Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi plank
ilustrasi plank (vecteezy.com/IVAN SVIATKOVSKYI)

Intinya sih...

  • Durasi plank untuk pemula sebaiknya disesuaikan dengan kekuatan otot inti. Durasi awal yang disarankan untuk pemula berkisar antara 20 hingga 30 detik per set.

  • Teknik plank yang benar lebih penting dibanding menahan waktu lama. Posisi tubuh harus stabil, dan pernapasan perlu dijaga agar tidak tertahan selama plank.

  • Frekuensi latihan plank memengaruhi efektivitas bagi pemula. Plank dapat dilakukan sekitar 3 hingga 4 kali dalam seminggu dengan durasi singkat, tapi konsisten.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Plank sering disebut sebagai latihan sederhana, tetapi kenyataannya gerakan ini menuntut kerja otot yang sangat spesifik dan terkontrol. Bagi pemula, plank kerap menimbulkan kebingungan karena durasinya terlihat singkat, namun terasa berat sejak detik awal.

Meski begitu, efektivitas plank tidak ditentukan oleh keberanian menahan posisi selama mungkin, melainkan oleh cara tubuh beradaptasi secara bertahap. Untuk memahami durasi plank yang benar bagi pemula tanpa risiko cedera, berikut penjelasan yang perlu kamu pahami sebelum memulainya.

1. Durasi plank untuk pemula sebaiknya disesuaikan dengan kekuatan otot inti

ilustrasi plank (pexels.com/dao_kp20226443)

Bagi pemula, plank tidak perlu dilakukan dalam waktu lama karena otot inti masih beradaptasi dengan beban statis. Menahan plank terlalu lama justru sering membuat posisi tubuh berubah tanpa disadari, terutama pada punggung bawah dan bahu. Ketika otot mulai lelah, tubuh cenderung mengompensasi dengan postur yang kurang tepat sehingga manfaat plank berkurang. Durasi yang terlalu panjang pada tahap awal juga meningkatkan risiko nyeri punggung, terutama jika teknik belum matang. Oleh karena itu, pendekatan bertahap jauh lebih aman dan efektif.

Durasi awal yang disarankan umumnya berkisar antara 20 hingga 30 detik per set. Waktu ini cukup untuk mengaktifkan otot perut, punggung, dan bahu tanpa memaksa tubuh bekerja di luar kapasitasnya. Setelah tubuh terbiasa, durasi dapat ditambah secara perlahan tanpa perlu terburu-buru. Fokus utama tetap pada kualitas posisi, bukan lamanya waktu. Dengan cara ini, plank benar-benar bekerja sesuai fungsinya sebagai latihan inti.

2. Teknik plank yang benar lebih penting dibanding menahan waktu lama

ilustrasi plank (vecteezy.com/Suriyawut Suriya)

Plank sering terlihat mudah karena gerakannya minim, tetapi teknik yang keliru dapat membuat latihan ini kehilangan efektivitas. Posisi kepala, bahu, pinggul, dan tumit harus berada dalam satu garis lurus agar beban otot tersebar merata. Jika pinggul terlalu turun atau justru terangkat, tekanan akan berpindah ke area yang tidak seharusnya. Kesalahan kecil ini sering terjadi ketika pemula memaksakan durasi plank terlalu lama. Akibatnya, otot inti tidak bekerja optimal.

Menahan plank selama 20 detik dengan teknik yang benar jauh lebih bermanfaat dibanding 1 menit dengan postur yang salah. Teknik yang baik membantu otot inti belajar bekerja secara stabil dan terkontrol. Selain itu, pernapasan juga perlu dijaga agar tidak tertahan selama plank. Tarikan napas yang teratur membantu tubuh tetap rileks meski otot sedang bekerja. Inilah alasan durasi pendek sering kali lebih efektif pada tahap awal.

