Comscore Tracker

9 Tips Membersihkan Retainer, Bukan Cuma Pakai Air

Sama pentingnya dengan membersihkan gigi

Retainer atau penahan gigi adalah alat bantu untuk menjaga susunan gigi yang baru selesai dirapikan. Retainer membantu otot dan jaringan di mulut menahan gigi di penempatan barunya. Beberapa orang perlu memakai retainer pada malam hari tanpa batas waktu untuk menjaga gigi tetap di tempatnya.

Makanan dan plak di gigi bisa menumpuk di retainer. Sama seperti menyikat gigi, retainer juga perlu dijaga kebersihannya. Buat kamu yang sedang menggunakan retainer, inilah tips untuk membersihkannya.

1. Pembersihan bervariasi menurut jenisnya

Langkah pertama membersihkan retainer adalah mengidentifikasi jenis retainer yang kamu punya. Ada tiga jenis retainer, yaitu:

  • Retainer Hawley dibentuk dari akrilik agar pas dengan mulut. Jenis ini memiliki kawat yang membantu menahan retainer di tempatnya. Retainer jenis ini dapat dilepas sehingga mudah dibersihkan.
  • Retainer plastik bening (bisa disebut sebagai Essix, Vivera, atau aligner bening). Retainer ini dipasang di gigi dan tidak terlihat. Jenis ini mudah dilepas, tetapi tidak tahan lama seperti retainer Hawley.
  • Retainer permanen. Jenis ini sebenarnya melekat pada gigi depan bawah. Mereka digunakan oleh individu yang memiliki risiko tinggi mengalami pergeseran gigi. Tidak bisa dilepas, retainer permanen biasanya dipasang selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

2. Jaga retainer tetap lembap

9 Tips Membersihkan Retainer, Bukan Cuma Pakai Airilustrasi tips membersihkan retainer (unsplash.com/Diana Polekhina)

Air tidak akan membersihkan retainer dengan sendirinya, tetapi minum banyak air pada siang hari dapat mencegah pertumbuhan bakteri yang berlebihan. Menjaga agar retainer tetap lembap akan membantu mencegah kerusakan. Air juga memerangi mulut kering yang terkait dengan kerusakan gigi.

Jika retainer terasa kotor, kamu bisa mencoba berkumur air beberapa kali. Soda dan minuman manis lainnya dapat memengaruhi retainer seperti halnya gigi. Lepas retainer sebelum minum minuman manis dan sebelum makan apa pun.

Retainer yang mengering lebih rentan rusak. Apabila tidak menggunakan retainer, rendam dalam air setiap kali tidak menggunakannya.

Apabila tidak membawa wadah untuk retainer atau jika retainer kotor dan tidak dapat segera dibersihkan, kamu bisa membalutnya dengan tisu basah sampai retainer bisa dibersihkan dengan benar.

3. Jangan membersihkan retainer dengan pasta gigi

Dilansir MB Orthodontics, selalu gunakan sikat berbulu lembut saat membersihkan retainer. Gunakan air saja, jangan pakai pasta gigi. Bahan abrasif dalam pasta gigi, meskipun ini baik untuk gigi, dapat menggores retainer.

Goresan pada retainer dapat menyebabkan masalah selain membuatnya tampak usang. Goresan adalah tempat yang sempurna bagi bakteri untuk menetap dan tumbuh, yang mungkin tidak dapat dijangkau atau dihilangkan oleh penyikatan di masa mendatang.

4. Pakai pembersih gigi palsu

9 Tips Membersihkan Retainer, Bukan Cuma Pakai Airilustrasi retainer (pexels.com/Anna Shvets)

Membersihkan retainer dengan pembersih gigi palsu dari waktu ke waktu, terutama jika tidak ada pilihan lain yang tersedia, dianggap aman, mengutip Medical News Today. Namun, seiring waktu penggunaan pembersih gigi palsu dapat mengubah warna retainer menjadi kuning.

Untuk membersihkan dengan pembersih gigi tiruan, bilas retainer dan kemudian membiarkannya terendam dalam pembersih gigi tiruan selama sekitar 20 menit. Setelah mengeluarkannya, gosok lembut dengan sikat gigi berbulu lembut. Jika saat dipakai retainer terasa seperti pembersih gigi tiruan, bilas hingga rasa tersebut hilang.

Baca Juga: Waktu yang Tepat Mengganti Gigi Palsu dan Tips Merawatnya

5. Menggunakan soda kue

Soda kue atau baking soda adalah disinfektan serbaguna yang aman. Ini juga dapat membantu memutihkan retainer yang telah menguning. Soda kue mengontrol bakteri tanpa bahan kimia keras dan dapat mencegah retainer mengembangkan ketidakseimbangan pH yang membahayakan mulut.

Dilansir WebMD, kamu bisa membersihkan retainer yang dilepas dalam campuran soda kue dan air. Jika kamu menggunakan retainer Hawley, jangan merendamnya terlalu lama atau terlalu sering. Larutan soda kue dapat menimbulkan korosi pada bagian logam retainer.

Karena retainer Essix (plastik) tidak memiliki bagian logam, retainer dapat direndam dalam larutan soda kue lebih lama dan lebih sering.

6. Cuka

9 Tips Membersihkan Retainer, Bukan Cuma Pakai Airilustrasi wadah retainer atau aligner bening (unsplash.com/Aurela Redenica)

Cuka putih adalah disinfektan lembut yang dapat menghilangkan bau dan residu. Untuk membersihkan retainer dengan cuka, buat campuran di wadah kecil yang terdiri dari setengah cuka putih dan setengah air hangat. Retainer kemudian harus direndam dalam campuran tersebut selama 20 menit.

