Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Gym yang Benar
ilustrasi gym (pexels.com/Andres Ayrton)

Intinya sih...

  • Pemilihan beban menentukan aman atau tidaknya latihan

  • Urutan latihan memengaruhi efektivitas kerja otot

  • Kecepatan gerakan berpengaruh pada kualitas latihan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Gym sering dipahami sebagai aktivitas fisik untuk membentuk tubuh, padahal manfaat utamanya justru terletak pada bagaimana latihan dilakukan secara tepat. Cara gym yang benar menentukan apakah tubuh benar-benar menjadi lebih sehat atau justru rentan cedera dan kelelahan berkepanjangan. Banyak kesalahan muncul bukan karena kurang niat, tetapi karena minim pemahaman tentang kerja tubuh saat dilatih.

Gym tidak menuntut kemampuan ekstrem, melainkan keputusan yang tepat sejak awal latihan. Jika dilakukan dengan pendekatan yang benar, gym dapat membantu menjaga fungsi otot, sendi, dan sistem tubuh tetap optimal tanpa tekanan berlebihan. Berikut penjelasan mengenai cara gym yang benar agar tubuh lebih sehat.

1. Pemilihan beban menentukan aman atau tidaknya latihan

ilustrasi beban latihan (pexels.com/Andres Ayrton)

Beban sering dijadikan tolok ukur keberhasilan latihan, padahal kesalahan memilih beban justru menjadi sumber masalah paling umum di gym. Beban yang terlalu berat membuat tubuh mengompensasi gerakan dengan posisi yang keliru, sehingga tekanan berpindah ke sendi dan tulang belakang. Kondisi ini tidak selalu terasa langsung, tetapi dampaknya bisa muncul dalam bentuk nyeri berkepanjangan.

Beban ideal seharusnya memungkinkan gerakan tetap terkontrol dari awal hingga akhir. Otot bekerja maksimal saat beban sesuai kemampuan, bukan saat dipaksakan. Dengan beban yang tepat, latihan menjadi lebih aman dan manfaatnya lebih konsisten bagi tubuh.

2. Urutan latihan memengaruhi efektivitas kerja otot

ilustrasi gym (pexels.com/Johnny Garcia)

Banyak orang langsung melatih bagian tubuh tertentu tanpa memperhatikan urutan latihan. Padahal, urutan yang keliru membuat otot cepat lelah sebelum bekerja optimal. Latihan sebaiknya dimulai dari kelompok otot besar sebelum beralih ke otot yang lebih kecil.

Pendekatan ini membantu tubuh menggunakan energi secara efisien dan mengurangi risiko cedera. Otot besar yang dilatih lebih dulu juga membantu menopang gerakan berikutnya. Dengan urutan yang tepat, tubuh bekerja lebih seimbang dan tidak terbebani secara sepihak.

3. Kecepatan gerakan berpengaruh pada kualitas latihan

ilustrasi gym (pexels.com/Ivan S)

Gerakan yang terlalu cepat sering dianggap efektif, padahal justru mengurangi kerja otot. Saat gerakan dilakukan terburu-buru, tubuh cenderung mengandalkan momentum, bukan kekuatan otot. Akibatnya, latihan terasa berat tetapi hasilnya kurang optimal.

Gerakan yang terkontrol memberi kesempatan otot bekerja penuh sepanjang rentang gerak. Cara ini juga membantu menjaga posisi tubuh tetap stabil. Dengan mengatur kecepatan, latihan menjadi lebih aman sekaligus lebih efektif untuk kesehatan otot.

4. Frekuensi latihan perlu memberi ruang pemulihan tubuh

ilustrasi gym (pexels.com/Ivan S)

Datang ke gym terlalu sering tanpa jeda justru dapat membuat tubuh kelelahan. Otot membutuhkan waktu untuk memperbaiki diri setelah dilatih. Tanpa jeda yang cukup, proses pemulihan terganggu dan performa menurun.

Frekuensi ideal memungkinkan tubuh pulih sebelum kembali dilatih. Latihan yang dilakukan secara terukur jauh lebih bermanfaat dibanding latihan intens tanpa jeda. Dengan pengaturan frekuensi yang tepat, tubuh terasa lebih bertenaga dan tidak mudah cedera.

5. Sinyal tubuh harus menjadi acuan saat berlatih

ilustrasi gym (pexels.com/Julia Larson)

Tubuh selalu memberi tanda saat latihan sudah melewati batas kemampuan. Rasa nyeri tajam, pusing, atau mual bukan bagian dari latihan yang sehat. Mengabaikan sinyal ini sering berujung pada cedera yang sebenarnya bisa dicegah.

Mendengarkan tubuh bukan berarti berhenti berlatih, tetapi menyesuaikan intensitas dengan kondisi saat itu. Cara ini membantu menjaga latihan tetap aman dan berkelanjutan. Gym yang benar adalah latihan yang membuat tubuh terasa lebih baik setelahnya.

Cara gym yang benar agar tubuh lebih sehat tidak menuntut kemampuan berlebihan, tetapi pemahaman yang tepat tentang cara tubuh bekerja. Kesalahan kecil seperti beban, urutan, atau kecepatan gerakan dapat berdampak besar bagi kesehatan. Jika gym sudah menjadi bagian dari gaya hidup, sudahkah latihan yang dijalani benar-benar membantu tubuh menjadi lebih sehat?

Referensi:

"7 tips for a safe and successful strength-training program," Harvard Medical School. Diakses pada Januari 2026

"How to Start Exercising: A Beginner’s Guide to Working Out," Healthline. Diakses pada Januari 2026

"Fitness training: Elements of a well-rounded routine," Mayo Clinic. Diakses pada Januari 2026

"Fitness Exercise. WebMd. Diakses pada Januari 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team