4 Perbedaan Coto dan Konro, Mana Kuliner Makassar Favorit Kamu?

Siapa sih yang bisa menolak kelezatan kuliner khas Makassar? Begitu menginjakkan kaki di Sulawesi Selatan atau mampir ke warung makan spesialis masakan daeng, aroma rempah yang kuat pasti langsung bikin perut keroncongan. Dua primadona yang paling sering bikin galau adalah coto dan konro.
Sekilas, keduanya memang tampak serupa karena sama-sama berbahan dasar daging sapi dan punya kuah berwarna gelap yang menggoda. Tapi, buat kamu yang baru pertama kali mencoba atau ingin lebih tahu detailnya, jangan sampai tertukar, ya! Meskipun sama-sama legendaris, ada perbedaan mendasar yang membuat masing-masing punya karakter unik.
Agar gak bingung lagi saat memesan, yuk simak perbedaan utama antara coto dan konro yang perlu kamu tahu berikut ini!
1. Bahan utama: jeroan vs. iga sapi
Perbedaan paling mencolok yang bisa kamu rasakan saat menyuap adalah jenis daging yang digunakan. Coto makassar dikenal sebagai hidangan yang sangat fleksibel. Isiannya tidak hanya daging sapi murni, tapi juga mencakup berbagai macam jeroan sapi seperti hati, paru, jantung, hingga babat. Kamu bisa memesan campuran semuanya atau memilih bagian tertentu saja sesuai selera.
Berbeda dengan coto, bintang utama dalam semangkuk konro adalah iga sapi (ribs) atau daging bagian rusuk. Potongan iganya biasanya disajikan dalam ukuran besar dengan tulang yang masih menempel. Jadi, kalau kamu lebih suka sensasi makan daging yang menempel di tulang dengan tekstur yang lebih bold, konro adalah jawabannya.
2. Rahasia kuah: kacang tanah vs. kluwek

Pernah memperhatikan tekstur kuahnya? Jika kamu melihat kuah yang terasa lebih "berpasir" dan sangat kental, itu adalah ciri khas coto. Kekentalan ini berasal dari penggunaan kacang tanah sangrai yang dihaluskan dan dicampur ke dalam air cucian beras serta rempah-rempah. Rasanya gurih mantap dengan aroma kacang yang kuat.
Nah, kalau konro, warna gelapnya bukan berasal dari kacang, melainkan dari kluwek (buah pucung). Penggunaan kluwek ini membuat kuah konro berwarna cokelat pekat atau kehitaman, mirip dengan rawon namun dengan profil rempah yang jauh lebih kaya. Aroma rempahnya sangat tajam dan memberikan kesan "hangat" saat masuk ke tenggorokan. Jadi, kuah coto lebih ke arah gurih kacang, sedangkan konro lebih ke arah rempah pekat.
3. Teman pendamping dan cara penyajian

Cara menikmati kedua hidangan ini juga tidak sama, lho. Kalau kamu memesan coto, jangan heran jika pelayan tidak langsung menawarkan nasi. Secara tradisional, coto hampir selalu disajikan dengan ketupat atau burasa (lontong khas Makassar yang dimasak dengan santan). Ukuran mangkuk, coto juga biasanya lebih kecil dibanding konro sehingga sering kali kamu akan menambah satu atau dua mangkuk lagi agar benar-benar kenyang.
Sementara itu, konro punya porsi yang lebih "serius". Karena potongan iganya besar, konro sering disajikan dengan nasi putih hangat agar lebih seimbang. Selain nasi, kamu juga tetap bisa menikmatinya dengan ketupat. Jangan lupa tambahkan sambal khas Makassar yang pedasnya nendang dan perasan jeruk nipis agar rasa lemak dari iga sapi tidak membuat kamu cepat merasa enek.
4. Varian menu: selalu berkuah atau bisa dibakar?

Ini dia perbedaan yang paling seru. Coto adalah hidangan yang sifatnya statis dalam hal penyajian. Dari dulu sampai sekarang, coto selalu disajikan dengan kuah. Tidak ada istilah coto goreng atau coto bakar. Kenikmatannya memang terletak pada hirupan kuah panasnya.
Lain halnya dengan konro yang lebih inovatif. Selain varian sup konro yang berkuah, ada varian yang sangat populer yaitu konro bakar. Iga sapi yang sudah empuk dibumbui lagi dengan rempah rahasia, dibakar hingga aromanya keluar, lalu disiram dengan bumbu kacang yang kental atau tetap disajikan dengan semangkuk kecil kuah sup secara terpisah. Varian bakar ini memberikan tekstur karamelisasi pada daging yang tidak akan kamu temukan pada coto.
Jadi, sekarang kamu sudah tahu kan apa saja yang membedakan kedua kuliner legendaris ini? Keduanya sama-sama enak dan punya tempat tersendiri di hati para pencinta kuliner Nusantara. Kalau kamu suka jeroan dengan kuah kacang yang kental, coto adalah pilihan tepat. Tapi kalau kamu sedang ingin makan besar dengan iga sapi yang kaya rempah, konro tidak akan pernah mengecewakan.
Apakah kamu tertarik untuk mencoba membuat salah satu dari menu di atas di rumah?


![[QUIZ] Siapa Member JKT48 yang Bakal War Takjil bareng Kamu?](https://image.idntimes.com/post/20260310/upload_88200a0352572df9fec78ae733f1d029_532e39f7-bc6d-4cca-b5cb-c738d11fb2ef.jpg)















