Ketika pace mulai turun, banyak pelari panik. Mereka akhirnya mencoba memaksakan diri kembali ke pace sebelumnya meski tubuh sudah kelelahan berat. Ini sering memperburuk kondisi.
Pelari berpengalaman biasanya lebih mampu menerima penurunan kecil, mengatur ulang effort, tetap tenang, dan menyesuaikan strategi.
Ingat, pacing juga menyangkut pengambilan keputusan di bawah fatigue.
Positive split adalah kondisi ketika bagian awal lari dilakukan lebih cepat dibanding bagian akhir. Dalam dunia endurance running, fenomena ini sangat umum karena kombinasi adrenalin, pacing yang terlalu agresif, dan keterbatasan fisiologis tubuh.
Meski sering dianggap buruk, tetapi positive split tidak selalu berarti strategi gagal total. Bahkan pelari elite pun bisa mengalaminya tergantung kondisi lomba dan taktik yang digunakan. Namun, dalam banyak lari jarak jauh, positive split yang terlalu besar biasanya menandakan tubuh membakar energi terlalu cepat di awal dan kesulitan mempertahankan effort hingga garis akhir.
Referensi
Chris R Abbiss and Paul B Laursen, “Describing and Understanding Pacing Strategies During Athletic Competition,” Sports Medicine 38, no. 3 (January 1, 2008): 239–52, https://doi.org/10.2165/00007256-200838030-00004.
Brian Hanley, “Pacing Profiles and Pack Running at the IAAF World Half Marathon Championships,” Journal of Sports Sciences 33, no. 11 (December 6, 2014): 1189–95, https://doi.org/10.1080/02640414.2014.988742.
Andrew Renfree et al., “Complex Interplay Between Determinants of Pacing and Performance During 20-km Cycle Time Trials,” International Journal of Sports Physiology and Performance 7, no. 2 (June 1, 2012): 121–29, https://doi.org/10.1123/ijspp.7.2.121.
Jungong Sha et al., “Pacing Strategies in Marathons: A Systematic Review,” Heliyon 10, no. 17 (August 23, 2024): e36760, https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e36760.
R Tucker and T D Noakes, “The Physiological Regulation of Pacing Strategy During Exercise: A Critical Review,” British Journal of Sports Medicine 43, no. 6 (February 17, 2009): e1, https://doi.org/10.1136/bjsm.2009.057562.