Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
10 Isian Oden Favorit yang Bikin Kuah Hangat makin Nikmat
ilustrasi memasak oden Jepang (commons.wikimedia.org/pelican)
  • Banyaknya pilihan isian oden kadang bikin orang bingung mau pilih yang mana dulu, terutama kalau baru pertama kali mencobanya.

  • Kamu bisa mengisi oden dengan satsuma age, tsumire, konnyaku, hingga tamago.

  • Meski terlihat sederhana, setiap isian oden favorit menawarkan tekstur dan cita rasa yang berbeda-beda.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Oden sering jadi pilihan saat cuaca dingin atau ketika tubuh butuh makanan berkuah yang hangat dan menenangkan. Namun, nikmatnya semangkuk oden ternyata bukan hanya berasal dari kuah gurihnya, melainkan juga dari beragam isian yang memberi rasa, tekstur, dan pengalaman makan yang berbeda-beda. Dari olahan fish cake yang kenyal hingga isian lembut dengan cita rasa gurih, setiap komponen dalam oden punya peran tersendiri untuk membuat sajian ini terasa makin istimewa.

Banyaknya pilihan isian oden kadang bikin orang bingung mau pilih yang mana dulu, terutama kalau baru pertama kali mencobanya. Padahal, tiap isian punya cita rasa dan tekstur yang berbeda, sehingga bisa memberi pengalaman makan yang gak sama. Supaya gak salah pilih, kamu bisa memilih isian oden favorit berikut ini yang dikenal bikin kuah makin hangat dan terasa nikmat.

1. Daikon

ilustrasi daikon (pexels.com/Hanna Pad)

Saat menikmati semangkuk oden, banyak orang langsung mencari potongan daikon yang berukuran besar. Lobak putih khas Jepang ini memiliki tekstur lembut dan rasa yang ringan sehingga mudah menyerap kuah kaldu. Setelah direbus dalam waktu lama, bagian dalamnya menjadi sangat empuk dan terasa hangat saat disantap.

Setelah direbus lama, daikon menawarkan rasa manis yang halus dan gurih kaldu yang meresap hingga ke bagian tengahnya. Kesederhanaan rasa tersebut justru menjadi alasan mengapa daikon begitu populer di berbagai sajian oden. Kalau belum pernah mencicipi oden sebelumnya, isian satu ini layak masuk daftar yang pertama dicoba.

2. Chikuwa

ilustrasi chikuwa (commons.wikimedia.org/円周率3パーセント)

Ada juga chikuwa yang mudah dikenali dari bentuknya yang menyerupai tabung berlubang di bagian tengah. Isian ini dibuat dari olahan daging ikan yang dihaluskan lalu dipanggang hingga menghasilkan aroma khas. Teksturnya kenyal, tetapi tetap lembut saat digigit sehingga cocok dinikmati bersama kuah panas.

Banyak orang menyukai chikuwa karena cita rasanya gurih, tetapi tetap ringan dan mudah dinikmati. Selain disantap begitu saja, beberapa kedai juga menyajikannya dengan isian keju atau sayuran agar rasanya semakin menarik. Berkat tekstur dan rasanya yang khas, chikuwa membuat semangkuk oden terasa lebih beragam sekaligus lebih mengenyangkan.

3. Hanpen

ilustrasi hanpen (commons.wikimedia.org/Ocdp)

Bagi yang menyukai makanan bertekstur lembut, hanpen sering menjadi isian yang tidak boleh dilewatkan. Kue ikan berwarna putih ini dibuat dari campuran pasta ikan dan umbi yang menghasilkan tekstur ringan seperti spons. Ketika dimasukkan ke dalam kuah panas, hanpen menyerap kaldu dan terasa sangat lembut di mulut.

Karena teksturnya yang lembut dan ringan, hanpen sering menjadi pilihan favorit untuk dinikmati saat udara sedang dingin. Cita rasanya yang cenderung netral juga membuat isian ini mudah menyatu dengan berbagai bahan lain di dalam oden. Kehadiran sepotong hanpen mampu memberikan jeda yang menenangkan di antara isian oden yang rasanya lebih kuat dan gurih.

4. Konnyaku

ilustrasi konnyaku (commons.wikimedia.org/Nesnad)

Sekilas, konnyaku terlihat sederhana karena hanya berupa blok berwarna abu-abu dengan permukaan mengilap. Padahal, isian yang dibuat dari umbi konjak ini memiliki tekstur kenyal yang khas dan berbeda dari olahan ikan. Konnyaku tidak memiliki rasa yang kuat, tetapi kemampuannya menyerap kaldu membuat setiap gigitannya terasa gurih.

Teksturnya yang kenyal membuat konnyaku menghadirkan pengalaman makan yang berbeda dari isian oden lainnya. Karena rendah kalori, isian ini kerap dipilih oleh orang yang ingin menikmati hidangan hangat dengan porsi yang lebih seimbang. Meski terlihat sederhana, konnyaku justru memberi sentuhan unik yang membuat semangkuk oden terasa makin menarik.

5. Atsuage

ilustrasi atsuage (commons.wikimedia.org/Potesara)

Pecinta tahu goreng biasanya langsung tertarik mencoba atsuage saat melihatnya di dalam panci oden. Isian ini berupa tahu yang digoreng terlebih dahulu hingga bagian luarnya sedikit padat, tetapi bagian dalamnya tetap lembut. Setelah direbus bersama kuah dashi, atsuage menyerap rasa kaldu dan menghasilkan perpaduan tekstur yang nikmat.

