Comscore Tracker

Kebiasaan Buruk Penyebab Gigi Anak Berantakan, Apa Saja?

Salah satunya adalah kebiasaan bernapas melalui mulut

Masa pertumbuhan dan perkembangan merupakan masa yang penting bagi anak-anak karena semua organ tubuh akan berkembang menuju kematangan fungsinya. Hal tersebut juga berlaku pada rongga mulut, yang mana gigi geligi beserta jaringan lainnya juga ikut berkembang.

Baik pada periode perkembangan gigi susu maupun gigi bungsu, keduanya memiliki keterkaitan sehingga akan saling berhubungan. Masa pertumbuhan dan perkembangan ini menjadi kunci baik buruknya organ tubuh di masa mendatang.

Seperti yang kita tahu, banyak remaja sekarang yang menggunakan kawat gigi karena gigi yang tidak rapi atau istilah medisnya adalah maloklusi. Maloklusi merupakan keadaan ketika susunan gigi baik rahang atas maupun rahang bawah tidak dalam posisi yang baik ketika beroklusi.

Maloklusi tentu akan mengganggu fungsi normal dalam rongga mulut, yaitu dalam pengunyahan, pengucapan, dan estetika wajah. Selain itu, kesehatan gigi dan mulut juga tidak optimal jika terdapat maloklusi gigi. 

Maloklusi bisa terjadi dan terus berkembang buruk sejak di masa anak-anak, ketika gigi yang sedang berkembang mengalami gangguan akibat beberapa kebiasaan buruk yang dilakukan. Apa saja kebiasaan buruk tersebut?

1. Menggigit benda 

Kebiasaan Buruk Penyebab Gigi Anak Berantakan, Apa Saja?ilustrasi anak menggigiti benda (pexels.com/Karolina Grabowska)

Kebiasaan buruk satu ini sangat umum dilakukan oleh anak-anak, terutama yang suka sekali memasukkan benda-benda ke dalam rongga mulut. Gigi yang dapat berubah posisi akibat kebiasaan ini tergantung pada daerah mana anak tersebut menggigit. Perubahan posisi akan sangat terlihat dari tidak rapinya posisi gigi, baik ketika menutup maupun membuka mulut.

Kebiasaan menggigiti kuku biasanya menggunakan gigi seri depan atas dan bawah, sedangkan kebiasaan menggigiti benda seperti pensil biasanya menggunakan gigi geraham.

Dengan menggigit benda ataupun kuku, gigi akan mengalami tekanan yang berlebih dan seiring waktu ketika kebiasaan tersebut terus terjadi, gigi akan cenderung mengalami pergeseran dari posisi awal gigi tersebut.

Selain itu, benda-benda yang cukup keras ketika digigit dengan gaya yang cukup kuat juga bisa menimbulkan perubahan posisi rahang dan nyeri pada sendi rahang. Benda-benda yang digigit juga berisiko untuk menyebabkan infeksi dan iritasi di dalam rongga mulut.

2. Bernapas melalui mulut

Kebiasaan Buruk Penyebab Gigi Anak Berantakan, Apa Saja?ilustrasi anak tidur dan bernapas lewat mulut (pexels.com/Aditya Bose)

Bernapas melalui mulut bisa terjadi karena adanya penyumbatan pada jalur napas (rongga hidung), anatomi bibir, dan kebiasaan buruk. Pada anak yang memiliki kebiasaan ini, biasanya terdapat ciri khusus, yaitu wajah tampak memanjang dan menyempit. Tentu saja hal tersebut akan sangat mengganggu estetika wajah.

Kebiasaan bernapas melalui mulut dapat mengakibatkan gigi depan atas akan miring ke arah bibir, bibir atas terbuka, bibir bawah tampak masuk ke dalam, dan langit-langit mulut menjadi tinggi. Kelainan tersebut terjadi karena bernapas melalui mulut memengaruhi stimulasi otot lidah yang normal dan karena tekanan berlebih dari otot-otot sekitar rongga mulut.

