Comscore Tracker

Mirip Yoghurt, Yuk Berkenalan dengan Kefir dan 6 Manfaat Supernya

Katanya lebih sehat dari yoghurt, lho!

Kefir adalah jenis minuman fermentasi yang sudah dikonsumsi ribuan tahun lamanya di Asia Tengah. Kefir berasal dari pegunungan Kaukasus bekas Uni Soviet, di mana minuman tersebut difermentasi secara alami dalam kantong yang terbuat dari kulit binatang.

Secara tradisional, kefir diolah melalui susu sapi, kambing, atau domba dan biji kefir yang mengandung bakteri hidup dan ragi untuk proses fermentasi. Dilansir Prevention, menurut jurnal "Frontiers in Microbiology" tahun 2016, prosesnya sudah dilakukan selama berabad-abad.

Mengingat kefir merupakan olahan susu yang melewati proses fermentasi, tentu menjadikannya tak berbeda jauh dengan yoghurt. Banyak dijual, mari mengenali berbagai manfaat sehat kefir bagi kesehatan tubuhmu.

Kefir vs yoghurt, mana yang lebih baik?

Mirip Yoghurt, Yuk Berkenalan dengan Kefir dan 6 Manfaat Supernyapixabay.com/Aline Ponce

Sama-sama sumber probiotik, tetapi ternyata kefir memberikan manfaat yang lebih besar. Bukan tanpa alasan, ini karena kandungan 61 strain bakteri baik dan raginya yang lebih banyak.

Selain itu, menurut sebuah laporan dalam "Journal of Dairy Science and Biotechnology", beberapa strain tidak ditemukan dalam yoghurt, di antaranya adalah Lactobacillus caucasus, Leuconostoc, spesies Acetobacter, dan spesies Streptococcus.

Kefir juga lebih mudah dicerna karena ukuran dadihnya yang lebih kecil daripada yoghurt, sehingga cocok dikonsumsi bayi, pengidap kelelahan kronis, gangguan pencernaan, serta lansia.

Dari segi rasa, tak beda jauh dengan yoghurt, yaitu asam dan tajam, serta konsistensi yang kental. Kefir juga mengandung sedikit beralkohol karena proses fermentasinya.

Tak perlu berpanjang-panjang lagi, berikut ini adalah manfaat kefir bagi kesehatan.

1. Menyehatkan pencernaan

Mirip Yoghurt, Yuk Berkenalan dengan Kefir dan 6 Manfaat Supernyafi.starsinsider.com

Seperti yang kita tahu, dalam pencernaan kita terdapat bakteri baik dan bakteri jahat. Maka, sudah menjadi keharusan untuk menjaga keseimbangannya agar kesehatan pencernaan kita terjaga.

Nah, kefir sendiri mengandung bakteri baik alias probiotik. Apa, sih, probiotik itu?

Dilansir News-Medical.net, probiotik adalah mikroorganisme hidup yang kaya manfaat jika dikonsumsi. Salah satunya adalah Lactobacillus yang keampuhannya sudah tak asing lagi.

Priobiotik dikenal mampu meredakan kembung dan melancarkan buang air besar. Selain itu, laporan dalam National Library of Medicine juga mengatakan bahwa probiotik juga mampi mengatasi sindrom iritasi usus besar (IBS).

Dilansir National Institutes of Health (NIH), cara kerjanya adalah mikroorganisme tersebut akan menjelajahi usus dan mengusir bakteri jahat.

2. Bersifat antibakteri

Mirip Yoghurt, Yuk Berkenalan dengan Kefir dan 6 Manfaat Supernyaflickr.com/jules:stonesoup

Hal ini bisa terjadi karena terdapat kandungan probiotik tertentu. Misalnya Lactobacillus kefiri yang berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri jahat, termasuk salmonela, Helicobacter pylori dan E. coli. 

Menurut sebuah studi dalam "International Journal of Antimicrobial Agents" tahun 2005, kefiran, tipe kerbohidrat dalam kefir, juga memiliki properti antibakteri. 

Baca Juga: Harus Tahu, Ini 8 Manfaat Probiotik Untuk Tubuh

3. Kaya akan kalsium

Mirip Yoghurt, Yuk Berkenalan dengan Kefir dan 6 Manfaat Supernyacommons.wikimedia.org/Svorad

Demi tubuh sehat, kebutuhan kalsium setiap harinya harus terpenuhi. Namun, berapa banyak anjurannya?

Dilansir NIH, rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Lahir-usia 6 bulan: sekitar 200 mg
  • Bayi usia 7-12 bulan: sekitar 260 mg
  • Anak usia1-3 tahun: sekitar 700 mg
  • Anak usia 4-8 tahun: sekitar 1.000 mg
  • Anak usia 9-13 tahun: sekitar 1.300 mg
  • Remaja usia 14-18 tahun: sekitar 1.300 mg
  • Orang Dewasa usia 19-50 tahun: sekitar 1.000 mg
  • Pria dewasa usia 51-70 tahun: sekitar 1.000 mg
  • Wanita dewasa usia51-70 tahun: sekitar 1.200 mg
  • Orang dewasa usia 71 tahun dan lebih tua: sekitar 1.200 mg
  • Remaja hamil dan menyusui: sekitar 1.300 mg
  • Dewasa hamil dan menyusui: sekitar 1.000 mg

Dalam secangkir kefir, diperkirakan terdapat 300-400 mg kalsium. Tidak sedikit, kan? Sisanya bisa kamu penuhi lewat makanan lainnya. 

Beberapa studi, salah satunya dalam jurnal "Osteoporosis International" tahun 2013, kefir full-fat tak cuma sumber baik kalsium, tetapi juga vitamin K2. Vitamin ini berperan penting dalam metabolisme kalsium. Suplementasi vitamin K2 telah terbukti dapat menurunkan risiko patah tulang sebesar 81 persen.

Menurut sebuah penelitian pada hewan yang dipublikasikan dalam jurnal medis "Osteoporosis International" tahun 2015, kefir dapat meningkatkan penyerapan kalsium pada sel-sel tulang. Ini tentunya dapat dapat mempromosikan kepadatan tulang, yang mana ini dapat mencegah patah tulang.

4. Mencegah kanker

Mirip Yoghurt, Yuk Berkenalan dengan Kefir dan 6 Manfaat Supernyaunsplash.com/National Cancer Institute

Kefir juga disebut-sebut dapat mencegah terjadinya kanker, yaitu salah satu penyakit penyebab kematian terbesar di dunia.

Kanker terbentuk karena sel-sel abnormal tubuh tumbuh tak terkendali. Menurut sebuah studi dalam "Nutrition and Cancer" tahun 2016, probiotik dalam produk fermentasi diyakini dapat menekan pertumbuhan tumor dengan menstimulasi sistem kekebalan tubuh. Maka dari itu, sangat mungkin bahwa kefir yang mengandung priobiotik dapat melawan kanker.

Berdasarkan sebuah penelitian dalam "Journal of Medicinal Food" tahun 2007, ekstrak kefir dapat mengurangi jumlah sel kanker payudara hingga 56 persen, dibandingkan dengan ekstrak yoghurt yang hanya mengurangi sebanyak 14 persen.

Terdengar menjanjikan, ya? Meski begitu, penelitian terhadap manusia perlu dilakukan untuk benar-benar membuktikannya.

5. Menurunkan kadar kolestrol jahat

Mirip Yoghurt, Yuk Berkenalan dengan Kefir dan 6 Manfaat Supernyasoocer.ru

Kefir mampu menurunkan kadar kolestrol jahat yang diserap tubuh dari makanan karena, lagi-lagi, kandungan probiotiknya. Manfaat ini juga termasuk memengaruhi cara tubuh menggunakan, memproduksi, serta memproses kolesterol.

Ada studi dalam "Journal of Clinical Lipidology" tahun 2016 yang menemukan bahwa minuman kefir menyebabkan peningkatan profil lipid serum yang signifikan tetapi serupa, dibandingkan dengan susu rendah lemak, dalam pola makan tinggi produk susu pada partisipan perempuan pramenopause yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Nah, kalau kolesterol terkendali, berarti kamu juga bisa terlindungi dari risiko terkena penyakit jantung koroner.

6. Aman untuk penderita intoleransi laktosa

Mirip Yoghurt, Yuk Berkenalan dengan Kefir dan 6 Manfaat Supernyasouthlakestyle.com

Produk susu umumnya mengandung gula alami yang disebut sebagai laktosa. Banyak orang, khususnya dewasa, memiliki kondisi intoleransi laktosa.

Nah, bakteri asam laktat dalam produk susu fermentasi seperti kefir dan yoghurt dapat mengubah laktosa menjadi asam laktat, sehingga jenis makanan ini kandungan laktosanya lebih sedikit ketimbang produk susu biasa.

Kefir juga mengandung enzim yang dapat membantu memecah laktosa lebih jauh lagi. Menurut studi dalam "Journal of the American Dietetic Association" tahun 2003, kefir umumnya bisa ditoleransi orang-orang dengan intoleransi laktosa, paling tidak dibandingkan dengan susu biasa.

Bahkan, dilansir Medical News Today, ada sebuah penelitian berskala kecil tahun 2003 yang mengatakan bahwa konsumsi kefir dapat membantu meningkatkan kemampuan tubuh mencerna laktosa secara perlahan, bahkan sampai mengatasi intoleransi laktosa.

Mengutip dari Women's Health, kamu tetap mesti tahu tingkat keparahan intoleransi laktosa yang dimiliki. Sebisa mungkin, pilih produk kefir biasa daripada yang beraroma. Sebab, tambahan gula di dalamnya menjadikan manfaat yang didapat jadi kurang maksimal.

Bagimana, jadi tertarik untuk mengonsumsi kefir secara rutin, kan?

Baca Juga: 7 Tanda Kamu Mengalami Intoleransi Laktosa, Menolak Produk Olahan Susu

Garnis Sukma Photo Verified Writer Garnis Sukma

Semoga artikelnya bermanfaat ya, kurang lebihnya mohon maaf^^. Btw, jangan lupa mampir @_inigarnis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya