Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tips Bikin Tumpeng Merah Putih yang Cantik dan Menggoda Selera
Potret tumpeng merah putih di Hotel BATIQA Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Tumpeng merah putih menjadi kreasi sajian HUT Kemerdekaan yang memadukan simbol syukur, kebersamaan, dan tampilan bernuansa nasional.
  • Warna merah dapat dibuat dari bahan alami seperti buah naga, bit, rosella, secang, angkak, atau cabai, lalu dicampurkan ke santan saat mengaron nasi.
  • Struktur dan rasa tumpeng dijaga dengan beras pulen bercampur ketan, santan berbumbu, teknik cetak padat, serta lauk dan garnis yang beragam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sajian tumpeng merupakan salah satu menjadi elemen wajib dalam perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Kehadirannya bukan sekadar sebagai simbol rasa syukur, tetapi juga sebagai hidangan utama yang mempererat kebersamaan warga maupun keluarga saat malam tirakatan atau syukuran 17 Agustus.

Selain tumpeng klasik berwarna kuning, beberapa tahun terakhir banyak warga yang mengkreasikannya menjadi tumpeng merah putih. Tampilannya terlihat cantik dan erat dengan nuansa kemerdekaan. Namun, membuat tumpeng dengan dua warna kontras membutuhkan trik khusus. Tujuannya supaya nasi tidak rapuh, warnanya cantik, dan rasanya gurih.

Nah, bagi kamu yang berencana menyajikan tumpeng Kemerdekaan, simak tips lengkap membuat tumpeng merah putih berikut, biar hasilnya cantik menggoda selera dan tentunya rasanya nikmat!

1. Gunakan pewarna merah alami

Potret buah bit (unsplash.com/Nick Colins)

Untuk memberi warna merah pada nasi tumpeng terlihat menyala indah dan aman dikonsumsi, hindari penggunaan pewarna makanan sintetis secara berlebihan. Gunakan bahan pewarna alami, seperti sari buah naga merah, buah bit, bunga rosella, kayu secang, angkak, hingga cabai merah yang dibuang bijinya dan disaring.

Masing-masing bahan memiliki ciri khas warna merah tersendiri. Merah pada buah naga cenderung keunguan, sedangkan cabai merah memberikan warna merah dengan sentuhan oranye. Setelah buah-buahan tersebut diekstrak, kamu bisa langsung mencampurkannya ke dalam santan saat mengaron nasi.

2. Gunakan beras pulen dan kombinasikan dengan ketan

Potret mencuci beras (vecteezy.com/Prarinya Thonghyad)

Salah satu masalah yang sering dialami saat membuat tumpeng adalah nasi yang mudah roboh saat dibentuk kerucut. Rahasia struktur tumpeng kokoh dan tidak gampang retak terletak pada jenis berasnya. Pilih beras yang teksturnya pulen dan tidak pera, seperti rojolele, pandan wangi, mentik, atau setra ramos.

Selain itu, kamu juga boleh mencampur beras pulen dengan beras ketan. Kamu bisa menggunakan perbandingan 9:1. Artinya, dalam satu kilogram bahan baku tumpeng, perbandingannya adalah 900 gram beras dan 100 gram ketan.

Ketan tersebut berfungsi sebagai perekat alami, sehingga tekstur nasi menjadi lebih padat dan fleksibel saat dicetak. Di sisi lain, teksturnya tetap pulen, lembut, dan tidak keras saat disantap.

3. Masak nasi dengan santan dan rempah-rempah

Potret menanak nasi (pixabay.com/FlitsArt)

Tumpeng yang cantik tentu harus diimbangi dengan rasa yang nikmat. Jangan menggunakan nasi putih polos tanpa rasa, ya! Nasi untuk tumpeng biasanya diolah menjadi nasi gurih atau seperti nasi uduk.

Beras yang sudah dibersihkan kemudian dimasak dengan santan, daun salam, serai, daun jeruk, daun pandan, bawang putih, dan sedikit garam. Untuk bagian nasi putih, kamu bisa menambahkan sedikit air perasan jeruk nipis di akhir proses. Tujuannya agar warna putihnya terlihat lebih bersih, mengilap, dan tidak cepat basi.

4. Teknik pencetakannya harus tepat

Potret tumpeng merah putih di Hotel BATIQA Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Kunci kerapian tumpeng merah putih terletak pada teknik pencetakannya, baik untuk tumpeng berbentuk kerucut maupun bertingkat. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, olesi bagian dalam cetakan dengan sedikit minyak kelapa atau lapisi dengan daun pisang tipis, supaya nasi tidak lengket saat dikeluarkan.

Selanjutnya, masukkan nasi berwarna merah terlebih dahulu di ujung kerucut atas. Tekan-tekan dan padatkan secara perlahan menggunakan sendok atau centong nasi. Setelah bagian merah padat dan rata, baru tumpuk dengan nasi warna putih hingga cetakan penuh. Padatkan kembali bagian dasar tumpeng.

Diamkan nasi di dalam cetakan selama 5–10 menit agar makin stabil. Selanjutnya, balik tumpeng di atas tampah dan angkat cetakan perlahan. Jika sudah, rapikan tumpeng dengan cara ditekan perlahan pada bagian yang sekiranya masih tampak berantakan.

5. Padukan dengan lauk yang bervariasi

ilustrasi nasi goreng tumpeng merah putih (YouTube.com/Devina Hermawan)

Tumpeng tidak akan lengkap tanpa deretan lauk pendamping yang tertata rapi di sekelilingnya. Pilih lauk dengan perpaduan rasa gurih, manis, dan pedas yang seimbang untuk melengkapi kelezatan nasi.

Beberapa lauk klasik yang wajib ada dalam satu nampan tumpeng, antara lain ayam goreng atau ayam ingkung, sambal goreng ati ampela dan kentang, perkedel kentang, orek tempe atau kering tempe, telur dadar iris atau telur balado, serta mi goreng atau bihun goreng.

Untuk membuat tumpeng merah putihmu terlihat makin mewah dan menarik, tambahkan garnis di sela-sela lauknya. Beberapa bahan yang cocok untuk garnis, antara lain cabai merah yang dimekarkan, timun dan wortel yang diukir seperti bunga, daun kemangi dan selada segar untuk memberi sentuhan warna hijau yang menyegarkan, bendera merah putih di kerucut teratas, hingga mengalasi tumpeng dengan daun pisang yang dibentuk lipatan segitiga.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, tumpeng merah putih buatanmu dijamin tidak hanya cantik, tetapi juga enak dan memikat. Selamat mencoba, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article