Harga plastik yang melonjak dalam beberapa waktu terakhir membuat banyak pelaku usaha geleng-geleng kepala. Dari pedagang gorengan hingga bisnis minuman kekinian, semuanya ikut terdampak karena plastik menjadi urat nadi operasional mereka. Ketika harga kemasan naik, ongkos produksi otomatis juga ikut naik. Ujung-ujungnya konsumen juga harus menanggung kenaikan harga tersebut.
Di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah, muncul fenomena menarik, yakni menghidupkan kembali penggunaan bahan-bahan tradisional. Salah satu alternatif yang mulai dilirik sebagai pengganti plastik adalah daun pisang. Mengutip Sindonews (13/4/2026), Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengajak masyarakat untuk kembali memanfaatkan bahan yang lebih ramah lingkungan, termasuk daun pisang sebagai kemasan makanan. Ia menilai langkah ini bisa menjadi solusi praktis di tengah mahalnya harga plastik yang terus merangkak naik.
Lantas, apakah alternatif ini benar-benar menjadi solusi jangka panjang atas harga plastik naik? Atau jangan-jangan hanya sebatas upaya menghidupkan kembali pamor daun pisang sebagai pembungkus makanan tradisional? Simak penjelasan selengkapnya!
