5 Tips Menyimpan Tulang Sapi Kurban, biar Kualitasnya Tetap Terjaga

Hari Raya Iduladha selalu membawa berkah melimpah. Selain daging sapi atau kambing segar, tak jarang kamu mendapatkan beberapa bagian tulang sapi, mulai dari tulang iga, sumsum, lutut, hingga kaki sapi. Tulang-tulang tersebut bisa diolah menjadi beragam sajian yang menggugah selera, seperti kaldu sup, kuah bakso, iga bakar, dan sebagainya.
Namun, menyimpan tulang sapi memerlukan trik khusus mengingat ukurannya yang besar dan teksturnya yang keras. Banyak orang melakukan kesalahan dengan langsung memasukkan semua tulang kurban ke dalam satu kantong plastik besar, lalu menyimpannya begitu saja ke dalam freezer. Akibatnya, saat ingin dimasak, tulang-tulang tersebut membeku menjadi satu bongkahan besar yang sangat sulit dipisahkan.
Nah, supaya stok tulang sapi kurban milikmu tetap awet berbulan-bulan dan kualitas kaldunya tetap prima dan terjaga, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan. Yuk, simak tips menyimpan tulang sapi kurban berikut ini!
Table of Content
1. Bersihkan dari sisa darah tanpa merendamnya

Langkah pertama yang harus kamu lakukan sebelum menyimpan tulang sapi adalah membersihkannya dari sisa-sisa darah yang menempel. Sisa darah yang dibiarkan mengering pada tulang adalah pemicu utama munculnya bau amis yang pekat dan bisa menjadi sarang berkembangnya bakteri. Kamu bisa menggunakan tisu dapur (paper towel) atau tisu pengesat untuk mengelap dan menyerap sisa darah yang ada di permukaan tulang.
Satu hal penting yang wajib kamu perhatikan adalah jangan pernah merendam atau mencuci tulang sapi dengan air, jika tidak langsung dimasak. Hal itu akan meningkatkan kadar kelembapan pada tulang dan mempercepat proses pembusukan, meski nantinya disimpan di dalam freezer. Pastikan tulang sapi dalam keadaan yang benar-benar kering sebelum disimpan.
2. Potong tulang kecil-kecil atau porsi sekali masak

Salah satu kesalahan paling umum saat menyimpan tulang sapi adalah membiarkannya dalam ukuran yang terlalu besar atau panjang. Selain butuh banyak tempat atau ruang di kulkas atau freezer, hal ini juga akan menyulitkanmu saat hendak memasaknya nanti.
Sebelum disimpan, potong tulang sapi menjadi bagian-bagian kecil yang siap pakai. Kamu bisa meminta tolong tim penyembelihan daging atau pergi ke tempat penggilingan daging untuk memotong tulang-tulang tersebut.
Selanjutnya, simpan potongan tulang ke dalam beberapa wadah berdasarkan porsi sekali masak. Misalnya untuk membuat sup daging, buatlah takaran untuk tulangnya dan masukkan beberapa potong ke dalam wadah.
3. Blansir jika Ingin disimpan lebih lama

Meski tidak boleh direndam dengan air, tulang sapi boleh diblansir (blanching) terlebih dahulu sebelum disimpan. Hal ini sangat disarankan apabila kamu berencana menyimpannya dalam jangka waktu yang sangat lama (lebih dari 3 bulan). Caranya, didihkan air di dalam panci besar, lalu masukkan potongan tulang sapi kurban selama kurang lebih 3-5 menit saja.
Proses perebusan singkat ini tidak bertujuan untuk mematangkan tulang, melainkan untuk membunuh bakteri di permukaan, melepaskan sisa kotoran membandel, serta menonaktifkan enzim pembusukan. Setelah direbus singkat, segera angkat tulang sapi dan celupkan ke dalam wadah berisi air es (air dingin) untuk menghentikan proses memasaknya secara instan.
Selanjutnya, tiriskan tulang hingga benar-benar kering dan dingin sepenuhnya di suhu ruangan. Tulang sapi yang sudah diblansir ini akan memiliki ketahanan yang jauh lebih baik, tidak akan mengeluarkan bau amis di dalam kulkas, dan kualitasnya tetap terjaga.
4. Simpan di dalam wadah kedap udara atau plastik zip lock

Wadah pembungkus punya peran penting dalam proses penyimpanan tulang sapi kurban. Pastikan kamu menggunakan wadah yang dapat ditutup rapat dan kedap udara atau plastik klip (ziplock) khusus untuk makanan beku. Masukkan tulang yang sudah dipotong dan dibagi per porsi ke dalamnya, lalu buang udara sebanyak mungkin sebelum "menyegelnya."
Wadah kedap udara berfungsi untuk melindungi tulang sapi dari freezer burn, yakni makanan beku mengalami dehidrasi dan oksidasi akibat terkena udara dingin secara langsung dan dalam waktu lama. Hal ini ditandai dengan munculnya kristal es berlebih dan perubahan warna tulang menjadi kecokelatan. Jika tulang mengalami freezer burn, maka kandungan sumsum di dalamnya akan mengering, kehilangan rasa gurih alaminya, dan kaldunya jadi hambar.
5. Beri label tanggal penyimpanan

Tips terakhir yang tidak boleh dilewatkan adalah memberi label pada wadah atau pembungkus makanan. Gunakan selotip kertas atau kertas label, lalu tuliskan tanggal penyimpanan dan jenis tulang. Misalnya "Tulang Iga 28 Mei 2026."
Langkah sederhana ini akan membantu kamu menerapkan sistem FIFO atau First In, First Out. Kamu tahu persis wadah atau tulang mana yang harus diambil dan diolah terlebih dahulu, tanpa perlu menebak-nebak jenis tulang yang sudah membeku.
Pastikan pula suhu freezer juga selalu ideal, yaitu minimal -18 derajat Celsius atau sedikit lebih rendah lagi. Suhu yang sangat dingin dan stabil ini wajib dijaga agar seluruh aktivitas mikroorganisme pembusuk dapat dihentikan secara total. Letakkan wadah berisi tulang kurban di area bagian dalam freezer dan hindari menumpuknya terlalu dekat dengan pintu kulkas.
Nah, sekarang kamu sudah tahu tips menyimpan tulang sapi kurban yang ideal. Selamat menerapkan tips-tips di atas, ya!


















