ilustrasi daging (pexels.com/Los Muertos Crew)
Ketebalan irisan daging ternyata akan sangat berpengaruh terhadap hasil akhir dari masakan. terutama dalam hal waktu memasak dan juga tekstur yang dimiliki. Untuk hidangan cepat saji seperti tumisan, maka irisan tipis sangat disarankan agar kematangannya bisa lebih merata dan teksturnya tidak berubah menjadi keras.
Sementara untuk masakan yang memang direbus lama seperti semur atau rendang, maka potongan agak tebal tetap bisa menghasilkan tekstur yang lebih empuk dikarenakan proses memasaknya cukup lama. Menyesuaikan ketebalan potongan dengan jenis masakan akan membantumu untuk memeroleh hasil makanan yang lebih optimal dan juga lezat pada saat disajikan.
Memotong daging sapi dengan teknik yang benar tentu merupakan langkah awal agar bisa memeroleh keberhasilan dalam proses pengolahannya. Dengan memperhatikan beberapa cara di atas, maka kamu bisa menghasilkan sajian daging sapi yang empuk dan sedap. Daging yang dipotong dengan baik akan mempermudah proses memasak, sekaligus meningkatkan kualitas hidangannya.
Bagaimana cara memotong daging sapi untuk hidangan yang butuh proses masak lama seperti rendang atau dendeng? | Khusus untuk rendang atau dendeng, daging justru sebaiknya dipotong searah serat. Mengapa? Proses memasak yang sangat lama akan menghancurkan jaringan ikat dengan sendirinya. Jika Anda memotongnya melawan serat dari awal, daging akan hancur dan buyar saat diaduk berjam-jam. |
Apakah ada perbedaan teknik memotong antara bagian daging yang berlemak (seperti sirloin) dan yang penuh otot (seperti sengkel/shank)? | Ya, sangat berbeda. Untuk bagian yang penuh otot dan urat seperti sengkel, daging harus dipotong lebih tebal (bentuk dadu besar). Otot butuh waktu lama untuk melunak menjadi gelatin; jika dipotong terlalu tipis, daging akan mengkerut hebat dan mengeras. Sebaliknya, bagian minim otot seperti tenderloin atau sirloin bisa dipotong melebar (steaks) karena dasarnya sudah empuk. |
Mengapa daging harus "diistirahatkan" (resting) sebentar setelah direbus sebelum dipotong-potong lagi? | Jika Anda merebus daging bongkahan besar terlebih dahulu sebelum dipotong kecil-kecil, jangan langsung memotongnya begitu diangkat dari panci. Istirahatkan selama 10–15 menit. Memotong daging yang masih panas mendingih akan membuat cairan (juice) di dalamnya keluar semua, sehingga hasil akhir daging setelah diolah kembali akan menjadi kering dan sepah (alot). |
Selain arah serat, apakah ukuran talenan memengaruhi hasil potongan daging? | Secara tidak langsung, ya. Gunakan talenan yang stabil dan cukup besar (disarankan berbahan plastik tebal atau kayu padat, bukan kaca karena merusak pisau). Jika talenan terlalu kecil atau licin (bergeser saat memotong), tekanan pisau menjadi tidak stabil. Hal ini menyebabkan potongan daging menjadi tidak rata (tebal-tipis), yang membuat tingkat kematangan daging saat dimasak menjadi tidak seragam—sebagian empuk, sebagian masih alot. |