ilustrasi mencium bau badan (pexels.com/MART PRODUCTION)
Mengutip laman BBC, gen yang bertanggung jawab untuk memproduksi kotoran telinga, yaitu ABCC11, juga bertanggung jawab untuk menghasilkan bau badan. Gen ABCC11 ini mengkode protein yang disebut transporter. Protein transporter adalah protein yang membantu transportasi molekul dalam tubuh melintasi membran sel. Protein inilah yang membawa molekul keringat keluar dari sel ke kulit, yang kemudian akan dimakan bakteri dan menghasilkan senyawa volatil berbau alias bau badan.
Saat terjadi mutasi pada gen ABCC11, protein transporter ini menjadi tidak aktif atau dianggap cacat. Di mana, keberadaannya akan segera dihancurkan oleh sel sebelum sempat menjalankan fungsinya. Akibatnya, beberapa komponen tertentu dari keringat tidak terangkut keluar secara keseluruhan melalui membran sel yang membuat keringat menjadi kurang berbau.
Nah secara molekuler, protein transporter aktif ini ternyata hanya dijumpai pada orang yang memiliki kotoran telinga basah. Sementara itu, orang dengan kotoran telinga kering, protein ini ditemukan cacat. Inilah yang membuat seseorang dengan kotoran telinga tipe basah memiliki bau badan lebih menyengat, dan kotoran telinga kering menjadi kurang berbau.
Jadi, benarkah kotoran telinga memengaruhi bau badan? Jawabannya adalah benar. Di mana, kotoran telinga basah menyebabkan bau badan yang lebih menyengat karena protein transporter dari gen penyandi kotoran telinga aktif. Sedangkan pada kotoran telinga kering menyebabkan bau badan yang kurang berbau karena protein transporter yang membawa keringat cacat sehingga tidak bisa mengangkut semua komponen keringat dan menyebabkan molekul keringat kurang berbau.
Kotoran telinga dan bau badan memiliki hubungan keterkaitan satu sama lain. Di mana mereka dihasilkan oleh kelenjar yang sama dan dipengaruhi oleh gen yang sama. Di sisi lain, jenis kotoran telinga tertentu juga memengaruhi bau badan. Namun, bau badan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang bervariasi, seperti jenis kelamin, pola makan, usia, kesehatan kekebalan tubuh, serta penggunaan deodoran.
Referensi
“Your Earwax and Sweat Have Something Smelly in Common”. McGill. Diakses September 2026.
“How the ABCC11 gene affects body odor”. Medical News Today. Diakses September 2026.
“A strong association of axillary osmidrosis with the wet earwax type determined by genotyping of the ABCC11 gene”. National Library of Medicine. Diakses September 2026.
“Earwax type: The myth”. University of Delaware. Diakses September 2026.
“What your earwax can reveal about your health”. BBC. Diakses September 2026.
“How Are Earwax and Body Odor Linked?”. The Scientist. Diakses September 2026.