5 Tips Menggoreng Ayam agar Matang Merata ke Dalam

- Potong ayam dengan ukuran yang seragam untuk matang merata
- Jangan langsung goreng ayam saat masih beku, diamkan dulu di suhu ruang
- Gunakan api sedang dan pastikan minyak cukup banyak serta sudah panas
Ayam goreng jadi salah satu menu favorit banyak orang. Rasanya lezat, gampang dibuat dan dipadukan dengan apa pun, serta cocok dimakan kapan saja. Meski kelihatannya gampang, menggoreng ayam ternyata cukup tricky.
Terkadang, ayam sudah terlihat kecokelatan di luar bahkan hampir gosong, tapi saat dibelah, dagingnya masih merah atau berdarah di dalam. Selain bikin nafsu makan hilang, ayam yang belum matang berisiko buat kesehatan. Supaya gak terjadi pada masakanmu, berikut lima tips menggoreng ayam agar matangnya merata hingga ke dalam. Anti mentah, deh!
1. Potong ayam dengan ukuran yang seragam

Usahakan untuk memotong ayam dengan ukuran yang seragam. Jangan sampai ada bagian yang besar, ada yang kecil, bahkan dicampur antara bagian dada, paha, dan sayap dalam satu wajan. Sebab, setiap bagian ayam punya ketebalan dan waktu matang yang berbeda.
Kalau potongan terlalu besar, bagian luar akan cepat matang, sementara bagian dalam masih mentah. Sebaliknya, potongan kecil bisa cepat kering kalau digoreng terlalu lama. Jadi, potong ayam dengan ukuran yang seragam atau goreng per jenis bagian, misalnya, goreng paha terlebih dulu, lalu dada, dan terakhir sayap.
2. Jangan langsung goreng ayam saat masih beku

Ayam yang baru keluar dari kulkas masih berada di suhu dingin. Kalau langsung dimasukkan ke minyak panas, bagian luarnya memang bisa cepat berubah warna, tapi bagian dalamnya butuh waktu lebih lama untuk matang. Inilah salah satu penyebab ayam goreng sering mentah di tengah.
Sebelum digoreng, diamkan dulu ayam di suhu ruang sekitar 15—30 menit. Tujuannya agar suhu ayam naik mendekati suhu ruangan, sehingga proses pematangan lebih merata. Selain itu, suhu minyak jadi lebih stabil saat menggoreng. Minyak gak langsung turun suhunya, sehingga ayam bisa matang perlahan.
3. Jangan terlalu besar, gunakan api sedang

Api besar memang bikin ayam cepat matang. Sayangnya, api terlalu besar justru bikin bagian luar ayam cepat cokelat, tapi malah masih mentah di dalam. Kulitnya memang terlihat crispy menggoda, tapi isinya belum tentu aman dimakan.
Jadi, gunakan api sedang dan stabil sejak awal menggoreng. Biarkan ayam matang perlahan supaya panasnya bisa menembus sampai ke bagian terdalam daging, terutama di dekat tulang. Kamu bisa mulai dengan api sedang, lalu naikkan sedikit api di akhir untuk membuat kulitnya lebih garing.
4. Pastikan minyak cukup banyak dan sudah panas

Minyak yang terlalu sedikit atau belum panas sempurna juga bisa bikin ayam matang tidak merata. Saat ayam dimasukkan ke minyak yang kurang panas, daging akan menyerap minyak berlebihan. Nah, ini yang bikin proses pematangannya jadi lebih lama.
Ketika menggoreng, pastikan minyaknya cukup banyak hingga ayam bisa terendam setengah atau seluruhnya. Panaskan minyak terlebih dulu sampai benar-benar panas sebelum ayam masuk. Tandanya minyak sudah siap adalah muncul gelembung kecil saat ujung ayam dicelupkan. Ini bikin ayam matang dari dalam tanpa harus digoreng terlalu lama.
5. Tutup wajan sebentar agar panas masuk ke dalam

Kalau kamu sering dapat ayam goreng yang bagian dekat tulangnya masih merah, trik menutup wajan bisa jadi solusi. Setelah ayam masuk dan minyak stabil, tutup wajan selama beberapa menit sambil tetap menggunakan api sedang. Uap panas yang terperangkap di dalam wajan membantu proses pematangan bagian dalam ayam.
Teknik ini sangat berguna untuk potongan ayam yang tebal seperti paha atas atau dada. Namun, jangan menutup wajan terlalu lama karena bisa membuat ayam jadi gak renyah. Biasanya cukup 5–7 menit, lalu buka tutup dan lanjutkan menggoreng hingga kulit ayam kering dan berwarna keemasan.
Dengan menerapkan lima tips di atas, kamu bisa mendapatkan ayam goreng yang matang sampai ke dalam, juicy, dan tetap renyah di luar. Jadi, gak perlu lagi drama ayam goreng mentah.


















