Perbedaan Jeruk Mandarin dan Jeruk Lokal, Jangan Tertukar!

- Jeruk mandarin dan jeruk lokal memiliki perbedaan asal, jenis, dan musim panen yang memengaruhi kualitas dan distribusinya di pasaran.
- Perbedaan ukuran, bentuk, dan warna kulit jeruk mandarin dengan jeruk lokal memungkinkan untuk membedakan keduanya dengan lebih akurat.
- Jeruk mandarin memiliki rasa manis lembut dengan kulit tipis, sementara jeruk lokal menawarkan variasi rasa yang lebih beragam dengan harga yang lebih terjangkau.
Sekilas memang terlihat mirip, tapi perbedaan jeruk mandarin dan jeruk lokal sebenarnya cukup mencolok jika diperhatikan dengan saksama. Mulai dari ukuran, rasa, hingga ketebalan kulit, keduanya punya ciri khas yang bisa jadi penentu sebelum kamu memasukkannya ke keranjang belanja. Jika kurang teliti, kamu bisa salah pilih dan berakhir dengan rasa gak sesuai ekspektasi.
Jeruk mandarin dikenal dengan cita rasa manis dan kulit yang mudah dikupas, sementara jeruk lokal punya karakter rasa yang lebih beragam dan harga lebih terjangkau. Mengetahui perbedaan keduanya juga membantu kamu menyesuaikan kebutuhan, baik untuk camilan, jus, maupun sajian keluarga.
1. Asal dan jenis jeruk

Jeruk mandarin termasuk dalam spesies Citrus reticulata yang umumnya tumbuh optimal di wilayah beriklim subtropis. Di pasar Indonesia, buah ini lebih sering ditemukan sebagai komoditas impor dan biasanya melonjak ketersediaannya menjelang perayaan tertentu, seperti Tahun Baru Imlek. Sementara itu, jeruk lokal ditanam di berbagai daerah, seperti Pontianak, Medan, hingga Batu, dengan varietas yang beragam.
Setiap daerah memiliki jenis unggulan dengan cita rasa khas. Faktor asal ini memengaruhi kualitas, musim panen, dan distribusinya di pasaran. Perbedaan jenis inilah yang menjadi dasar karakter unik masing-masing jeruk.
2. Ukuran dan bentuk buah

Secara visual, jeruk mandarin biasanya berukuran kecil hingga sedang dengan bentuk sedikit pipih di bagian atas dan bawah. Warna kulitnya cenderung oranye cerah dan tampak menarik di rak buah. Jeruk lokal umumnya berbentuk lebih bulat dengan ukuran yang bisa sedikit lebih besar atau bervariasi, tergantung varietasnya.
Warna kulit jeruk lokal tidak selalu tampak oranye terang, bahkan sebagian masih terlihat kehijauan meski sudah siap dikonsumsi. Perbedaan tampilan ini sering membuat banyak orang keliru mengira buah tersebut belum matang. Padahal, dengan mencermati bentuk serta gradasi warnanya, kamu bisa mengenali ciri khasnya dan membedakannya dengan lebih akurat.
3. Kulit dan tekstur jeruk

Salah satu ciri khas jeruk mandarin terletak pada kulitnya yang tipis dan mudah terlepas saat dikupas. Permukaannya terasa halus dengan serat yang tidak terlalu melekat pada daging buah. Berkat karakter ini, jeruk mandarin lebih praktis dinikmati langsung tanpa perlu menggunakan pisau.
Sebaliknya, jeruk lokal umumnya memiliki kulit yang sedikit lebih tebal dan melekat cukup kuat. Beberapa jenis jeruk lokal bahkan membutuhkan pisau agar kupasannya rapi. Perbedaan tekstur kulit ini sering menjadi pertimbangan penting bagi konsumen.
4. Perbedaan rasa jeruk

Dalam hal rasa, jeruk mandarin dikenal dengan karakter manis yang lembut dan tingkat asam yang tidak terlalu tajam. Profil rasanya relatif konsisten, sehingga aman dinikmati oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak. Selain itu, kandungan airnya yang melimpah membuat sensasinya terasa segar dan juicy saat disantap.
Sementara itu, jeruk lokal menawarkan variasi rasa yang lebih beragam, mulai dari manis lembut hingga manis-asam yang menyegarkan. Tingkat kemanisan jeruk lokal biasanya dipengaruhi oleh musim dan daerah asalnya. Perbedaan rasa ini membuat masing-masing jenis memiliki penggemar tersendiri.
5. Perbandingan harga jeruk

Jeruk mandarin umumnya dibanderol dengan harga lebih mahal, karena banyak dipasok dari luar negeri. Proses impor, mulai dari pengiriman hingga distribusi, ikut memengaruhi harga jualnya di pasaran. Di sisi lain, jeruk lokal biasanya lebih ramah di kantong karena dibudidayakan dan dipasarkan langsung dari dalam negeri.
Ketersediaan yang melimpah membuat harganya relatif stabil sepanjang tahun. Selain lebih ekonomis, membeli jeruk lokal juga membantu mendukung petani buah Indonesia. Dengan mempertimbangkan harga, kamu bisa menyesuaikan pilihan sesuai anggaran dan kebutuhan.
Dengan memahami perbedaannya, kamu tidak perlu bingung lagi saat memilih di rak buah. Setiap jenis punya keunggulan yang bisa disesuaikan dengan selera dan kebutuhan harianmu. Jadi, sebelum memasukkan ke keranjang belanja, pastikan kamu sudah tahu mana yang paling cocok, ya!


















