Dulu Santapan Rakyat Jelata, 7 Makanan Korea Ini Kini Mendunia

- Tteokbokki, bindaetteok, gamjatang, dan seolleongtang berawal dari makanan rakyat berbahan sederhana, termasuk jajanan jalanan serta olahan bagian daging nonpremium.
- Kimchi menjadi cara masyarakat Korea mengawetkan sayuran untuk musim dingin, lalu berkembang melalui penggunaan cabai dan kini hadir dalam beragam hidangan.
- Perubahan zaman mengangkat hidangan sederhana Korea menjadi kuliner populer di restoran, pasar tradisional, dan kalangan wisatawan, tanpa menghilangkan jejak sejarahnya.
Kalau melihat makanan Korea yang populer sekarang, banyak di antaranya justru identik dengan restoran modern dan tren kuliner. Padahal, beberapa makanan yang sering muncul di meja makan saat ini punya cerita yang jauh lebih sederhana. Dahulu, makanan tersebut dekat dengan kehidupan masyarakat biasa dan dibuat dari bahan yang relatif mudah diperoleh.
Perubahan zaman ikut mengubah cara orang memandang makanan-makanan tersebut. Dari makanan sehari-hari sampai jajanan sederhana, beberapa di antaranya kini justru menjadi hidangan yang dicari wisatawan dan populer di berbagai negara.
1. Tteokbokki

ilustrasi tteokbokki (commons.wikimedia.org/ Benreis) Tteokbokki sekarang dikenal sebagai salah satu jajanan Korea paling populer, terutama karena sering muncul dalam drama dan konten kuliner. Namun, versi modern yang memakai saus gochujang sebenarnya berbeda dari hidangan gungjung tteokbokki yang berkembang di lingkungan kerajaan. Tteokbokki berbahan saus merah yang dikenal luas saat ini berkembang sebagai makanan jalanan dan semakin populer di kalangan masyarakat Korea pada abad ke-20.
Kue beras atau garaetteok yang menjadi bahan utamanya juga bukan bahan makanan mewah. Tteokbokki mudah dijumpai di warung dan gerobak makanan, sehingga lama-kelamaan menjadi bagian kuat dari budaya jajanan Korea. Sekarang variasinya jauh lebih banyak, mulai dari tambahan telur dan odeng sampai keju, tetapi daya tarik utamanya tetap terletak pada tekstur kenyal dan saus pedas-manis yang khas.
2. Kimchi

ilustrasi kimchi (commons.wikimedia.org/ USAG- Humphreys) Kimchi punya posisi yang cukup berbeda karena sejak lama memang menjadi bagian penting dari makanan Korea, bukan makanan yang baru naik daun belakangan. Namun, keberadaannya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat biasa karena proses pengawetan sayuran melalui fermentasi menjadi cara penting untuk menyediakan makanan selama musim dingin ketika sayuran segar sulit diperoleh.
Kimchi juga mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Penggunaan cabai merah dalam kimchi baru berkembang setelah cabai diperkenalkan ke Semenanjung Korea, sementara jenis kimchi yang lebih tua tidak selalu menggunakan cabai. Kini kimchi gak hanya menjadi lauk pendamping nasi, tetapi juga digunakan dalam berbagai masakan seperti kimchi jjigae, kimchi bokkeumbap, sampai pancake kimchi.
3. Bindaetteok

ilustrasi bindaetteok (commons.wikimedia.org/ Caspian blue) Bindaetteok merupakan pancake gurih yang dibuat terutama dari kacang hijau yang direndam, dihaluskan, lalu dicampur dengan berbagai bahan sebelum dimasak di atas wajan. Makanan ini memiliki hubungan kuat dengan jajanan pasar dan makanan rakyat, terutama di kawasan seperti Jeon dan pasar tradisional Korea.
Salah satu tempat yang terkenal dengan bindaetteok adalah Gwangjang Market di Seoul yang membuat makanan ini semakin dikenal wisatawan. Adonannya biasanya dipadukan dengan kimchi, tauge, daun bawang, atau daging sesuai jenis dan resep yang digunakan. Tekstur kulitnya yang renyah dan bagian dalamnya yang tetap lembut membuat makanan sederhana ini tetap bertahan di tengah banyaknya kuliner Korea modern.
4. Gamjatang

ilustrasi gamjatang (commons.wikimedia.org/ T.Tseng) Gamjatang merupakan sup pedas berbahan utama tulang belakang atau leher babi, kentang, sayuran, dan bumbu khas Korea. Hidangan ini punya akar dari masakan rakyat dan sering dikaitkan dengan daerah yang memiliki tradisi pengolahan daging babi, terutama kawasan Jeolla.
Penggunaan bagian tulang dan daging yang bukan potongan premium membuat makanan ini dahulu lebih dekat dengan kebutuhan untuk memanfaatkan bahan secara maksimal. Kuahnya kemudian berkembang dengan bumbu yang kuat, termasuk pasta cabai, bubuk cabai, bawang putih, dan biji perilla. Sekarang gamjatang bisa ditemukan di restoran khusus dan dikenal sebagai makanan yang cocok disantap bersama-sama, terutama saat cuaca dingin.
5. Seolleongtang

ilustrasi seolleongtang (commons.wikimedia.org/ Kimhs5400) Seolleongtang adalah sup berkuah putih yang dibuat dengan merebus tulang sapi dalam waktu lama. Hidangan ini memiliki sejarah panjang dalam tradisi kuliner Korea dan kerap dikaitkan dengan makanan yang bisa dinikmati oleh masyarakat dari berbagai lapisan.
Proses perebusan tulang yang lama membuat kuahnya memiliki karakter gurih dan keruh secara alami. Biasanya seolleongtang disajikan dengan nasi dan kimchi atau kkakdugi sebagai pendamping, lalu orang-orang menyesuaikan rasanya menggunakan garam dan daun bawang. Dari makanan yang sederhana dan mengandalkan bahan dasar yang gak terlalu mewah, seolleongtang kini tetap bertahan sebagai salah satu sup Korea yang punya tempat khusus dalam budaya makan di Korea Selatan.
Perjalanan makanan dari hidangan sederhana menjadi kuliner yang populer menunjukkan bahwa nilai sebuah makanan gak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan. Cerita sejarah, kebiasaan masyarakat, serta kemampuan suatu hidangan untuk bertahan melewati perubahan zaman turut membuatnya tetap relevan. Mungkin itu juga yang membuat kuliner tradisional terasa menarik. Di balik satu porsi makanan, ada kebiasaan lama yang masih bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, meskipun cara orang menikmatinya sekarang sudah jauh berbeda.




















