Bicara soal kekayaan kuliner Minangkabau, tak sedikit yang langsung teringat pada kelezatan rendang, ayam pop, dendeng, gulai, hingga sate padang. Selain makanan tersebut, ada satu lagi kuliner khas setempat yang unik, tetapi sudah jarang ditemukan, yakni dadiah atau dadih.
Makanan ini terbuat dari susu kerbau murni yang difermentasi, sehingga kerap disebut sebagai yoghurtnya Minang. Uniknya, proses fermentasi tersebut dilakukan secara alami di dalam bambu. Hasilnya, tekstur susu jadi lembut dengan citra rasa masam gurih yang khas.
Tak sekadar lezat, dadiah yang bertekstur lembut ini juga kaya kandungan probiotik dan baik untuk kesehatan pencernaan. Hidangan ini biasanya disajikan bersama siraman gula merah cair.
Penasaran ingin merasakan dadiah ini? Gak perlu harus selalu terbang jauh-jauh ke Ranah Minang dulu, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah. Yuk, intip resep dadiah khas Minangkabau yang autentik berikut ini!
| Prep Time | 10 Minutes |
| Cook Time | 24 jam Minutes |
| Portion | 5 Portion |
Bahan Dadiah Khas Minangkabau
- 1 liter susu kerbau segar
- gula aren cair secukupnya
- 5 tabung bambu (sudah dipotong dan bentuknya seperti gelas)
- plastik secukupnya
- karet gelang secukupnya
Cara Membuat
| 1. Tuang susu. | Tuang susu kerbau ke dalam tabung atau bambu, tapi jangan sampai penuh. |
| 2. Tutup tabung bambu. | Tutup atau lapisi bagian atas tabung bambu dengan plastik, kemudian ikat dengan karet, biar gak mudah lepas. |
| 3. Proses fermentasi susu. | Simpan susu kerbau selama 24 jam pada suhu ruang hinga teksturnya padat, tetapi tetap lembut. |
| 4. Tambahkan gula aren. | Buka plastik dan tuang air gula aren secukupnya. Aduk merata. |
| 5. Penyajian. | Dadiah khas Minangkabau siap disajikan. |