Bagian dalam atsuage terasa lembut dan hangat, sementara lapisan luarnya masih menyisakan tekstur yang sedikit kenyal. Karena cukup mengenyangkan, isian ini sering menjadi pilihan untuk menemani makan malam atau dinikmati saat cuaca sedang dingin. Dari sepotong tahu goreng sederhana, atsuage menunjukkan bahwa cita rasa nikmat bisa hadir dari bahan yang sangat bersahaja.

6. Tamago

ilustrasi telur rebus (vecteezy.com/Bigc Studio)

Di antara berbagai isian oden, telur rebus termasuk yang paling sering diburu. Kesederhanaannya justru terasa istimewa karena direbus perlahan dalam kuah yang kaya rasa. Hasilnya, putih telur menjadi semakin sedap dan kuning telurnya terasa padat dengan cita rasa yang lebih mendalam.

Tidak sedikit orang sengaja membelah telur di tengah makan agar kuah meresap ke bagian dalamnya. Isian ini juga cocok dipadukan dengan hampir semua komponen oden lainnya sehingga mudah disukai berbagai kalangan. Kehadiran tamago membuat semangkuk oden terasa lebih lengkap dan mengenyangkan.

7. Mochi Kinchaku

ilustrasi mochi kinchaku (commons.wikimedia.org/TOMOYOSHI)

Jika ingin mencoba isian yang sedikit berbeda, mochi kinchaku bisa menjadi pilihan yang menarik. Isian ini berupa mochi yang dibungkus kantong tahu tipis lalu diikat sehingga menyerupai kantong kecil. Saat direbus, bagian luarnya menyerap kuah, sementara mochi-nya berubah menjadi lembut dan kenyal.

Perpaduan mochi yang kenyal dengan kuah gurih menghadirkan sensasi hangat yang terasa menenangkan di setiap gigitan. Selain nikmat, isian ini juga cukup mengenyangkan sehingga sering dipilih sebagai teman makan ketika udara mulai dingin atau perut mulai keroncongan. Kesederhanaannya justru menjadi alasan mengapa mochi kinchaku begitu mudah dikenang oleh para pencinta oden.

8. Ganmodoki

ilustrasi ganmodoki (commons.wikimedia.org/Pieria)

Ganmodoki mungkin tidak sepopuler telur atau chikuwa, tetapi rasanya tidak kalah menggugah selera. Isian ini dibuat dari tahu yang dicampur dengan sayuran dan bahan lain sebelum digoreng hingga membentuk bola atau cakram. Setelah dimasukkan ke dalam kuah oden, bagian luarnya tetap memiliki tekstur padat, sedangkan bagian dalamnya terasa lembut.

Potongan wortel atau rumput laut di dalam ganmodoki membuat cita rasanya terasa lebih kaya dan tidak membosankan. Itulah sebabnya banyak orang menyukainya karena setiap gigitan menghadirkan perpaduan tekstur yang beragam dan rasa yang lebih berlapis. Di tengah isian oden yang banyak didominasi oleh olahan ikan, ganmodoki hadir sebagai pilihan yang memberi pengalaman makan yang sedikit berbeda.

9. Tsumire

Ilustrasi tsumire (freepik.com/jcomp)

Bagi pencinta bakso ikan, tsumire sering menjadi isian yang langsung masuk daftar favorit. Bola-bola ikan ini dibuat dari daging ikan yang dihaluskan dan dibumbui sebelum direbus bersama kuah oden. Teksturnya cenderung lembut dan sedikit kenyal sehingga terasa nyaman saat digigit.

Setiap tsumire bisa menghadirkan pengalaman rasa yang berbeda karena dibuat dari campuran jenis ikan yang beragam. Semakin lama berada di dalam kuah panas, aroma ikannya justru semakin menggugah selera. Tidak heran jika isian yang satu ini kerap menjadi favorit bagi pencinta seafood dan makanan berkuah hangat.

10. Satsuma age

ilustrasi satsuma age (commons.wikimedia.org/Sakurai Midori)

Satsuma age menjadi pilihan tepat bagi mereka yang menyukai cita rasa gurih dengan tekstur sedikit padat. Isian ini merupakan kue ikan goreng yang dibuat dari pasta ikan dan berbagai bahan tambahan seperti sayuran atau seafood. Proses penggorengan membuatnya memiliki aroma khas yang tetap terasa meski sudah direbus di dalam kuah.

Saat digigit, bagian dalam Satsuma age terasa lembut dengan cita rasa gurih yang semakin kaya karena kuah telah meresap hingga ke dalam. Tak heran jika banyak orang selalu memasukkan isian ini saat menikmati oden. Kehadirannya membuat semangkuk oden hangat terasa lebih mantap dan memanjakan lidah.

Meski terlihat sederhana, setiap isian oden favorit menawarkan tekstur dan cita rasa yang berbeda-beda. Perpaduan aneka bahan tersebut membuat semangkuk oden terasa hangat, mengenyangkan, sekaligus penuh kejutan di setiap gigitan. Jadi, isian mana yang paling ingin kamu coba saat menikmati oden?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article