentega, meskipun menggunakan minyak. Kandungan lemak pada kuning telur dan minyak berperan penting untuk menentukan rasanya, selain gula. Pada beberapa resep juga menambahkan susu untuk memperkaya rasa dan teksturnya.
Angel food cake rasanya manis dan lembut. Biasanya ditambahkan ekstrak vanili untuk menambahkan cita rasa angel food cake. Kue ini lebih menekankan pada teksturnya yang ringan dibandingkan kekayaan rasanya.
4. Cara memanggang

Perbedaan lain terletak pada cetakan dan cara mempertahankan kue tetap kokoh setelah dipanggang. Meskipun chiffon cake dapat dibuat menggunakan loyang biasa untuk bolu, tetapi sebaiknya tetap menggunakan loyang sifon untuk hasil lebih maksimal.
Loyang sifon punya ukuran berbeda dengan lubang bagian tengahnya lebih tinggi. Fungsinya untuk memastikan kue matang merata. Tak hanya itu, bagian atas loyang sifon biasanya dilengkapi kaki untuk menahan loyang saat dibalikkan.
Demikian pula dengan angel food cake yang sebaiknya dibuat menggunakan loyang tulban atau loyang tabung. Hindari menggunakan loyang bundt, agar tidak kesulitan saat mengeluarkannya. Biarkan kue dalam posisi terbalik selama proses pendinginan setelah dipanggang, supaya tetap kokoh.
5. Cara penyajian
Cara penyajian chiffon cake sering diberi lapisan krim atau isian berlapis. Hal ini membuatnya lebih serbaguna untuk hidangan penutup, sesuai untuk penikmat kue dengan rasa dan tekstur yang kaya.
Sebaliknya, angel food cake sering disajikan polos atau hanya taburan gula halus di atasnya. Kadang juga krim kocok dan buah. Strukturnya lembut membuat kue ini tidak tahan terhadap topping yang berat.
Nah, sekarang kamu sudah tahu perbedaan chiffon cake dan angel food cake yang terlihat identik. Kalau kamu suka kue yang kaya rasa dan lembap, maka pilihlah chiffon cake. Namun, jika lebih suka dessert yang ringan dan bebas lemak, maka angel food cake bisa jadi alternatifnya.


















