Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Asal Muasal Popcorn Jadi Camilan Khas Bioskop, Kamu Sudah Tahu?

Asal Muasal Popcorn Jadi Camilan Khas Bioskop, Kamu Sudah Tahu?
Annasasiangrill.com

Waktu masuk ke area bioskop, kamu bakal langsung disambut sama wangi butter khas popcorn. Camilan yang satu ini memang selalu ada di tempat nonton, bahkan kalau nonton film di home theater sekali pun, kamu pasti menyiapkan popcorn. Bener gak?

Tapi, pernahkah kamu penasaran asal muasal kenapa popcorn dinobatkan sebagai "pasangan setia" nonton film? Bagaimana kebiasaan orang zaman dahulu ketika menonton film? Berikut adalah ulasan singkatnya!

1. Awalnya popcorn dilarang masuk ke bioskop

Default Image IDN
Default Image IDN

Tahun 1885, mesin pembuat popcorn bertenaga uap komersil pertama diciptakan oleh Charles Cretors. Sejak saat itulah popcorn banyak dijual di pasar malam atau festival. Tapi di tahun tersebut, bioskop justru melarang pengunjung membawa makanan dan minuman seperti keripik, karena dianggap berisik dan bisa mengotori venue.

2. Peraturan berubah karena minat nonton di bioskop makin tinggi

Default Image IDN
Default Image IDN

Pengunjung bioskop pada 1930 mencapai 90 juta orang per pekan. Pemilik bioskop mulai melirik cara lain untuk mencari keuntungan. Pada saat itu, banyak penjual popcorn yang menjajakan dagangannya di depan bioskop dengan harga 5 hingga 10 sen perbungkus.

Karena harganya murah, para pengunjung sering memilih popcorn sebagai camilan saat nonton di bioskop. Mengetahui hal ini, pihak bioskop pun mulai menyewakan lobby untuk dijadikan tempat dagang para penjual popcorn.

Default Image IDN
Default Image IDN

Namun pada pertengahan 1930an, para pemilik bioskop mulai memutuskan untuk menghentikan sewa penjual popcorn dan membuat mesin popcorn sendiri. Pasalnya, pemasukkannya lebih besar daripada uang sewa.

3. Penjualan popcorn meningkat karena Perang Dunia II

Default Image IDN
Default Image IDN

Saat Perang Dunia II, Filipina mulai berhenti sebagai eksportir gula ke Amerika Serikat. Dapaknya, produsen makanan manis yang membutuhkan gula seperti permen dan soda mulai kewalahan. Keuntungan makin dirasakan para penjual popcorn, karena keadaan tersebut tak mempengaruhi load produksi, di saat pesaing mereka berguguran.

4. Era di mana bioskop identik dengan popcorn

Default Image IDN
Default Image IDN

Pada 1945, popcorn sudah sepenuhnya jadi bagian dari kegiatan nonon film di bioskop. Dulu, iklan yang tayang sebelum film mulai bertujuan memberi waktu kepada penonton yang ingin membeli popcorn di lobby bioskop. Sekarang, iklan tersebut mulai dibisniskan.

Hingga saat ini, makan berondong jagung masih menjadi "ritual" wajib agar nonton film semakin afdol. Varian popcorn juga sudah beragam, yang dulunya hanya dibalur mentega, sekarang tersedia rasa salted caramel, capuccino, hingga red velvet.

Kalau kamu termasuk tim nonton dengan popcorn atau tanpa popcorn? Tulis di kolom komentar, ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Putriana Cahya
EditorPutriana Cahya
Follow Us

Latest in Food

See More

7 Makanan Alternatif Selain Daging untuk Jumat Agung

02 Apr 2026, 18:29 WIBFood