Baca Juga: Memutihkan Gigi, Apa Efek Samping dari Bleaching Gigi?

3. Tongue thrusting

Kebiasaan Buruk Penyebab Gigi Anak Berantakan, Apa Saja?ilustrasi menjulurkan lidah (pexels.com/Yan Krukov)

Tongue thrusting merupakan kebiasaan menjulurkan lidah atau mendorong gigi depan menggunakan lidah ketika menelan, berbicara dan saat lidah beristirahat.

Adanya gaya dari lidah yang diteruskan melalui dorongan ke gigi depan akan menyebabkan kondisi bibir atas dan bawah yang tidak bisa menutup sempurna, proklinasi atau miringnya gigi ke arah depan, dan gigitan terbuka dimana gigi gigi depan atas dan bawah tidak berkontak ketika menutup mulut.

Selain itu, kebiasaan mendorong gigi depan juga akan menyebabkan celah-celah antar gigi yang mengakibatkan tidak maksimalnya fungsi pengunyahan.

4. Mengisap ibu jari

Kebiasaan Buruk Penyebab Gigi Anak Berantakan, Apa Saja?ilustrasi kebiasaan mengisap jempol (unsplash.com/Sean Foster)

Mengisap ibu jari juga menjadi kebiasaan umum yang dilakukan oleh anak-anak, terutama ketika merasa takut atau cemas. Tanpa disadari, kebiasaan ini merupakan kebiasaan yang buruk terutama jika dilakukan dalam periode yang lama.

Kebiasaan mengisap ibu jari akan menggeser posisi lidah ke arah bawah, rahang bawah dan gigi depan bawah terdorong ke belakang, rahang atas dan gigi depan atas terdorong ke depan, serta gigi atas dan bawah tidak berkontak ketika menutup mulut.

5. Menggigit bibir

Kebiasaan Buruk Penyebab Gigi Anak Berantakan, Apa Saja?ilustrasi kebiasaan menggigiti bibir (pexels.com/Muhammad Jahangir)

Menggigiti bibir merupakan sebuah kebiasaan buruk jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Bibir yang umumnya sering digigit oleh anak-anak yaitu bibir bawah. Kebiasaan menggigit bibir bawah akan menyebabkan gigi depan atas maju atau miring ke depan, gigi depan bawah miring ke arah belakang, dan adanya diastema atau celah antar gigi.

Sementara itu, kebiasaan buruk menggigit bibir atas akan menyebabkan gigi depan atas miring ke ke belakang, gigi depan bawah miring ke arah depan, dan adanya diastema atau celah antar gigi.

Selain itu, ketika kebiasaan menggigit bibir ini dilakukan terlalu kuat juga bisa menimbulkan luka pada bibir. Kebiasaan ini biasanya dapat diatasi dengan penggunaan alat lip bumper.

Kebiasaan buruk yang terjadi dalam jangka waktu lama akan memperparah kondisi maloklusi, terutama terjadi pada masa anak bertumbuh dan berkembang. Selain itu, kebiasaan ini juga akan makin sulit dihilangkan ketika telah lama terjadi. Oleh karena itu, pentingnya edukasi dari orang tua untuk menjaga dan mengawasi anak pada masa tumbuh kembang agar gigi geligi dapat tumbuh dengan baik dan rapi.

Akan tetapi, jika sudah terlanjur terjadi, segeralah konsultasi dengan dokter gigi agar bisa segera ditangani sebelum maloklusi gigi makin memburuk dan mengganggu fungsi normal gigi dalam mengunyah, berbicara, dan secara estetika.

Baca Juga: COVID-19 Bisa Menyebabkan Gigi Copot? Ini Faktanya!

Ignasius Oktadewien Photo Writer Ignasius Oktadewien

Seseorang yang tertarik pada bidang kesehatan, terutama kesehatan gigi dan mulut.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya