Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Gym Perlu Rest Day
ilustrasi gym (freepik.com/Drazen Zigic)

Intinya sih...

  • Rest day diperlukan untuk memperbaiki jaringan otot yang rusak dan mengisi kembali energi yang terkuras selama latihan.

  • Tidak ada aturan baku untuk jumlah rest day yang ideal, tergantung intensitas latihan, tujuan kebugaran, dan kondisi tubuh masing-masing.

  • Tanda-tanda tubuh butuh rest day antara lain mood berubah, nyeri otot tak kunjung hilang, badan lelah, performa latihan stagnan, hingga mudah sakit.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak yang mengira kunci otot cepat terbentuk berlatih di gym setiap hari tanpa jeda. Rasanya ada yang kurang kalau sehari saja melewatkan sesi angkat beban atau kardio, apalagi saat semangat mengejar progres.

Namun, di balik rutinitas yang terlihat disiplin tersebut, muncul pertanyaan soal keamanan bagi tubuh dalam jangka panjang. Sebenarnya, apakah gym perlu rest day atau latihan setiap hari masih aman dilakukan? Daripada salah langkah dan berujung cedera, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

1. Apakah gym perlu rest day?

Rest day memang diperlukan dalam rutinitas gym karena tubuh tidak bisa terus dipaksa latihan tanpa henti. Setiap kali kamu angkat beban atau latihan dengan intensitas tinggi, otot akan mengalami tekanan dan robekan kecil. Proses ini memang penting untuk membangun kekuatan dan massa otot, tapi hasilnya baru akan terasa kalau tubuh diberi waktu yang cukup untuk pulih.

Nah, di sinilah peran rest day jadi penting. Saat istirahat, tubuh bekerja memperbaiki jaringan otot yang rusak dan mengisi kembali energi yang terkuras selama latihan. Kalau latihan terus tanpa jeda, badan jadi lebih cepat lelah, performa menurun, dan risiko cedera pun makin besar. Sama seperti tubuh butuh tidur setiap malam, tubuh juga butuh waktu khusus untuk recovery dari olahraga.

Dengan rest day yang cukup, otot bisa pulih dan tumbuh lebih kuat, rasa pegal berkurang, dan latihan selanjutnya terasa lebih ringan. Tidak cuma fisik, pikiran juga jadi lebih fresh dan motivasi tetap terjaga.

2. Berapa hari rest day yang ideal saat gym?

ilustrasi rest day (pexels.com/MART PRODUCTION)

Otot sebenarnya tidak tumbuh saat kamu latihan, melainkan saat tubuh beristirahat. Ketika angkat beban, otot mengalami kerusakan kecil, lalu tubuh memperbaikinya melalui proses pemulihan. Pada fase ini, otot menjadi lebih besar dan kuat karena tubuh bisa mensintesis protein dengan lebih optimal. Karena itu, memberi waktu istirahat yang cukup sangat penting agar hasil latihan benar-benar terasa.

Soal jumlah rest day, tidak ada aturan baku yang berlaku untuk semua orang. Ada yang cukup dengan satu rest day dalam seminggu, tapi ada juga yang butuh 2 hingga 3 hari, tergantung intensitas latihan, tujuan kebugaran, dan kondisi tubuh masing-masing.

3. Tanda-tanda tubuh butuh rest day

Latihan rutin memang bagus, tapi tubuh juga punya batasnya sendiri. Kalau terus memaksakan latihan tanpa jeda, tubuh akan mulai memberi sinyal bahwa ia butuh istirahat. Nah, berikut beberapa tanda tubuh sudah butuh rest day yang perlu kamu perhatikan:

  • Mood jadi mudah berubah, kurang semangat, atau kehilangan motivasi latihan

  • Nyeri otot terasa lebih berat dan tidak kunjung hilang setelah beberapa hari

  • Badan terasa sangat lelah, bahkan sebelum mulai latihan

  • Performa latihan stagnan atau terasa mentok

  • Lebih mudah sakit karena daya tahan tubuh menurun

  • Muncul cedera akibat otot dan sendi dipakai terus-menerus

  • Kualitas tidur menurun atau sulit tidur nyenyak.

Fakta mengenai apakah gym perlu rest day ini membuktikan bahwa istirahat bukan penghambat progres, melainkan kunci agar otot pulih dan berkembang lebih optimal. Jadi, jangan sampai ambisi latihan malah merugikan kesehatanmu!

FAQ seputar apakah gym perlu rest day

Apakah gym perlu rest day?

Iya, rest day diperlukan agar otot bisa pulih, memperbaiki diri, dan menjadi lebih kuat setelah latihan.

Apa yang terjadi jika gym tanpa rest day?

Tubuh lebih cepat lelah, performa menurun, dan risiko cedera meningkat.

Apakah rest day berarti tidak boleh olahraga sama sekali?

Tidak selalu. Kamu tetap bisa melakukan aktivitas ringan seperti stretching atau jalan santai.

Referensi

"How Often Should You Take a Rest Day?". UCLA Health. Diakses Februari 2026.
"How Important Are Rest Days in a Weightlifting Routine?". SVRG. Diakses Februari 2026.

Editorial Team