Comscore Tracker

Amankah Menurunkan Berat Badan dalam Waktu Singkat?

Penurunan berat badan secara ekstrem justru berbahaya

"Cara menurunkan berat badan 10 kilogram dalam waktu seminggu." Klaim tersebut mungkin sering kamu lihat dalam pemberitaan atau iklan produk. Meskipun rasanya mustahil, tetapi tidak sedikit yang mencoba berbagai cara untuk menurunkan berat badan secara ekstrem dalam waktu singkat.

Menurunkan berat badan berlebih memang disarankan untuk orang-orang yang kelebihan berat badan demi mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan. Namun, amankah menurunkan berat badan dalam waktu singkat? Ini penjelasannya!

1. Cara mengetahui berat badan termasuk berlebih atau normal

Amankah Menurunkan Berat Badan dalam Waktu Singkat?ilustrasi menimbang berat badan (pexels.com/Annushka Ahuja)

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan, ada dua cara untuk mengetahui apakah berat badan tergolong sehat atau tidak, yaitu melalui perhitungan indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar pinggang.

IMT yaitu menghitung perbandingan antara tinggi dengan berat badan. Untuk mengetahuinya secara mudah, kamu bisa menggunakan kalkulator IMT yang banyak tersedia secara daring.

Menurut Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, IMT normal adalah antara 18,5 sampai 25. IMT kategori kegemukan atau overweight yaitu lebih dari 25 sampai 27. Sementara itu, obesitas ketika hasil IMT lebih dari 27.

Selain IMT, juga diperlukan pengukuran lingkar pinggang untuk mengetahui jumlah lemak di perut. Terlalu banyak lemak di perut meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke. Menurut Direktorat P2PTM Kemenkes, lingkar perut dikatakan berlebih ketika lebih dari 90 sentimeter (cm) pada laki-laki dan lebih dari 80 cm pada perempuan.

2. Menurunkan berat badan

Amankah Menurunkan Berat Badan dalam Waktu Singkat?ilustrasi penurunan berat badan (pexels.com/Total Shape)

Memiliki berat badan berlebih atau obesitas meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Menurut WebMD, beberapa masalah kesehatan yang muncul akibat obesitas yaitu hipertensi, penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga masalah pernapasan. Maka dari itu, para pakar kesehatan menyarankan untuk mengurangi berat badan apabila memiliki berat badan berlebih untuk menurunkan risiko masalah kesehatan di kemudian hari.

Meskipun begitu, bicara tentang menurunkan berat badan, banyak yang ingin menguranginya dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat. Padahal, menurut CDC, menurunkan walau hanya 5 sampai 10 persen dari total berat tubuh sudah dapat memperbaiki kesehatan.

Menurunkan berat badan juga bermanfaat untuk menjaga kadar gula darah pada orang-orang dengan diabetes. Selain itu, banyak orang yang menjadi lebih bertenaga dan tidur lebih nyenyak setelah berat badannya berkurang.

Baca Juga: Studi: Menurunkan Berat Badan Kurangi Risiko Osteoartritis Lutut

3. Bolehkah menurunkan berat badan secara cepat?

Amankah Menurunkan Berat Badan dalam Waktu Singkat?ilustrasi menurunkan berat badan dengan cepat (pexels.com/SHVETS production)

Mencapai berat badan bukan hanya sekadar dengan diet, melainkan gaya hidup sehat dengan pola makan sehat, rutin olahraga, dan mampu mengelola stres dengan baik. Selain itu, menurunkan berat badan secara bertahap sekitar 1 sampai 2 pon (sekitar 450 sampai 900 gram) per minggu lebih mungkin mempertahankan berat badan.

Menurunkan berat badan dengan cepat mungkin terdengar menggoda. Namun, diet ketat jarang mencapai berat badan yang sehat dan berkelanjutan. Justru, kebanyakan orang yang menurunkan berat badan secara cepat tak lama akan kembali mencapai berat badannya semula. Selain itu, penurunan berat badan secara instan juga tidak baik untuk tubuh.

4. Mengapa menurunkan badan secara ekstrem berbahaya untuk kesehatan?

Menurunkan berat badan yang sehat yaitu dengan menurunkan berat badan secara perlahan, bukan secara instan dalam waktu singkat. Seperti penjelasan dalam akun Instagram resmi Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan @p2ptmkemenkesri, penurunan berat badan yang dianjurkan adalah antara 0,5 sampai 1 kg setiap minggu secara bertahap. 

Sama halnya dengan obesitas, diet dengan tujuan menurunkan berat badan secara cepat juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Apabila penurunan berat badan dilakukan secara cepat dan drastis, maka ini dapat berakibat kehilangan sebagian besar air, elektrolit, dan mineral.

Selain itu, penurunan berat badan secara ekstrem juga mengakibatkan kehilangan jaringan otot dan protein. Hal tersebut meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan, gangguan kekebalan tubuh, gangguan keseimbangan elektrolit, hingga gangguan siklus haid.

5. Melakukan gaya hidup sehat secara berkelanjutan

Amankah Menurunkan Berat Badan dalam Waktu Singkat?ilustrasi buah apel (pexels.com/Vincenzo Malagoli)

Everyday Health menjelaskan bahwa menurunkan berat badan yang sehat biasanya menerapkan gaya hidup sehat secara berkelanjutan. Tanpa perubahan gaya hidup berkelanjutan, maka manfaat kesehatan yang didapatkan menjadi kurang maksimal.

Maka dari itu, perlu untuk membiasakan makan makanan bergizi, melakukan aktivitas fisik secara teratur, mengelola stres, dan cukup tidur. Kebiasaan sehat yang sudah berjalan juga tidak boleh ditinggalkan setelah target berat badan tercapai. Dengan tetap melakukan gaya hidup sehat, maka berat badan dapat dipertahankan dalam jangka waktu lebih lama.

Penurunan berat badan secara cepat dan drastis dalam waktu singkat tidak disarankan. Idealnya, turunkanlah berat badan secara bertahap, antara 0,5 sampai 1 kg per minggu, sehingga dapat mencapai berat badan yang sehat dan berkelanjutan.

Penurunan berat badan ekstrem dalam waktu singkat justru meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan, gangguan kekebalan tubuh, gangguan keseimbangan elektrolit, hingga gangguan siklus haid. Apabila kesulitan menurunkan berat badan secara sehat, tidak ada salahnya untuk konsultasi ke dokter atau ahli gizi.

Baca Juga: 8 Saus Ini Diam-diam Tinggi Kalori, Bikin Sulit Turun Berat Badan

Dewi Purwati Photo Verified Writer Dewi Purwati

Health enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya