- 250 gram tepung beras
- 2 sendok makan bubuk hojicha
- 150 ml air hangat
- ½ sendok teh garam
- 2 lembar daun pandan, ikat simpul
- 100 gram gula merah, serut halus
- 100 gram kelapa parut
- ¼ sendok teh vanili bubuk
Resep Kue Putu Hojicha Siram Gula Merah, Camilan Unik yang Bikin Nagih

Kue putu adalah salah satu jenis kue tradisional Indonesia yang identik dengan aroma pandan, parutan kelapa, dan isian gula merah di dalamnya. Namun, jika kamu sudah mulai bosan dengan aroma serta warna hijau dari pandan, kamu bisa menggantinya dengan bubuk hojicha. Teh asal Jepang tersebut memiliki aroma yang tak kalah wangi dengan cita rasa yang khas serta unik.
Kehadiran hojicha yang harum, gula merah yang manis, dan taburan kelapa yang gurih, membuat tiap suapan terasa lebih istimewa. Nah, bagi kamu yang tertarik untuk membuat kue putu hojicha siram gula merah, kamu bisa mengikuti resep lengkap yang dibagikan dalam artikel ini. Yuk, rebake resepnya dan sajikan sebagai camilan manis untuk dinikmati dengan secangkir teh di sore hari ya!
Bahan Kue Putu Hojicha Siram Gula Merah

ilustrasi bubuk hojicha (pexels.com/Samer Daboul) Bahan untuk adonan kue putu hojicha:
Bahan untuk siraman gula merah:
- 150 gram gula merah, sisir halus
- 50 ml air
- 1 lembar daun pandan
- 1 sendok teh tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
- Sejumput garam
Cara Membuat Kue Putu Hojicha Siram Gula Merah

ilustrasi memasak gula merah (pexels.com/Katerina Holmes) - Campurkan kelapa parut yang sudah disiapkan dengan sedikit garam dalam wadah kaca tahan panas.
- Siapkan panci kukusan yang sudah diisi dengan air dan panaskan di atas api sedang. Jika air sudah mendidih, kukus kelapa parut dengan selembar daun pandan selama 10 menit. Angkat lalu sisihkan.
- Ambil panci bersih yang lain, lalu didihkan air bersama daun pandan dan garam. Angkat lalu diamkan sejenak.
- Campurkan tepung beras, bubuk hojicha, dan vanili dalam wadah. Lalu tuangkan air pandan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga tepung menjadi lembap dan bertekstur seperti pasir.
- Saring adonan kue putu menggunakan saringan dan masukkan sedikit adonan kue putu dalam cetakan bambu yang sudah disiapkan.
- Selanjutnya tambahkan sedikit gula merah serut di bagian tengah dan tutup kembali dengan adonan kue putu hingga menuhi cetakan.
- Panaskan panci kukusan yang tadi sudah disiapkan, kemudian kukus adonan kue putu hojicha selama sekitar 15 menit hingga kue matang. Angkat.
- Masukkan gula merah, air, daun pandan, dan sejumput garam ke dalam panci. Masak hingga gula larut serta mendidih.
- Tuangkan larutan maizena ke dalam adonan gula merah dan aduk kembali hingga saus sedikit mengental. Angkat.
- Terakhir, letakkan kue putu hojicha di atas piring lalu taburi dengan kelapa parut dan sajikan dengan saus gula merah disampingnya.
- Kue putu hojicha siram gula merah siap untuk dinikmati!
Tips Membuat Kue Putu Hojicha Gula Merah
ilustrasi mengukus kue putu (commons.wikimedia.org/Midori) - Gunakan bubuk hojicha yang masih segar dan berlabel culinary grade untuk menghasilkan kue putu yang aromanya wangi dan bebasa rasa pahit serta sepat.
- Hindari menambahkan air pandan dalam kondisi mendidih, ini hanya akan membakar bubuk hojicha dan membuat rasanya semakin pahit dan dominan. Pastikan untuk menambahkan air pandan dalam kondisi hangat ke dalam adonan.
- Jangan lupa untuk menyaring adonan kue putu sebelum dikukus. Langkah ini penting untuk memecah timbulnya gumpalan tepung sehingga teksturnya lebih halus dan lembut.
- Agar bentuk kue putu tetap kokoh dan tidak terlalu lembab, selalu lapisi penutup panci kukusan dengan kain. Cara sederhana ini akan membuat uap air dari proses pengukusan tidak langsung jatuh mengenai kue putu.
- Selalu masak saus gula merah dengan api kecil. Ini dikarenakan pemakaian api yang terlalu besar dapat membuat gula cepat gosong dan menghasilkan rasa pahit yang berpotensi menutupi aroma hojicha.
Dengan mengikuti resep di atas, kamu bisa membuat kue putu hojicha siram gula merah yang lembut, manis, dengan aroma teh yang super wangi dan unik. Sajikan sebagai ide dessert manis untuk acara-acara spesial seperti lamaran, pernikahan, hingga arisan keluarga. Dan jangan lupa untuk menikmatinya selagi hangat agar cita rasa dan kualitasnya tetap terjaga ya!



