Jika retainer tertutup film atau endapan mineral, sikat gigi berbulu lembut dapat digunakan untuk menggosok retainer hingga bersih. Setelah dibilas dengan air dingin, rendam lagi selama 20 menit.

Cuka memiliki bau yang kuat, jadi mungkin cara pembersihan ini bukan untuk semua orang. Gunakan wadah sekali pakai juga dapat mengurangi bau cuka yang tersisa.

7. Pakai sabun Castile

Sabun Castile kurang beracun dibanding produk pembersih lainnya. Kamu bisa membuatnya sendiri dari larutan minyak zaitun dan sabun kelapa atau membelinya.

Untuk membersihkan retainer dengan sabun Castile, tambahkan sedikit air hangat, kemudian celupkan retainer ke dalam campuran dan gosok dengan sikat gigi.

Retainer harus dibiarkan terendam selama 2-3 menit sebelum digosok lagi, jika perlu. Setelah itu, bilas dengan air dingin sebelum menggunakan retainer lagi atau rendam dengan air suling.

8. Gunakan obat kumur

9 Tips Membersihkan Retainer, Bukan Cuma Pakai Airilustrasi tipe retainer (greatorthosmiles.com)

Obat kumur dirancang untuk memerangi plak, bakteri, dan endapan lain di mulut. Itu juga dapat membersihkan retainer jika opsi lain tidak tersedia.

Menggunakan obat kumur untuk membersihkan retainer setiap kali tidak ideal dan mungkin tidak membersihkannya secara menyeluruh. Obat kumur yang mengandung alkohol juga dapat mengeringkan retainer dan mulut.

Jika tidak ada pilihan lain, kamu bisa mencelupkan retainer ke dalam obat kumur non-alkohol selama 2-3 menit, berkumur dengan air dingin, kemudian gosok dengan lembut menggunakan sikat gigi berbulu lembut.

9. Gunakan pembersih retainer

Beberapa produsen menawarkan pembersih retainer. Penting untuk mengikuti petunjuk pada kemasan. Beberapa jenis pembersih memerlukan penggunaan mesin pembersih sonik atau perendaman semalaman. Lainnya tidak boleh digunakan pada jenis retainer tertentu, atau untuk orang dengan gigi sensitif atau penyakit gusi. Dokter gigi dapat merekomendasikan pembersih retainer sesuai kebutuhan individu.

Atau, kamu dapat membawa retainer saat janji temu rutin dengan dokter gigi untuk dibersihkan.

Seberapa sering retainer harus dibersihkan?

9 Tips Membersihkan Retainer, Bukan Cuma Pakai Airilustrasi retainer (unsplash.com/Diana Polekhina)

Menurut para ahli, bersihkan retainer setidaknya sehari sekali. Kamu mungkin juga ingin membersihkannya dengan pembersih gigi palsu yang mengandung antibakteri seminggu sekali. Ini dapat membantu membunuh bakteri apa pun pada retainer.

Apabila retainer tidak dibersihkan secara teratur, ini dapat mengakibatkan:

  • Bintik putih kecil.
  • Bau tak sedap.
  • Rasa tidak enak.
  • Lapisan film.
  • Terlihat keruh.

Tips merawat retainer

Di luar cara-cara di atas, ini tips lainnya untuk merawat retainer yang juga penting untuk dilakukan:

  • Cuci tangan. Kamu berisiko memindahkan kuman ke dalam mulut jika tidak mencuci tangan terlebih dahulu. Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang retainer.
  • Sikat atau bilas. Setelah makan dan sebelum memasukkan kembali retainer ke dalam mulut, cobalah untuk menyikat gigi atau berkumur.
  • Jadikan itu kebiasaan. Setelah mengeluarkan retainer dari mulut, segera bersihkan. Ini membuatnya lebih mudah untuk menghilangkan partikel makanan dan meminimalkan kemungkinan kotoran akan mengeras pada retainer. Jika perlu, atur pengingat di HP tak hanya untuk membersihkan retainer, tetapi juga untuk memakainya.
  • Gunakan wadah penyimpanan retainer yang tepat. Bicaralah dengan dokter gigi untuk mengetahui cara terbaik untuk menyimpan retainer saat tidak memakainya. Beberapa retainer mungkin perlu dikeringkan, sementara jenis lainnya mungkin perlu direndam. Tanyakan kepada dokter gigi tentang jenis larutan perendaman untuk retainer kamu.
  • Selalu bawa wadah retainer ke mana pun kamu pergi.
  • Bersihkan wadah retainer. Wadah ini mungkin memiliki lebih banyak bakteri daripada retainer. Saat kamu membersihkan retainer, bersihkan juga wadahnya.
  • Jangan membungkus retainer dengan tisu. Ini mudah disalahartikan sebagai sampah kemudian tak sengaja membuangnya.
  • Hindari panas. Jangan meninggalkan retainer di dalam mobil yang panas, di dekat pemanas, atau di dekat kompor yang menyala. Ini bisa merusak retainer.
  • Jauhkan dari hewan peliharaan. Anjing dapat dengan mudah mengunyah dan merusak retainer

Membersihkan retainer sama pentingnya dengan menyikat gigi. Tips di atas merupakan penjelasan umum. Untuk lebih jelasnya, diskusikan perawatan dan pembersihan retainer yang tepat dengan dokter gigi.

Baca Juga: 5 Alasan Penting untuk Merapikan Gigi yang Berantakan

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya