Comscore Tracker

Lepas Headphone, 5 Cara Menjaga Kualitas Kesehatan Telinga

Istirahatkan telinga biar gak "capek"

Mendengarkan musik dilakukan banyak orang agar mendapatkan ketenangan. Entah saat sendirian, di kendaraan umum, atau saat bekerja, beberapa orang mendengarkan musik untuk tetap menjaga konsentrasi dari bisingnya dunia. Beberapa penelitian juga mengungkapkan manfaat mendengarkan musik untuk jasmani dan rohani.

Akan tetapi, dari situ muncul masalah baru, yaitu mendengarkan musik terlalu lama dengan volume yang terlalu nyaring. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), 50 persen populasi berusia 12-35 tahun berada dalam bayang-bayang risiko gangguan pendengaran karena kebiasaan mendengarkan lagu lewat headphone terlalu lama dan nyaring.

Penurunan kualitas pendengaran bukanlah masalah usia saja!

Lepas Headphone, 5 Cara Menjaga Kualitas Kesehatan Telingailustrasi mendengarkan musik lewat earphone (unsplash.com/Daria Litvinova)

Dalam pertemuan Meeting of the Acoustical Society of America ke-180 pada Juni 2021, para pakar audio dan kesehatan telinga berbicara tentang bahaya mendengarkan headphone terlalu lama. Hal tersebut disampaikan dalam sesi bertajuk, "Personal audio system use can harm auditory health" pada 10 Juni.

Ketua dewan Quiet Coalition, dr. Daniel Fink, mengatakan kepada Healthline bahwa berkurangnya kualitas pendengaran bukanlah karena faktor umur saja, tetapi juga karena kebisingan yang terakumulasi.

"Komunitas medis dan audiologi serta masyarakat umum tidak mengerti bahwa gangguan pendengaran yang signifikan bukanlah bagian dari penuaan pada umumnya, tetapi sebagian besar disebabkan oleh kebisingan,” papar dr. Fink.

Selain itu, dr. Fink mengibaratkan gangguan pendengaran di usia tua dengan keriput. Bagi beberapa orang, keriput adalah hal manusiawi yang terjadi di usia tua. Padahal, keriput juga lebih banyak disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet (UV).

Colok kuping dengan headphone terus? Bisa rusak kupingnya!

Lepas Headphone, 5 Cara Menjaga Kualitas Kesehatan Telingailustrasi seseorang menggunakan earphone (pexels.com/Burst)

Dalam sesinya, dr. Fink juga mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai disiplin ilmu mengenai bahaya mendengarkan headphone terlalu lama. Aktivitas mendengarkan musik terlalu lama dengan headphone sering kali terlihat pada kawula muda.

Kesimpulan utamanya adalah aktivitas tersebut dapat merusak pendengaran. Mungkin tidak terlihat dalam waktu dekat. Namun, pada usia 40-an, dr. Fink memperingatkan bahwa kualitas pendengaran mereka sama saja seperti kelompok manula di umur 70 dan 80-an.

“Khususnya untuk anak muda… penggunaan headphone di waktu senggang adalah paparan kebisingan utama. Ketika mereka mencapai usia paruh baya, kemungkinan besar di awal hingga pertengahan 40-an, pendengaran mereka akan sama buruknya dengan orang tua di usia 70 dan 80-an,” ujar dr. Fink.

Gangguan pendengaran yang tidak ditangani dapat memengaruhi kesehatan kognitif!

Lepas Headphone, 5 Cara Menjaga Kualitas Kesehatan Telingailustrasi demensia (herhelpinghand.com)

Menurut sebuah studi di Amerika Serikat (AS) yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Network tahun 2011, mereka yang memiliki gangguan pendengaran terpapar pada risiko demensia yang lebih besar. Bagaimana maksudnya?

  • Gangguan pendengaran ringan memiliki risiko terkena demensia hampir dua kali lipat
  • Gangguan pendengaran sedang memiliki risiko terkena demensia tiga kali lipat
  • Gangguan pendengaran berat memiliki risiko terkena demensia lima kali lipat

Mendukung penelitian tersebut, audiolog klinis Mary L. Carson, Au.D., mengatakan jika gangguan pendengaran tidak segera ditangani, maka pasien lebih berisiko tinggi terkena demensia dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, alat bantu dengar dapat mengurangi penurunan kognitif hingga demensia!

“Memulai kebiasaan menjaga kesehatan pendengaran masa kini merupakan investasi kesehatan jangka panjang. Tidak hanya mencegah gangguan pendengaran, tetapi kamu juga mengurangi risiko penurunan kognitif dan demensia seiring bertambahnya usia,” kata Carson.

Lepas Headphone, 5 Cara Menjaga Kualitas Kesehatan Telingailustrasi perempuan menggunakan headphone (unsplash.com/Daniel Mota)

Tidak langsung terlihat, Carson menjelaskan bahwa gangguan pendengaran akibat kebisingan terakumulasi perlahan. Seiring waktu, ditambah dengan kebiasaan mengabaikan kesehatan pendengaran, maka kualitas pendengaran pun menurun.

Menggunakan headphone bukan hal yang salah. Namun, jika terlalu sering, maka telingamu yang kena dampaknya. Oleh karena itu, menjaga kesehatan pendengaran adalah hal yang sangat penting. Apa saja cara yang bisa dilakukan?

