Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Begini Cara Bedakan Gejala Anemia dengan Kelelahan pada Ibu Hamil

Begini Cara Bedakan Gejala Anemia dengan Kelelahan pada Ibu Hamil
ilustrasi ibu hamil (pexels.com/@leah-newhouse)

Kehamilan merupakan masa yang penuh tantangan bagi tubuh ibu. Banyak ibu hamil merasakan berbagai perubahan fisik yang kerap memicu kelelahan, bahkan tak jarang, gejala kelelahan ini bisa sulit dibedakan dari anemia. Kelelahan yang dialami secara berulang atau berkepanjangan sebaiknya tidak diabaikan, karena bisa menjadi tanda adanya kondisi medis yang lebih serius, seperti anemia. 

Menurut Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kabupaten Mojokerto dengan situs pafikabupatemojokerto.org, penting bagi ibu hamil untuk mengenali dan memahami perbedaan antara kelelahan biasa dan gejala anemia, karena keduanya memerlukan penanganan yang berbeda.

1. Perbedaan gejala kelelahan dan anemia

Ilustrasi kelelahan (pexels.com/Ron Lach)
Ilustrasi kelelahan (pexels.com/Ron Lach)

Secara umum, kelelahan biasa pada ibu hamil muncul akibat peningkatan beban fisik tubuh yang harus memenuhi kebutuhan dua individu sekaligus. Kelelahan ini biasanya terasa setelah aktivitas yang padat dan dapat berkurang dengan istirahat.

Sementara itu, anemia terjadi akibat kurangnya sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Gejala anemia pada ibu hamil cenderung lebih spesifik, seperti sering merasa pusing, sesak napas, dan pucat.

2. Tanda-tanda anemia yang harus diwaspadai

ilustrasi anemia (pexels.com/Pavel Danilyuk)
ilustrasi anemia (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Tanda-tanda anemia dapat meliputi kulit pucat, lemas berkepanjangan, dan detak jantung yang lebih cepat dari biasanya. Anemia juga sering kali membuat ibu merasa kelelahan sepanjang waktu, meskipun sudah beristirahat. Jika ibu hamil mengalami gejala-gejala ini secara konsisten, pemeriksaan medis sangat dianjurkan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

3. Pentingnya asupan nutrisi dan suplemen

ilustrasi suplemen BCAA (pexels.com/Polina Tankilevitch)
ilustrasi suplemen BCAA (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Untuk mencegah anemia, ibu hamil perlu memperhatikan asupan nutrisi, terutama zat besi. Mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging merah, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta suplemen yang direkomendasikan oleh dokter, bisa membantu memenuhi kebutuhan harian.

4. Konsultasi dengan tenaga medis

ilustrasi dokter (dok. Istimewa)
ilustrasi dokter (dok. Istimewa)

Jika kelelahan tidak kunjung hilang dan disertai dengan gejala khas anemia, seperti pucat dan jantung berdebar, penting untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Diagnosis dini sangat membantu dalam menentukan jenis perawatan dan suplementasi yang tepat bagi ibu hamil.

Memahami perbedaan antara kelelahan biasa dan anemia pada ibu hamil dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan bayi. Dengan langkah pencegahan dan pemahaman yang tepat, ibu hamil dapat menjalani kehamilan yang lebih nyaman dan sehat. (WEB)

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ahmad Faisal
EditorAhmad Faisal
Follow Us

Latest in Health

See More

[QUIZ] Seberapa Jeli Matamu Menebak Member Hearts2Hearts?

09 Apr 2026, 11:50 WIBHealth