ilustrasi sajian nasi putih (freepik.com/jcomp)
Sudah berhasil memasak beras fortifikasi dengan benar, jangan lupa cara menyimpan nasinya juga, ya. Setelah matang, sebaiknya nasi disimpan dalam kondisi yang higienis dan gak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Kebersihan wadah serta alat yang digunakan juga penting supaya nasi tetap aman untuk dikonsumsi.
Kalau nasinya gak langsung dimakan, simpan dengan baik dan usahakan gak terlalu sering membuka tutup wadah, ya. Masak secukupnya sesuai kebutuhan juga bisa jadi pilihan supaya gak terlalu banyak nasi yang tersisa. Nah, jadi perhatian terhadap beras fortifikasi gak berhenti saat memasak saja, tetapi juga sampai nasi siap disantap.
Memasak beras fortifikasi sebenarnya gak jauh berbeda dari memasak beras biasa, tetapi ada beberapa hal kecil yang perlu diperhatikan. Mulai dari cara mencuci, takaran air, hingga proses memasaknya bisa ikut berpengaruh pada kandungan gizi yang tetap ada di dalam nasi. Nah, dengan cara yang tepat, kamu bisa menikmati nasi fortifikasi dengan praktis tanpa khawatir mengabaikan kandungan gizinya.
Referensi:
“Effect of different cooking methods on loss of iron and zinc micronutrients in fortified and non-fortified rice.” Saudi Journal of Biological Sciences. Diakses September 2026.
“Retention, stability, iron bioavailability and sensory evaluation of extruded rice fortified with iron, folic acid and vitamin B12.” Maternal & Child Nutrition. Diakses September 2026.
“Rice as a vehicle for micronutrient fortification: a systematic review of micronutrient retention, organoleptic properties, and consumer acceptability.” Nutrition Reviews. Diakses September 2026.
“Effects of household cooking processes on mineral, vitamin B, and phytic acid contents and mineral bioaccessibility in rice.” Food Chemistry. Diakses September 2026.