3 Perbedaan Susu UHT dan Susu Evaporasi yang Wajib Kamu Tahu

Susu memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh. Di dalamnya terkandung kalsium, vitamin, dan protein yang bermanfaat bagi kesehatan. Menariknya, susu hadir dalam berbagai jenis yang dirancang untuk tujuan konsumsi yang berbeda.
Pastinya kamu pernah mendengar tentang susu UHT dan susu evaporasi. Walaupun sama-sama produk olahan sapi, keduanya punya perbedaan, lho. Oleh karena itu penting mengetahui perbedaan susu UHT dan evaporasi agar tidak salah pilih. Berikut perbedaan susu UHT dan evaporasi yang harus kamu ketahui.
1. Susu UHT dan evaporasi melalui proses pemasakan yang berbeda

Proses pemanasan susu UHT dan evaporasi punya sedikit perbedaan. Susu UHT atau Ultra High Temperature melalui proses pemanasan dan pengemasan steril untuk memastikan tidak ada bakteri, mikroorganisme, dan sporanya yang berkembang biak di dalam kemasan.
Susu UHT diproses menggunakan suhu antara 135–150 derajat Celcius selama beberapa detik. Proses ini menghasilkan susu full cream (3,25 persen lemak susu), susu rendah lemak (1 persen lemak susu), dan susu skim (0,1 persen lemak susu). Namun, beberapa vitamin vitamin B1, B6, B9, B12, dan vitamin C, mungkin hilang karena pemanasan.
Di sisi lain, susu evaporasi melalui proses yang jauh lebih lama karena tujuannya adalah untuk mengurangi kadar air. Susu segar akan dipanaskan secara perlahan, kemudian dikemas dan disterilkan pada suhu 115 sampai 118 derajat Celsius. Karena proses pemanasan yang lama ini, susu evaporasi kehilangan kesegaran khas susu murni, namun memiliki ketahanan simpan yang lebih baik.
2. Tekstur dan rasa susu UHT dan evaporasi

Perbedaan proses produksi membuat rasa dan tekstur pada susu UHT dan evaporasi berbeda. Susu UHT memiliki tekstur yang cair dan ringan, persis seperti susu sapi yang baru diperah. Dari segi rasa, UHT juga cenderung netral, segar, dan tidak terlalu pekat saat dikonsumsi.
Sementara proses penguapan pada susu evaporasi membuat tekstur susu berubah menjadi lebih kental. Rasanya tidak lagi sesegar UHT, melainkan lebih gurih dengan sentuhan aroma karamel yang tipis. Hal ini terjadi karena gula alami dalam susu (laktosa) mengalami proses karamelisasi sehingga susu evaporasi berwarna sedikit lebih gelap atau krem dibandingkan UHT.
3. Cara penggunaan susu UHT dan evaporasi

Dalam penggunaannya, susu UHT biasanya diminum langsung atau dijadikan pendamping menu sarapan seperti sereal dan smoothies. Susu UHT juga cocok digunakan untuk membuat pudding atau kue. Banyak juga minuman kekinian yang menambahkan susu UHT dalam proses pembuatannya.
Sebaliknya, susu evaporasi hampir jarang diminum langsung karena rasanya yang sedikit kental. Dalam dunia kuliner, evaporasi sering digunakan sebagai pengganti santan pada opor atau soto, serta menjadi campuran untuk es buah. Susu evaporasi juga cocok untuk menu diet karena dalam proses pemanasannya tidak ditambahkan gula.
Jadi, proses pemanasan yang berbeda membuat susu UHT dan susu evaporasi memiliki rasa dan tekstur yang berbeda. Susu UHT cocok untuk diminum langsung tanpa dicampur bahan lain. Berbeda dengan susu evaporasi yang ditujukan untuk campuran bahan masakan.

