3. Frekuensi latihan plank memengaruhi efektivitas bagi pemula

ilustrasi plank (vecteezy.com/Tonefoto grapher)

Selain durasi, frekuensi latihan plank juga berperan besar dalam hasil yang diperoleh. Pemula tidak perlu melakukan plank setiap hari dengan durasi panjang karena otot tetap memerlukan waktu pemulihan. Latihan yang terlalu sering tanpa jeda dapat menyebabkan otot kelelahan dan menurunkan kualitas gerakan. Dalam jangka panjang, kondisi ini justru menghambat perkembangan kekuatan inti. Pendekatan yang seimbang jauh lebih dianjurkan.

Plank dapat dilakukan sekitar 3 hingga 4 kali dalam seminggu dengan durasi singkat, tapi konsisten. Pola ini memberi kesempatan otot untuk beradaptasi dan pulih secara alami. Dengan frekuensi yang teratur, peningkatan durasi akan terasa lebih mudah dan aman. Tubuh pun akan merespons latihan dengan lebih stabil tanpa rasa nyeri berlebihan. Konsistensi sederhana sering kali lebih efektif daripada latihan intens tanpa perencanaan.

4. Peningkatan durasi plank perlu mengikuti respons tubuh

ilustrasi plank (vecteezy.com/Volodymyr Ivash)

Setiap tubuh memiliki kemampuan adaptasi yang berbeda, sehingga peningkatan durasi plank tidak bisa disamaratakan. Ada pemula yang merasa nyaman menambah waktu setelah beberapa sesi, tetapi ada pula yang memerlukan waktu lebih lama. Sinyal tubuh seperti gemetar berlebihan atau nyeri tajam sebaiknya tidak diabaikan. Tanda-tanda ini menunjukkan bahwa otot sudah berada di batas kemampuan sementara. Mengabaikannya justru berisiko menimbulkan cedera.

Peningkatan durasi plank sebaiknya dilakukan secara bertahap, misalnya menambah 5 hingga 10 detik setiap minggu. Cara ini memberi kesempatan tubuh menyesuaikan diri tanpa tekanan berlebihan. Jika durasi terasa terlalu berat, tidak ada salahnya kembali ke waktu sebelumnya. Proses ini membantu membangun kekuatan inti secara alami dan berkelanjutan. Plank bukan tentang siapa yang paling lama bertahan, melainkan siapa yang paling konsisten menjaga kualitas gerakan.

5. Variasi plank membantu pemula memahami batas kemampuan tubuh

ilustrasi plank (vecteezy.com/Viorel Kurnosov)

Banyak pemula menganggap plank hanya satu jenis gerakan, padahal terdapat beberapa variasi yang bisa disesuaikan dengan kemampuan. Variasi seperti knee plank dapat menjadi alternatif yang lebih ringan tanpa mengurangi manfaat latihan inti. Menggunakan variasi membantu pemula memahami batas tubuh tanpa rasa tertekan untuk mengikuti standar tertentu. Dengan cara ini, latihan terasa lebih ramah dan terkontrol. Otot inti tetap bekerja tanpa harus dipaksa.

Setelah variasi dasar terasa nyaman, pemula dapat beralih ke plank standar dengan durasi singkat. Pergantian variasi juga membantu mengurangi kebosanan saat latihan. Selain itu, variasi plank melatih koordinasi dan stabilitas tubuh secara bertahap. Pendekatan ini membuat proses latihan terasa lebih realistis dan mudah diikuti. Hasilnya, plank menjadi kebiasaan sehat yang berkelanjutan.

Durasi plank yang efektif untuk pemula sebenarnya tidak panjang, selama dilakukan dengan teknik yang tepat dan konsisten. Fokus pada kualitas gerakan, frekuensi latihan, serta respons tubuh akan memberi hasil yang lebih nyata dibanding sekadar mengejar waktu. Jadi, setelah memahami hal ini, sudahkah kamu siap memulai plank dengan cara yang lebih tepat?

Referensi

"Straight talk on planking". Harvard Medical School. Diakses pada Januari 2026.

"The Surprising Truth About How Long You Should Hold a Plank". Men's Health. Diakses pada Januari 2026.

"15 Plank Variations You Haven’t Tried but Need to ASAP". Healthline. Diakses pada Januari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team