Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Cerdas Membatasi Penggunaan Minyak Saat Memasak

5 Cara Cerdas Membatasi Penggunaan Minyak Saat Memasak
ilustrasi minyak goreng (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya Sih
  • Pentingnya membatasi penggunaan minyak saat memasak demi menjaga kesehatan dan cita rasa alami bahan makanan.

  • Cara praktisnya seperti memilih teknik memasak sehat, memakai alat masak antilengket, serta memanfaatkan bahan berkadar air tinggi.

  • Lakukan pengukuran minyak sebelum digunakan dan meniriskan makanan setelah digoreng agar konsumsi lemak lebih terkontrol.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Memasak dengan minyak memang sering menjadi kunci untuk menghasilkan cita rasa gurih dan tekstur makanan yang menarik. Namun, penggunaan minyak berlebihan dapat berdampak pada kesehatan, terutama jika dikonsumsi secara rutin dalam jangka panjang. Oleh karena itu, memahami cara mengurangi kadar minyak dalam masakan menjadi langkah bijak untuk menjaga pola makan tetap seimbang.

Selain berdampak pada kesehatan, penggunaan minyak berlebih juga dapat memengaruhi rasa asli bahan makanan. Beberapa bahan justru kehilangan karakter alaminya karena tertutup oleh rasa minyak yang dominan. Dengan teknik memasak yang tepat, kamu tetap bisa menikmati makanan lezat tanpa harus bergantung pada minyak dalam jumlah banyak.

1. Gunakan teknik memasak alternatif

ilustrasi menumis sayur
ilustrasi menumis sayur (pexels.com/cottonbro studio)

Mengurangi kadar minyak dalam masakan dapat dimulai dengan memilih teknik memasak yang lebih sehat. Teknik seperti mengukus, memanggang, atau merebus memungkinkan bahan makanan matang sempurna tanpa tambahan minyak berlebih. Cara ini juga membantu menjaga kandungan nutrisi dalam bahan makanan agar tidak mudah rusak.

Teknik menumis tetap bisa digunakan dengan sedikit modifikasi agar lebih hemat minyak. Salah satu caranya adalah menggunakan wajan antilengket sehingga bahan makanan tidak mudah menempel. Dengan begitu, kamu hanya membutuhkan sedikit minyak untuk menghasilkan masakan yang tetap lezat dan matang merata.

2. Pilih alat masak yang tepat

ilustrasi memanaskan wajan
ilustrasi memanaskan wajan (pexels.com/Annushka Ahuja)

Penggunaan alat masak memiliki peran penting dalam mengontrol kadar minyak dalam masakan. Wajan antilengket atau alat masak berbahan keramik dapat membantu mengurangi kebutuhan minyak secara signifikan. Permukaan alat yang licin memungkinkan bahan makanan matang tanpa harus dilapisi minyak tebal.

Selain itu, penggunaan oven atau air fryer juga dapat menjadi solusi memasak lebih sehat. Kedua alat ini memungkinkan proses pematangan makanan dengan sirkulasi panas yang merata tanpa membutuhkan minyak berlebihan. Hasil masakan tetap renyah dan matang sempurna meskipun penggunaan minyak sangat minimal.

3. Manfaatkan bahan makanan dengan kandungan air tinggi

ilustrasi menumis sayur
ilustrasi menumis sayur (pexels.com/Kampus Production)

Bahan makanan seperti sayuran segar memiliki kandungan air alami yang cukup tinggi. Kandungan air tersebut dapat membantu proses memasak tanpa harus menambahkan banyak minyak. Saat dipanaskan, air dalam bahan makanan membantu melunakkan tekstur sekaligus memperkaya rasa.

Selain itu, kamu dapat menambahkan sedikit air atau kaldu saat menumis untuk menggantikan sebagian minyak. Teknik ini membantu menjaga kelembapan bahan makanan sekaligus menambah cita rasa alami masakan. Cara ini cukup efektif untuk menghasilkan hidangan yang tetap gurih tanpa terasa berminyak.

4. Gunakan minyak dengan metode pengukuran

ilustrasi menuangkan minyak di atas wajan
ilustrasi menuangkan minyak di atas wajan (pexels.com/Kamaji Ogino)

Menggunakan minyak secara langsung dari botol sering kali membuat jumlah yang digunakan tidak terkontrol. Oleh karena itu, penting untuk mengukur minyak sebelum digunakan agar jumlahnya tetap sesuai kebutuhan. Kamu bisa menggunakan sendok takar untuk memastikan penggunaan minyak lebih efisien.

Metode ini juga membantu membangun kebiasaan memasak yang lebih sehat dan terencana. Dengan pengukuran yang tepat, kamu dapat menyesuaikan jumlah minyak berdasarkan jenis masakan dan porsi makanan. Kebiasaan sederhana ini dapat memberikan dampak besar dalam mengurangi konsumsi minyak harian.

5. Tiriskan makanan setelah proses memasak

ilustrasi menggoreng
ilustrasi menggoreng (pexels.com/Hashtag Melvin)

Setelah proses menggoreng selesai, minyak biasanya masih menempel pada permukaan makanan. Meniriskan makanan menggunakan tisu dapur atau rak peniris dapat membantu mengurangi kadar minyak berlebih. Teknik ini membuat tekstur makanan tetap renyah tanpa terasa terlalu berminyak saat dikonsumsi.

Selain menggunakan tisu dapur, kamu juga dapat membiarkan makanan beristirahat sejenak sebelum disajikan. Proses ini membantu minyak berlebih menetes dan mengurangi kandungan lemak dalam hidangan. Dengan langkah sederhana ini, kualitas makanan tetap terjaga tanpa mengurangi kenikmatan rasanya.

Mengurangi penggunaan minyak dalam masakan bukan berarti harus mengorbankan cita rasa makanan. Dengan pemilihan teknik memasak, alat yang tepat, serta kebiasaan mengolah bahan secara bijak, kamu tetap dapat menyajikan hidangan yang lezat dan sehat. Mulailah menerapkan langkah-langkah sederhana ini agar pola makan menjadi lebih seimbang dan tubuh tetap terjaga kesehatannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Food

See More