5 Fakta Warteg, Tempat Makan Sejuta Umat yang Melegenda

- Warteg (warung tegal) adalah tempat makan legendaris yang populer di Pulau Jawa karena harga terjangkau dan pilihan menu yang beragam. Menu utamanya nasi putih hangat dengan aneka lauk dan sayur, dari berkuah hingga tumisan, plus gorengan dan sambal.
- Warteg disebut sudah ada sejak 1950, berawal dari perpindahan ibu kota dari Yogyakarta ke Jakarta. Banyak pekerja bangunan dari Tegal datang ke Jakarta, lalu sebagian istri mereka membuka warung makan di sekitar proyek sebagai tambahan penghasilan—yang kemudian menjadi cikal bakal warteg.
- Ciri khas warteg umumnya desain sederhana dengan dua pintu masuk di kiri dan kanan agar arus keluar-masuk lancar, terutama karena ruang warteg biasanya tidak terlalu luas. Hidangannya ditata dalam etalase kaca sehingga pembeli tinggal menunjuk menu di balik kaca (diibaratkan “touchscreen”).
- Pilihan menu warteg bisa 20+ jenis (lauk, sayur, gorengan, sambal, lalapan, kerupuk) dengan rasa beragam. Daya tarik utamanya adalah harga “merakyat”, sekitar Rp15.000–Rp25.000 sudah dapat nasi plus 2–3 lauk dan minum. Warteg juga mudah ditemukan di berbagai lokasi dan sering jadi andalan mahasiswa maupun ibu-ibu yang butuh makanan siap santap.
Apakah kamu pernah makan di warteg alias warung tegal? Tempat makan ini sangat disukai sejuta umat dan melegenda, terutama di Pulau Jawa. Selain itu, makan di warung ini harganya terjangkau dengan rasa masakan yang gak diragukan lagi.
Menu utama warung tegal adalah nasi putih hangat dengan berbagai macam lauk dan sayur. Dari sayur berkuah hingga tumis, lauknya terdiri dari olah ayam, ikan, telur, daging, berbagai macam gorengan, sehingga makan di sini tidak membosankan.
Tahukah kamu, selain sebagai tempat makan disukai sejuta umat dan melegenda, ternyata ada lima fakta warteg yang menarik untuk diketahui. Sudah ada sejak 1950, lho!
Table of Content
1. Sudah ada sejak 1950

Siapa sangka jika warung tegal sudah ada sejak 1950, yakni pada saat perpindahan ibu kota negara Indonesia dari Yogyakarta ke Jakarta. Nah, saat itu diperlukan banyak tukang untuk membangun ibu kota baru. Dari berbagai daerah tukang berdatangan, termasuk dari Kota Tegal.
Beberapa tukang dari Tegal membawa istrinya. Untuk menambah rezeki istri, para tukang tersebut membuka warung makan di sekitar proyek tempat suami mereka bekerja. Warung ini diberi nama warung tegal yang merupakan cikal bakal dari warteg hingga kini.
2. Semua desain warteg sama, yakni punya dua pintu masuk di sebelah kiri dan kanan

Berjalannya waktu, warteg semakin terkenal dengan masakannya yang enak. Walau sudah terkenal, semua warung tegal mempunyai desain sama dan sangat sederhana, yakni dua pintu masuk di sebelah kiri dan kanan.
Adanya dua pintu masuk ini bertujuan agar pengunjung mudah masuk dan keluar tidak saling berdesakan. Selain itu, rata-rata warteg memiliki ruangan yang tidak luas, sehingga dibutuhkan dua pintu agar pengunjung tidak sumpek dan kepanasan.
3. Cara pesan dengan "touchscreen" dan tersedia berbagai lauk

Di warung tegal tidak hanya makanan khas Tegal saja, tetapi ada juga berbagai macam sayur, dan lauk pauk. Kalau perhatikan, makanan tersebut terdiri dari aneka rasa, ada yang manis, pedas, asin, dan gurih.
Jika dihitung, kira-kira ada 20 lebih masakan yang terdiri dari lauk, sayuran, gorengan, sambal, hingga lalapan. Misalnya, aneka balado, orak arik tempe, semur jengkol, aneka tumisan, sayur lodeh, sup, sayur asem, sayur bening, tahu dan tempe goreng, bakwan, aneka sambal, hingga aneka lalapan. Tidak ketinggalan selalu tersedia kerupuk.
Menariknya, makanan tersebut ditaruh dalam etalase kaca. Jika ingin memesan, kamu cukup menunjuk dengan menyentuh kaca dari etalase tersebut atau sering disebut "touchscreen".
4.Harga merakyat

Salah satu keutamaan mengapa warung tegal banyak pengunjungnya, karena harganya merakyat. Semua makanannya lebih murah jika dibanding warung tradisional lain.
Kamu gak perlu mengorek kantong dalam-dalam, karena hanya dengan Rp15.000 sampai Rp25.000 sudah dapat seporsi atau sepiring nasi hangat dengan dua hingga tiga pilihan lauk ditambah teh hangat atau dingin. Wah, harganya sangat merakyat, kamu sudah dapat makan tanpa membuat kantong jebol.
5. Warteg mudah ditemukan

Selain harga makanannya murah meriah, warung tegal mudah ditemukan, seperti di pinggir jalan, pusat keramaian, gang sempit, perumahan, sekitar perkantoran, atau kampus. Saat perutmu lapar, warteg menjadi tempat makan yang mudah dijumpai.
Warung makan yang sudah ada sejak dahulu bukan saja disukai berbagai lapisan, tetapi juga ibu-ibu, lho. Sebab, di warteg dapat membeli makanan matang saat tidak sempat masak untuk keluarga.
Selain itu, warteg merupakan warung favorit bagi para mahasiswa yang uang makannya pas-pasan. Apakah kamu juga pelanggan setia warteg? Lauk apa yang selalu menjadi pilihanmu saat makan di warung ini?
FAQ Seputar Warteg
| Apa itu warteg dan kenapa populer? | Warteg (warung tegal) populer karena harganya terjangkau, rasanya enak, dan pilihan lauk-sayurnya banyak. |
| Sejak kapan warteg ada dan bagaimana awalnya? | Disebut sudah ada sejak 1950, berawal dari pekerja proyek dari Tegal di Jakarta, lalu istri mereka membuka warung makan di sekitar proyek. |
| Apa ciri khas warteg yang mudah dikenali? | Desain sederhana dengan dua pintu (kiri–kanan) dan makanan dipajang di etalase kaca, jadi pembeli tinggal menunjuk menu. |
| Menu dan kisaran harga makan di warteg seperti apa? | Menunya bisa 20+ jenis (lauk, sayur, gorengan, sambal, lalapan, kerupuk). Kisaran Rp15.000–Rp25.000 biasanya sudah dapat nasi, 2–3 lauk, plus minum; warteg juga mudah ditemukan di banyak tempat. |

