Baca Juga: Penyebab Telinga Berdenging, Jangan Disepelekan Ya 

1. Pertahankan frekuensi 70dBA

Lepas Headphone, 5 Cara Menjaga Kualitas Kesehatan Telingailustrasi mendengarkan musik dengan headphone (pexels.com/Tirachard Kumtanom)

National Institute of Health (NIH) menjelaskan bahwa suara 70 A-weighted decibel (dBA) tidak akan merusak telinga meskipun dalam paparan jangka panjang. Namun, jika suara sudah mencapai 85 dBA ke atas, maka dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

"Jika seseorang harus sampai berteriak untuk berbicara hingga terdengar, berarti bising dalam telingamu sudah sekitar 75 dBA," ujar dr. Fink.

Namun, karena sulit untuk mengetahui output dBA dari sebuah headphone, maka dr. Fink menyarankan untuk mengatur volume ke 50 persen, dan mengurangi waktu mendengarkan headphone.

Selain itu, bagi anak-anak, ada opsi membeli headphone dengan volume limit sekitar 85 dBA. Pengawasan orang tua amat disarankan saat pemakaian agar tidak melewati frekuensi dan waktu. Meskipun tetap tidak aman digunakan, headphone dengan volume limit setidaknya lebih aman dibandingkan yang tidak ada sama sekali.

“Gangguan pendengaran sangat buruk bagi anak-anak dan remaja karena mereka harus dapat mendengar untuk dapat belajar dan bersosialisasi. Gangguan pendengaran berdampak pada perkembangan sosial dan keberhasilan pendidikan serta kesempatan bekerja seumur hidup,” kata dr. Fink.

2. Gunakan aplikasi sound meter

Lepas Headphone, 5 Cara Menjaga Kualitas Kesehatan TelingaNIOSH Sound Level Meter di App Store (apps.apple.com)

Baik untuk pengguna Android atau iOS, ada berbagai aplikasi pengatur level suara yang gratis atau murah. Jangan lihat harganya, aplikasi ini dapat membantumu menentukan tingginya kadar kebisingan di sekitarmu.

Bagi para pengguna produk Apple, National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) menawarkan aplikasi "Sound Meter Level" yang gratis! Fitur-fitur kunci yang ditawarkan aplikasi NIOSH adalah:

  • Dikembangkan oleh insinyur akustik berpengalaman dan pakar gangguan pendengaran
  • Diuji dan divalidasi (akurasi ± 2 dBA) menurut standar NIOSH
  • Memenuhi persyaratan tipe 2 dari standar SLM IEC 61672:3 saat digunakan dengan mikrofon eksternal
  • Menyediakan metrik paling relevan yang ditemukan dalam instrumen suara profesional saat ini, menurut standar NIOSH dan OSHA, serta tiga unit desibel utama (dBA, dBC, dan dBZ)
  • Fitur kalibrasi untuk mikrofon internal atau eksternal
  • Pelaporan dan pembagian data
  • Layar informasi terkini tentang kebisingan yang dianggap berbahaya, cara melakukan pengukuran kebisingan, cara memilih pelindung pendengaran dengan benar, dan pedoman untuk mencegah gangguan pendengaran.
  • Dukungan teknis langsung dari ahli pendengaran NIOSH
  • Dapat tersambung dengan Apple Health

3. Gunakan pelindung telinga

Lepas Headphone, 5 Cara Menjaga Kualitas Kesehatan Telingailustrasi ear plug (pixabay.com/asundermeier)

Jika tak ingin mendengarkan bising luar, tidak perlu harus menambahkan bising lain ke dalam telinga. Carson mengatakan bahwa pelindung telinga yang biasa digunakan oleh musisi juga dapat kamu gunakan untuk mengusir bising eksternal. Selain itu, metode ini lebih aman!

“Pelindung telinga hadir dalam berbagai bentuk, dari penutup telinga, sumbat busa, sumbat telinga universal yang dapat digunakan kembali, hingga pelindung telinga yang disesuaikan dengan kebutuhan. Bicaralah dengan pakar kesehatan telinga untuk mendapatkan pelindung telinga terbaik sesuai keperluanmu,” kata Carson.

4. Kenali gejala awal gangguan pendengaran

Lepas Headphone, 5 Cara Menjaga Kualitas Kesehatan Telingailustrasi telinga berdenging atau tinitus (happyearshearing.com)

Carson menjelaskan bahwa tanda-tanda umum awal dari gangguan pendengaran adalah kesulitan untuk mendengar suara di tengah kebisingan.

Selain itu, kamu juga dapat mendengar, tetapi kamu tidak dapat memahami kata-kata lawan bicara. Sensasi telinga berdenging atau tinitus juga adalah gejala awal kerusakan pendengaran.

5. Periksa pendengaran secara rutin

Lepas Headphone, 5 Cara Menjaga Kualitas Kesehatan Telingailustrasia pemeriksaan telinga oleh dokter (medicalgiftguide.com)

Cara terakhir untuk menjaga kesehatan pendengaran adalah dengan memeriksakan telinga secara rutin. Apalagi, jika kamu sudah berusia 50 tahun ke atas atau terpapar kebisingan yang tidak aman, periksakan telingamu setiap tahun.

“Jika kamu melihat adanya perubahan pada pendengaranmu, atau terdengar denging baru atau semakin buruk di telinga, segera memeriksakan pendengaranmu,” kata Carson.

Perlu diingat, mendengarkan lagu lewat headphone tidak dilarang sama sekali. Akan tetapi, jika kamu terus menggunakannya dengan volume suara tinggi dan terlalu sering, maka pendengaranmu bisa menurun seiring waktu. Bukan cuma pendengaran, kemampuan kognitif juga bisa terganggu.

Ada berbagai cara menjaga kesehatan telinga. Untuk mengusir kebisingan pun tidak perlu pakai headphone yang terlalu bising. Ingat untuk selalu jaga kesehatan pendengaran!

Baca Juga: 7 Cara Mencegah Gangguan Pendengaran

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya