TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

8 Cara Menjaga Pola Makan yang Sehat dan Teratur, Upaya Cegah COVID-19

Jadwal makan, cara masak, jenis makanan, semua berhubungan!

under30ceo.com

Pola makan adalah garda terdepan dari menjaga kesehatan tubuh. Tanpa disadari, pola makan yang tidak teratur akan mengundang banyak penyakit. Pertanyaannya, seperti apa, sih, pola makan sehat dan teratur yang bisa bantu dongrak daya tahan tubuh?

Menjawab pertanyaan tersebut, dr. Cut Hafiah Halidha Nilanda, M.Gizi, SpGK, AIFO-K dari RS Hermina Galaxy dan Good Doctor Technology meluangkan waktunya untuk memberikan informasi lebih terkait pola makan sehat lewat acara Health Talk.

Obrolan yang berlangsung secara live di Instagram IDN Times pada Senin (25/1/2021) seakan memberi pencerahan sekaligus mengingatkan tentang betapa pentingnya menjaga pola makan yang sehat teratur, terlebih pada situasi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini. Yuk, simak apa saja cara menjaga pola makan sehat dan teratur!

1. Pola makan adalah fondasi tubuh yang sehat

freepik.com/freepik

Pada awal obrolan, dr. Cut mengingatkan kita untuk memperhatikan dan menjaga pola makan. Ibarat tubuh adalah sebuah gedung, pola makan merupakan fondasi utamanya. Pola makan yang teratur akan membuat tubuh kokoh dan tidak mudah terserang penyakit.

“Bisa dibilang itu adalah daya hidupmu,” ujarnya dalam obrolan selama 1 jam tersebut.

2. Tidak hanya teratur secara jadwal, pola makan yang baik benar-benar memilih jenis makanan yang masuk ke tubuh

freepik/com/pvproductions

Umumnya jadwal makan terbagi berdasarkan tiga waktu utama, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam. Namun, menurut dr. Cut, sebetulnya ada lima waktu makan, lho. Dua lainnya adalah waktunya untuk snack alias ngemil, yang bisa dilakukan di antara waktu makan utama.

Selain memperhatikan waktu makan, jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh juga jangan sembarangan. Saat makan besar, harus ada menu sayuran, karbohidrat, dan protein di dalamnya; 50 persen sayur dan buah, 25 persen protein, dan 25 persen karbohidrat.

“Orang banyak salah kaprah makanan itu ditumpuk satu sama lain. Seharusnya dibagi agar kelihatan porsinya,” kata dr. Cut.

3. Camilan terbaik adalah sayur atau buah

naty.com

Berbicara tentang camilan, mungkin yang ada di pikiran adalah aneka kue, gorengan, snack dalam kemasan, dan sebagai. Akan tetapi camilan sehat yang dimaksud oleh dr. Cut bukan seperti itu.

Camilan dalam pola makan yang sehat adalah sayur dan buah.

“Buah dan sayur punya banyak kandungan vitamin dan serat. Jadi, sebenarnya tidak akan mudah membuatmu lapar lagi. Konsumsi saja berbagai macam sayuran berwarna.”

Selain itu, kamu juga bisa mengonsumsi kacang-kacangan sebagai camilan. Namun, pastikan produk yang dipilih tidak ditambah perasa dan tidak mengandung garam yang tinggi, serta perhatikan pula porsinya, ya.

Baca Juga: Tentukan Waktu Makan yang Tepat dengan Pola Makan Intuitif

4. Cara memasak memengaruhi kandungan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh

nbcnews.com

Tidak hanya jenis makanan, cara memasak juga merupakan komponen penting dalam menjaga pola makan yang sehat. Menggoreng, kata dr. Cut, adalah cara memasak yang tidak sehat dan sebaiknya ganti dengan metode memasak lainnya. Merebus atau mengukus dikatakan lebih sehat dalam menjaga kandungan nutrisi pada sayuran yang dimasak. Meski demikian, prosesnya juga perlu diperhatikan.

Sebagai contoh, sayur yang direbus itu baik, tetapi baiknya sayur tersebut tidak direbus terlalu lama sampai lembek.

“Direbus selama 3 menit saja cukup. Kalau lebih dari itu, nutrisinya bisa hilang,” jelas dr. Cut

5. Suplemen juga baik, tapi jangan jadikan itu sebagai asupan utama

Suplemen makanan (IDN Times/Nurulia R. Fitri)

This is article supported by vivo as Official Journalist Smartphone Partner IDN Media.

Satu lagi penyumbang nutrisi pada tubuh adalah suplemen. Suplemen merupakan semacam substansi yang dibuat spesial berisikan vitamin dan mineral untuk dikonsumsi.

Walau banyak manfaatnya, tetapi dr. Cut mengatakan bahwa suplemen tidak bisa menggantikan posisi makanan sebagai sumber nutrisi terbaik. Dalam fungsinya sendiri, suplemen sebenarnya diarahkan sebagai upaya pencegahan jatuh sakitnya seseorang.

Seperti obat, suplemen ada batas konsumsinya.

“Maksimal 500 mg dalam sehari. Perempuan hamil umumnya akan sangat terbantu dengan konsumsi suplemen vitamin, khususnya vitamin D. Tetapi tolong diingat, itu tidak berarti suplemen bisa menggantikan makanan,” dr. Cut mengingatkan.

6. Boleh diet, tetapi tetap harus bernutrisi

verywellfit.com

Salah satu cara untuk menurunkan berat badan atau mencapai berat badan ideal adalah dengan diet. Meski demikian, dr. Cut tetap mengingatkan kalau diet yang dilakukan tidak membuat kita menghindari atau menghilangkan sumber nutrisi tertentu, misalnya karbohidrat, atau melaparkan diri.

Kalau karbohidrat dihilangkan atau dikurangi secara drastis pada pola makan, bisa-bisa kamu sulit konsentrasi, kebingungan, dan tentu saja tak berenergi.

“Kalau diet, mending mengganti jenis makanannya. Misal nasi bisa diganti jadi kentang. Porsinya juga bisa dikurangi,” terangnya lebih lanjut.

7. Jangan terlalu bingung dengan masalah jam makan

dimensionalpsychotherapy.com

Dalam live Instagram tersebut, banyak yang bertanya tentang jam makan, khususnya waktu makan malam. Salah satunya, ada yang bertanya apakah makan malam di atas jam 8 malam itu aman?

Kata dr. Cut, itu tidak jadi masalah dan lebih baik ketimbang abses makan terlalu lama.

“Kalau misalnya makan terakhir pada sore hari dan setelah itu tidak diisi lagi, nanti perut akan 'marah' dan itu malah membuat lemas. Jam 7, 8, atau 9 (malam) masih tidak masalah, kok. Kalau terlalu khawatir, isi perut dengan camilan,” terang dr. Cut.

Baca Juga: 5 Tips Mengatur Pola Makan Sehat Bagi Penderita HIV/AIDS

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya