Comscore Tracker

Bagaimana Batuk bisa Terjadi? Yuk, Pahami!

Batuk merupakan respons alami tubuh

Batuk tentunya bukan hal yang asing. Batuk bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu gejala. Meskipun terlihat sepele, tetapi batuk bisa terasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Batuk bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Pada dasarnya, batuk merupakan respons alami tubuh. Lantas, bagaimana batuk bisa terjadi? Simak penjelasannya di bawah ini sampai habis. 

1. Batuk

Bagaimana Batuk bisa Terjadi? Yuk, Pahami!ilustrasi batuk (pexels.com/Vlada Karpovich)

Dilansir American Lung Association, batuk merupakan refleks yang terjadi spontan atau tiba-tiba. Ketika terdapat lendir, kuman, atau debu yang mengiritasi tenggorokan dan saluran pernapasan, maka tubuh akan otomatis merespons dengan cara batuk. Sama halnya dengan bersin, batuk dapat melindungi tubuh.

WebMD juga menjelaskan hal yang sama, bahwa batuk sebenarnya dapat melindungi diri. Dengan adanya batuk maka tubuh dapat mengeluarkan sesuatu yang tidak seharusnya ada di paru-paru atau saluran pernapasan, misalnya debu atau makanan.

2. Siapa saja yang sering mengalami batuk?

Bagaimana Batuk bisa Terjadi? Yuk, Pahami!ilustrasi batuk (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Menurut Mayo Clinic, batuk sesekali merupakan hal yang normal. Namun, batuk yang berkepanjangan dan kuat dapat meyebabkan iritasi paru-paru dan membuat batuk lebih parah. Selain itu, batuk yang berkepanjangan juga mengakibatkan sulit tidur, sakit kepala, hingga muntah. 

Batuk bisa dialami oleh siapa saja. Cleveland Clinic menjelaskan, beberapa orang lebih sering mengalami batuk daripada orang lain. Beberapa kelompok tersebut, antara lain:

  • Pengguna tembakau, seperti rokok.
  • Pengguna vape.
  • Memiliki penyakit kronis, terutama yang berkaitan dengan perapasan.
  • Memiliki riwayat alergi.
  • Anak-anak.

Baca Juga: Batuk Perokok, Apa Bedanya dengan Batuk Lainnya?

3. Penyebab batuk

Bagaimana Batuk bisa Terjadi? Yuk, Pahami!ilustrasi virus (pexels.com/Monstera)

Batuk bisa terjadi secara disengaja atau refleks tubuh. Sebagian batuk menjadi tanda adanya penyakit serius. Namun, sering kali batuk akan hilang dengan sendirinya.

National Health Service (NHS) menjelaskan bahwa batuk paling sering terjadi karena selesma atau flu. Menambahkan penjelasan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), selesma atau common cold disebabkan berbagai jenis virus, tetapi penyebab paling sering yaitu rhinovirus. Sementara itu, flu disebabkan oleh influenza virus. Selain selesma dan flu, penyebab batuk yaitu asap rokok, alergi, heartburn, bronkitis, dan lainnya.

4. Bagaimana batuk bisa terjadi?

Bagaimana Batuk bisa Terjadi? Yuk, Pahami!ilustrasi batuk (pexels.com/Edward Jenner)

Batuk adalah cara tubuh dalam merespons ketika ada sesuatu yang mengiritasi tenggorokan atau saluran pernapasan. Adanya iritan tersebut menstimulasi saraf dan mengirim pesan ke otak. Otak selanjutnya akan memberi tahu otot-otot dada dan perut untuk mengeluarkan iritan sehingga terjadilah batuk.

Medical News Today menjelaskan, terdapat tiga fase batuk, yaitu:

  • Inhalasi atau masuknya udara.
  • Peningkatan tekanan di tenggorokan dan paru-paru dengan pita suara tertutup.
  • Pelepasan udara yang eksplosif dengan pita suara terbuka sehingga memberi suara khas batuk.

5. Penanganan batuk

Bagaimana Batuk bisa Terjadi? Yuk, Pahami!ilustrasi minum obat (pexels.com/Gustavo Fring)

American Lung Association menjelaskan bahwa batuk ditangani sesuai dengan penyebabnya. Batuk umumnya disebabkan oleh selesma sehingga dapat hilang dengan sendirinya. Sebaliknya, apabila batuk masih belum reda, bisa jadi batuk yang dialami memerlukan konsultasi dengan dokter agar diketahui penyebabnya.

Obat bebas yang tersedia bisa membantu mengurangi gejala batuk. Sementara itu, batuk yang disebabkan alergi atau iritan tertentu, maka perlu menghindari paparan iritan pemicunya. Asap rokok bisa menjadi iritan yang menyebabkan batuk. Oleh sebab itu, penting juga untuk menghindari paparan asap rokok.

Batuk merupakan respons alami tubuh ketika terdapat lendir, kuman, atau debu yang mengiritasi tenggorokan dan saluran pernapasan. Adanya iritan menstimulasi saraf sehingga terjadi batuk untuk mengeluarkan iritan. Namun, apabila batuk juga disertai dengan kesulitan bernapas, demam, kesulitan tidur, batuk disertai darah, atau batuk terjadi terus menerus tanpa perbaikan selama tiga minggu, maka kamu perlu berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga: Ada Rasa Logam saat Batuk, Ini 9 Kemungkinan Penyebabnya

Dewi Purwati Photo Verified Writer Dewi Purwati

Health enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya