Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sejarah Asal Usul Seblak dari Jawa Barat yang Mulai Go Internasional

potret seblak
potret seblak (commons.wikimedia.org/Happywu)

Seblak kerap disebut jajanan wajib ketika kamu berkunjung ke Bandung karena keberadaannya seolah hadir di setiap sudut Kota Kembang ini. Tak heran kalau sejarah asal usul seblak mulai sering ditanyakan publik setelah makanan ini bertahan melewati tren kuliner musiman dan menjelma sebagai identitas yang kuat dari masyarakat Jawa Barat. Fenomena itu membuat banyak orang penasaran mengenai kapan hidangan ini muncul, siapa yang pertama kali meracik, serta bagaimana kerupuk bisa berubah menjadi sajian kenyal pedas yang digemari berbagai kalangan.

Kelezatan seblak telah menyatu dengan karakter masyarakat Sunda yang memiliki tradisi bumbu aromatik. Lantas bagaimana asal usul selengkapnya? Simak ulasan unik tentang seblak berikut ini.

1. Kuliner dari masa krisis yang memanfaatkan bahan pangan seadanya

potret seblak
potret seblak (commons.wikimedia.org/Ichi Ocha)

Popularitas yang dimiliki seblak pada masa ini ternyata tidak muncul secara tiba-tiba sebab masyarakat Jawa Barat telah mengenal olahan kerupuk rebus tersebut sejak puluhan tahun bahkan sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Cerita turun-temurun menyebutkan bahwa masyarakat di wilayah Garut serta Cianjur Selatan menghadapi situasi krisis bahan pokok akibat penjajahan sehingga mereka memanfaatkan apa pun yang tersisa di dapur termasuk kerupuk mentah. Kerupuk yang biasa digoreng kemudian direbus sampai lembut sehingga bisa menjadi sumber karbohidrat pengganti nasi ketika pasokan menipis.

Proses pengolahan sederhana tersebut berkembang menjadi hidangan bernama kerupuk leor. Kerupuk leor merupakan kerupuk yang dinamai berdasarkan teksturnya yang lembut dan mudah dikunyah ketika sudah direndam lama. Kebiasaan itu memang tidak tercatat dalam dokumen resmi namun pengakuan warga lokal memperkuat dugaan bahwa awal seblak berasal dari kreativitas menghadapi keterbatasan.

2. Perpindahan konsep masakan dari satu daerah ke kota besar

potret seblak
potret seblak (commons.wikimedia.org/Raflinoer32)

Jejak lain menunjukkan bahwa Jawa Tengah terutama Banyumas juga memiliki hidangan serupa sejak sekitar tahun 1930. Kota kecil bernama Sumpiuh menyajikan kerupuk godog, olahan kerupuk udang yang direbus bersama bumbu namun tidak menggunakan kencur sebagai penanda aroma. Posisi geografis Sumpiuh yang berada di jalur mobilitas antarwilayah memungkinkan penduduknya bepergian ke berbagai kota besar termasuk Bandung. Beberapa perantau kemudian membawa kebiasaan memasak kerupuk rebus tersebut lalu memadukannya dengan gaya bumbu Sunda yang gemar memakai kencur dan cabai.

Adaptasi rasa itu menjadi titik pertemuan dua tradisi kuliner, menciptakan hidangan yang akhirnya dikenal luas sebagai seblak pada tahun 1990-an hingga awal 2000-an. Perpindahan ide masak ini memperlihatkan betapa sebuah makanan dapat membentuk identitas baru. Bandung menjadi pusat transformasi karena populasi muda di kota tersebut terbuka terhadap cita rasa baru sehingga pedagang seblak kian banyak bermunculan. Tren makanan kaki lima yang terjangkau turut membuat seblak menjadi pilihan utama pelajar serta pekerja karena rasa pedasnya memberikan efek segar setelah aktivitas panjang.

3. Perkembangan modern hingga seblak hadir dalam berbagai variasi rasa

potret kerupuk seblak
potret kerupuk seblak (commons.wikimedia.org/Seblak.janghaji)

Seblak menemukan bentuk paling populer ketika pedagang mulai memodifikasi bahan serta tingkat kepedasan menyesuaikan selera masyarakat urban. Kehadiran kerupuk berwarna merah oranye, tambahan bakso, sayuran, ceker, makaroni, mi basah, sampai batagor membuat sajian ini semakin digemari. Tekstur kenyal berpadu kuah pedas hangat menjadi kombinasi ideal untuk iklim Bandung yang relatif sejuk sehingga konsumen merasa hangat ketika menyantapnya. Kreativitas pedagang kaki lima kemudian menjadikan seblak sebagai hidangan fleksibel yang dapat diisi topping apa saja sesuai preferensi pembeli.

Perkembangan tersebut dibarengi kemunculan seblak kering yang menyerupai keripik pedas sehingga makanan ini bisa dibawa bepergian tanpa repot. Produk kemasan mulai diproduksi, memudahkan distribusi ke kota lain sampai akhirnya masuk ke platform digital. Seblak pun berubah dari makanan lokal menjadi fenomena nasional karena masyarakat di berbagai provinsi dapat mencoba tanpa harus datang ke Bandung secara langsung. Pengaruh budaya urban yang terus bergerak membuat varian baru muncul tanpa henti sehingga konsumen tidak pernah kehabisan pilihan ketika ingin mencicipi rasa pedas seblak yang memanjakan lidah. Bahkan belakangan, seblak mulai merambah mancanegara. Lewat platform TikTok diketahui bahwa seblak mulai digemari di Thailand.

Kamu bisa melihat bagaimana sebuah jajanan sederhana mampu memicu rasa penasaran besar ketika jejaknya tersebar di penjuru negeri. Rasa penasaran mengenai sejarah asal usul seblak justru membuat makanan ini terasa lebih menarik karena setiap daerah memiliki cerita yang berbeda. Apakah kamu sendiri termasuk salah satu pencinta seblak?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Food

See More

3 Resep Soft Cookies yang Wangi dan Chewy

13 Jan 2026, 17:02 WIBFood