Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Perbedaan Falafel dan Combro, Sama-sama Digoreng

ilustrasi falafel
ilustrasi falafel (pexels.com/Anil Sharma)
Intinya sih...
  • Falafel berasal dari Timur Tengah, sementara combro adalah camilan khas Indonesia yang berasal dari Jawa Barat.
  • Falafel menggunakan kacang-kacangan sebagai bahan utama, sementara combro menggunakan singkong parut dan oncom pedas.
  • Falafel tidak memiliki isian di bagian tengah, sementara combro terkenal karena isiannya yang berupa oncom pedas.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sekilas, falafel dan combro terlihat mirip karena sama-sama digoreng dan berbentuk bulat atau lonjong. Banyak orang bahkan mengira keduanya berasal dari budaya kuliner yang serupa. Padahal, falafel dan combro punya cerita, bahan, dan karakter rasa yang sangat berbeda.

Kalau kamu penasaran apa saja perbedaan falafel dan combro, artikel ini akan menjawab rasa ingin tahumu. Kita akan membahasnya dengan informatif supaya kamu bisa mengenal dua camilan ini lebih dekat. Yuk, simak perbedaannya satu per satu sampai habis!

1. Asal daerah yang sangat berbeda

ilustrasi combro
ilustrasi combro (vecteezy.com/Dwi Rustiyanto)

Falafel berasal dari kawasan Timur Tengah, terutama Mesir dan negara-negara di sekitarnya. Makanan ini sudah menjadi bagian dari street food populer di berbagai negara seperti Lebanon, Israel, dan Yordania. Bahkan, falafel sering dijadikan menu utama dalam hidangan vegetarian.

Sementara itu, combro adalah camilan khas Indonesia yang berasal dari Jawa Barat. Combro sudah lama dikenal sebagai jajanan tradisional yang mudah ditemukan di pasar atau penjual gorengan. Nama combro sendiri merupakan singkatan dari oncom di jero yang artinya oncom di dalam.

2. Bahan utama yang digunakan

ilustrasi falafel
ilustrasi falafel (pexels.com/Jeferson santos)

Falafel dibuat dari kacang-kacangan, umumnya kacang arab atau chickpeas yang direndam dan dihaluskan. Campuran kacang ini lalu diberi bumbu seperti bawang putih, ketumbar, dan jintan. Inilah yang membuat falafel kaya protein nabati dan cukup mengenyangkan.

Berbeda dengan falafel, combro menggunakan singkong parut sebagai bahan utama. Singkong tersebut diperas, dibumbui, lalu diisi dengan oncom pedas. Tekstur singkong yang khas membuat combro terasa lebih padat dan berserat saat digigit.

3. Isian dan bumbu khas

ilustrasi combro
ilustrasi combro (vecteezy.com/Lucy Liestiyo)

Falafel umumnya tidak memiliki isian di bagian tengah. Semua bahan dicampur menjadi satu adonan sebelum dibentuk dan digoreng. Cita rasa falafel lebih dominan gurih dan aromatik dari rempah-rempah Timur Tengah.

Sebaliknya, combro justru terkenal karena isiannya. Oncom yang dibumbui pedas menjadi kejutan rasa saat bagian luarnya digigit. Perpaduan gurih singkong dan pedas oncom inilah yang menjadi ciri khas combro.

4. Tekstur dan bentuk sajian

ilustrasi falafel
ilustrasi falafel (pixabay.com/Ajale)

Falafel memiliki tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Bentuknya biasanya bulat atau pipih kecil agar matang merata saat digoreng. Falafel juga sering disajikan bersama saus tahini atau yogurt.

Combro cenderung berbentuk lonjong dengan ukuran sedikit lebih besar. Teksturnya renyah di luar namun sedikit kasar dan padat di bagian dalam. Combro biasanya disajikan tanpa saus tambahan karena rasanya sudah kuat dari isiannya.

5. Cara menikmati dan penyajiannya

ilustrasi combro
ilustrasi combro (commons.wikimedia.org/Yuriandrian85)

Falafel sering disantap sebagai bagian dari hidangan utama. Makanan ini kerap disajikan bersama roti pita, salad, dan saus, sehingga terasa seperti makanan berat. Tak jarang falafel juga dijadikan pengganti daging bagi vegetarian.

Combro lebih sering dinikmati sebagai camilan atau teman minum teh dan kopi. Jajanan ini paling nikmat disantap saat masih hangat, langsung dari penggorengan. Sensasi pedas dan gurihnya membuat combro cocok untuk lidah orang Indonesia.

Meski sama-sama digoreng, terdapat perbedaan falafel dan combro yang membuat keduanya sama-sama istimewa. Jadi, lain kali saat melihat bentuknya yang mirip, kamu sudah tahu cerita dan rasa berbeda di baliknya. Tinggal pilih, mau cita rasa Timur Tengah atau kelezatan khas Nusantara hari ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Food

See More

5 Trik Bikin Butterscotch ala Kafe yang Creamy dan Wangi Mentega

09 Jan 2026, 17:32 WIBFood