Tubuh biasanya akan memberikan tanda saat sudah mulai pulih dan siap kembali berlari setelah maraton. Salah satu tanda yang paling mudah dirasakan adalah berkurangnya nyeri atau pegal pada otot. Setelah maraton, banyak pelari mengalami delayed onset muscle soreness (DOMS), yaitu nyeri otot yang muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah race akibat adanya kerusakan kecil pada jaringan otot.
Semakin berat rasa pegal yang muncul, biasanya makin lama juga waktu recovery yang dibutuhkan. Sebaliknya, jika nyeri mulai berkurang dan tubuh terasa lebih nyaman untuk bergerak, itu bisa menjadi tanda bahwa proses pemulihan berjalan baik.
Selain melihat kondisi tubuh, kamu juga bisa memantau resting heart rate (RHR) atau heart rate variability (HRV) lewat smartwatch atau fitness tracker. Jika detak jantung istirahat sudah kembali normal seperti sebelum maraton dan tubuh terasa lebih segar, biasanya kamu sudah mulai siap untuk kembali berlari secara perlahan.
Berapa lama recovery setelah lari maraton tergantung kondisi tubuh dan effort saat race berlangsung. Setelah maraton, tubuh membutuhkan waktu untuk kembali pulih secara bertahap. Karena itu, jangan lupa dengarkan kondisi tubuh sebelum mulai latihan lagi, ya.
Berapa lama recovery setelah lari marathon? | Umumnya recovery marathon membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu, tergantung kondisi tubuh dan intensitas saat race. |
Kapan boleh mulai lari lagi setelah marathon? | Biasanya pelari mulai kembali jogging ringan setelah tiga hingga tujuh hari jika tubuh sudah tidak terlalu pegal. |
Kenapa tubuh terasa sangat pegal setelah marathon? | Karena otot mengalami tekanan dan kerusakan kecil selama berlari jarak jauh, sehingga muncul delayed onset muscle soreness (DOMS). |
Referensi
"How to Recover After a Marathon and When to Return to Running". Runner's World. Diakses Mei 2026.
"How Long Does It Take To Recover From A Marathon?". The Running Channel. Diakses Mei 2026.