Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Jaga Kesehatan Tulang agar Tetap Kuat, Gak Cepat Keropos!
ilustrasi perempuan dengan tulang sehat (magnific.com/tirachardz)
  • Kesehatan tulang perlu dijaga sejak muda karena jaringan tulang terus terbentuk dan terurai sepanjang hidup, sementara kehilangan massa tulang dapat meningkat seiring usia.
  • Vitamin D dari paparan matahari membantu penyerapan kalsium; durasinya tidak sama untuk semua orang dan paparan berlebihan tanpa perlindungan tidak dianjurkan.
  • Kekuatan tulang didukung latihan menahan beban, asupan kalsium, vitamin D, protein, serta pola makan seimbang; penderita osteoporosis perlu berkonsultasi sebelum berolahraga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kesehatan tulang sering baru terasa penting ketika usia mulai bertambah. Padahal, kebiasaan yang kamu bangun sejak muda ikut menentukan seberapa baik tulang bertahan di kemudian hari. Karena itu, jaga kesehatan tulang sebaiknya dimulai sebelum muncul masalah seperti tulang rapuh atau osteoporosis.

Tulang bukan bagian tubuh yang diam begitu saja. Jaringan tulang terus mengalami proses pembentukan dan pemecahan sepanjang hidup, sehingga asupan nutrisi dan aktivitas fisik tetap punya peran penting. Yuk simak beberapa kebiasaan sederhana yang bisa membantu menjaga tulang tetap kuat sejak sekarang.

1. Manfaatkan paparan sinar matahari untuk vitamin D

ilustrasi laki-laki menikmati sinar matahari (magnific.com/Kireyonok_Yuliya)

Vitamin D dibutuhkan tubuh untuk membantu menyerap kalsium dari makanan. Menurut National Institutes of Health, vitamin D juga berperan dalam pertumbuhan dan proses pembentukan ulang tulang. Tubuh dapat memproduksi vitamin D ketika kulit terkena sinar ultraviolet dari matahari.

Karena itu, aktivitas di luar ruangan pada pagi hari bisa menjadi bagian dari kebiasaan sehat. Namun, gak ada durasi paparan matahari yang berlaku sama untuk semua orang karena produksi vitamin D dipengaruhi lokasi, warna kulit, usia, cuaca, dan faktor lainnya. Jadi, jangan sengaja berlama-lama di bawah matahari tanpa perlindungan hanya demi mengejar vitamin D.

2. Masukkan latihan angkat beban ringan

ilustrasi olahraga squat (magnific.com/magnific)

Olahraga gak cuma berkaitan dengan otot atau bentuk tubuh. Dilansir dari Mayo Clinic, latihan kekuatan menggunakan beban bebas, resistance band, atau berat badan sendiri dapat membantu memperkuat otot sekaligus mendukung kepadatan tulang. Aktivitas menahan beban seperti berjalan juga termasuk latihan yang bermanfaat bagi tulang.

Kamu gak harus langsung mengangkat beban berat di pusat kebugaran. Mulai dari squat, lunges, atau latihan dengan dumbbell ringan sesuai kemampuan bisa menjadi pilihan. Jika sudah memiliki osteoporosis atau kondisi tertentu yang memengaruhi tulang, konsultasikan jenis latihan yang aman dengan tenaga kesehatan terlebih dahulu.

3. Jangan biarkan kebutuhan kalsium sering terlewat

ilustrasi perempuan minum susu hangat (magnific.com/pvproductions)

Kalsium punya peran besar dalam mempertahankan struktur tulang. Menurut NIH, hampir seluruh kalsium dalam tubuh tersimpan di tulang dan gigi, sementara tulang terus mengalami proses pembentukan serta pemecahan. Kekurangan kalsium dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap berkurangnya kekuatan tulang.

Kamu bisa mendapatkannya dari makanan seperti susu, yoghurt, keju, ikan dengan tulang lunak, tahu, atau beberapa sayuran hijau. Untuk orang dewasa usia 19–50 tahun, kebutuhan kalsium yang direkomendasikan NIH adalah sekitar 1.000 miligram per hari. Jumlah tersebut sebaiknya dipenuhi terutama melalui makanan, sementara penggunaan suplemen gak perlu dilakukan sembarangan.

4. Jangan hanya fokus pada kalsium

ilustrasi makanan sehat (magnific.com/jcomp)

Menjaga tulang gak cukup hanya dengan menghitung berapa banyak kalsium yang masuk setiap hari. Tubuh juga membutuhkan vitamin D agar kalsium dapat diserap dengan baik, sehingga keduanya saling berkaitan dalam menjaga kesehatan tulang. Medical News Today juga memasukkan kalsium, vitamin D, protein, dan aktivitas fisik sebagai bagian dari upaya menjaga kekuatan tulang.

Karena itu, isi piring juga perlu diperhatikan secara keseluruhan. Pastikan makanan harian gak hanya mengandalkan satu jenis nutrisi, tetapi mencakup sumber protein, sayuran, buah, dan makanan kaya kalsium. Pola seperti ini lebih masuk akal untuk jangka panjang daripada mengandalkan satu suplemen dengan harapan bisa mencegah osteoporosis.

5. Bangun kebiasaan sebelum tulang mulai bermasalah

ilustrasi perempuan latihan dengan dumbbell (magnific.com/senivpetro)

Pencegahan osteoporosis bukan sesuatu yang baru dipikirkan ketika memasuki usia lanjut. Healthline menyebut latihan menahan beban dan latihan penguatan otot dapat membantu mempertahankan kekuatan serta kepadatan tulang. Kebiasaan tersebut menjadi semakin relevan karena kehilangan massa tulang dapat meningkat seiring pertambahan usia.

Jadi, investasi untuk tulang sebenarnya bisa dimulai dari hal yang sederhana. Bergerak secara rutin, memenuhi kebutuhan kalsium, mendapatkan vitamin D, dan menjaga pola hidup sehat bisa menjadi bagian dari rutinitas sejak muda. Jika punya faktor risiko osteoporosis atau mengalami keluhan pada tulang, pemeriksaan dan saran tenaga kesehatan tetap diperlukan.

Jaga kesehatan tulang gak harus dimulai dengan perubahan besar yang sulit dipertahankan. Kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten justru bisa menjadi bekal penting ketika tubuh memasuki usia yang lebih matang. Merawat tulang sejak muda berarti memberi tubuh kesempatan untuk tetap bergerak nyaman di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article