TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Olahraga Tidak Bermanfaat Jika Terlalu Berat, Ini 8 Alasan Medisnya

Efeknya tidak berbeda dengan yang tidak berolahraga

davinadiaries.com

Kehidupan kita di zaman sekarang membuat kita hidup dalam situasi yang jarang menggerakkan tubuh. Tidak salah jika gym menjadi jasa dan tempat yang sangat disukai oleh orang, khususnya para pekerja.

Mereka bisa mencari keringat di sana, membentuk tubuhnya sekaligus membugarkan diri lewat berolahraga. Namun ada kenyataan menarik bahwa ada dampak buruk yang bisa didapat jika tubuh terlalu didorong untuk berolahraga. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Mereka yang berolahraga terlalu keras ternyata berisiko untuk meninggal

thriveglobal.com

Time.com, melansir dari Journal of the American College of Cardiology, menyebutkan jika mereka yang terlalu mendorong tubuhnya beraktivitas memiliki risiko mendapatkan dampak buruk. Orang-orang yang berlari dengan kecepatan tinggi lebih dari dalam empat jam selama tiga hari lebih dalam seminggu ternyata memiliki risiko meninggal sama seperti orang-orang kurang gerak atau tidak berolahraga sama sekali.

2. Maraton dikaitkan dengan kerusakan jantung

chicagotribune.com

Contoh paling mudah dari hal ini adalah masalah lari. Lari berat seperti ultra-marathon ternyata mampu menyebabkan seseorang mendapatkan kerusakan jantung, gangguan denyut jantung serta pembesaran pembuluh darah.

Para peneliti percaya jika olahraga yang menuntut daya tahan ekstrem terlalu membebani tubuh, khususnya sistem pernapasan. Bahkan sebuah studi menemukan jika mengulangi olahraga ekstrem itu beberapa kali mampu mengubah bentuk jantung seseorang, menjadikan otot jantungnya lebih tebal dan merusak jaringan.

3. Dampak jelek olahraga berat lebih tampak pada wanita

adrenalfatiguecoach.com

Studi lain menunjukkan jika wanita yang aktif bergerak sekali dalam seminggu memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mendapat serangan jantung atau stroke. Risiko ini meningkat bagi wanita yang berolahraga keras tiap hari.

Bukti lainnya adalah adanya istilah female athlete triad yang meliputi hilangnya menstruasi, bertambahnya risiko osteoporosis serta gangguan pola makan jika berolahraga terlalu keras. Di sini bisa ditarik kesimpulan jika olahraga berlebihan tidak menambah manfaat pada tubuh.

Baca Juga: Coba 11 Gerakan Olahraga Sebelum Tidur Ini, Bikin Nyenyak dan Sehat

4. Olahraga terlalu keras mampu mengurangi gairah seks pria

lifestyle.okezone.com

Walaupun efek buruknya lebih tampak pada wanita, pria pun juga memiliki risiko tersendiri. Menurut jurnal “Endurance Exercise Training and Male Sexual Libido,” olahraga terlalu berat mampu menurunkan libido seorang pria. Hal ini diperkirakan disebabkan oleh kelelahan fisik yang meningkat dan tingkat testosteron yang menurun. Ini juga menjadikan adanya risiko lebih tinggi untuk mendapat cedera berlebihan, seperti keretakan tulang dan cedera ini mampu berulang lagi.

5. Terlalu banyak berolahraga memiliki standarisasi yang berbeda-beda tergantung orangnya

bingeonit.com

Olahraga yang berlebihan memiliki definisi yang berbeda-beda. Menurut businessinsider.sg, arti dari berlebihan itu akan akan sangat bergantung pada umur seseorang, kondisi kesehatan, pilihan latihan hingga gender seseorang. Untuk orang dewasa mereka setidaknya harus mendapatkan latihan standar selama 5 jam dalam seminggu atau dua setengah jam latihan berat. Itupun porsi latihannya tidak bisa disamakan dengan penderita anoreksia.

6. Penjelasan mudahnya, olahraga berlebihan adalah kondisi olahraga yang membuat energimu tidak seimbang

womenpla.net

Huffingtonpost.com.au memberikan definisi mudah dari olahraga yang berlebih lewat wawancaranya dengan pakar nutrisi Jessica Spendlove.

Olahraga berlebihan dapat menyebabkan energi yang tidak seimbang (dari jumlah energi yang dikonsumsi dengan jumlah energi yang dikeluarkan selama berolahraga.) Jika kamu berada dalam kondisi defisit energi untuk jangka waktu yang lama, kamu akan mendapatkan banyak masalah kesehatan,” begitu penjelasan dari Jessica Spendlove.

7. Olahraga berlebihan dapat dikenali lewat beberapa gejala

sleephealthsolutionsohio.com

Kamu bisa mengenali kondisi olahraga berlebihan lewat gejalanya. Adapun gejalanya meliputi peningkatan detak jantung, pengurangan nafsu makan, dehidrasi, gangguan tidur serta mood yang jelek. Untuk wanita, mereka bisa mendapatkan amenorrhea, kondisi tidak mendapatkan menstruasi lebih dari tiga bulan jika tidak diikuti dengan makan yang teratur.

Baca Juga: Meditasi sampai Berolahraga, Ini 7 Cara Melatih Otak agar Tetap Sehat

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya