Comscore Tracker

5 Bahan Makanan yang Punya Zat Antigizi, Perlukah Dihindari?

Salah satunya adalah telur

Setiap makanan yang kita konsumsi mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Namun, ada pula makanan yang mengandung zat antigizi. Apa itu?

Zat antigizi adalah suatu senyawa yang jika diberikan baik langsung maupun tidak langsung dalam jumlah tertentu bisa menyebabkan gangguan kesehatan serta menghambat penyerapan zat gizi lainnya dalam tubuh.

Penelitian menyebut bahwa zat antigizi adalah cara alami untuk membantu kita agar lebih memperhatikan pola makan. Zat antigizi dibagi menjadi tiga, yaitu antivitamin, antiprotein, dan antimineral.

Bukan berarti senyawa antigizi dalam makanan tidak bisa dihilangkan, lo! Dengan pengolahan yang tepat, bahan makanan yang mengandung zat antigizi berikut ini tetapi bisa kamu konsumsi dalam pola makan sehari-hari.

1. Telur 

5 Bahan Makanan yang Punya Zat Antigizi, Perlukah Dihindari?Ilustrasi telur. pixabay.com/Alexas_Fotos

Meski menawarkan banyak nutrisi penting, ternyata telur juga mengandung zat antigizi. Ya, senyawa tersebut berada dalam bagian putih telurnya. 

Putih telur memiliki senyawa yang disebut avidin, yang merupakan suatu protein yang dapat memberikan pengaruh negatif bagi tubuh karena kemampuannya mengikat biotin (vitamin B7). Biotin yang terikat kuat oleh avidin membuatnya tidak bisa diserap oleh usus, yang akhirnya dikeluarkan bersama feses.

Namun, tak perlu khawatir, karena pengolahan telur yang dimasak hingga matang akan merusak avidin, sehingga tidak lagi merugikan tubuh.

2. Ikan dan seafood 

5 Bahan Makanan yang Punya Zat Antigizi, Perlukah Dihindari?Ilustrasi hidangan seafood. pixabay,com/nedrafols

Ikan dan seafood masuk dalam bahan makanan selanjutnya yang memiliki senyawa antigizi di dalamnya. Senyawa itu bernama thiaminase. Berdasarkan laporan dalam International Journal of Research in Applied, Natural and Social Sciences tahun 2015, thiaminase adalah enzim yg mampu merusak tiamina (vitamin B1).

Adanya thiaminase menyebabkan vitamin B1 yang diperoleh dari bahan makanan tidak bisa dicerna dengan baik oleh tubuh, karena enzim tersebut memecahkan struktur kimia dari tiamina. Karena itulah tubuh jadi berisiko mengalami defisiensi atau kekurangan vitamin B1.

Beberapa makanan hewani seperti ikan, udang, siput, kerang, dan cumi-cumi banyak mengandung thiaminase. Meski begitu, tak perlu khawatir karena dengan proses pemasakan hingga matang, thiaminase bisa dinonaktifkan.

Baca Juga: Bikin Bau Tak Sedap, Ini 8 Makanan Penyebab Keputihan Abnormal

3. Kacang-kacangan 

5 Bahan Makanan yang Punya Zat Antigizi, Perlukah Dihindari?Ilustrasi kacang tanah. pixabay.com/forwimuwi73

Kacang-kacangan banyak dikonsumsi sehari-hari sebagai sumber protein dan lemak nabati yang baik bagi kesehatan. Namun, tahukah kamu kalau kacang-kacangan juga mengandung senyawa antigizi?

Ialah senyawa asam fitat yang dapat mengikat mineral-mineral penting dalam makanan, seperti zat besi, kalsium, selenium, tembaga, zink, sehingga ketersediaan dalam tubuh bisa terganggu. Selain mengikat mineral, asam fitat juga bisa berikatan dengan protein, sehingga dapat menurunkan nilai cerna protein.

Semakin tinggi kandungan asam fitat dalam bahan makanan, semakin sedikit jumlah mineral dan protein yang dapat diserap tubuh, sehingga menyebabkan ketersediannya dalam tubuh menjadi rendah.

Kabar baiknya, untuk mengurangi kadar asam fitat, kacang-kacangan bisa diolah dengan cara perendaman, perebusan, pengukusan, hingga fermentasi.

4. Kubis-kubisan 

5 Bahan Makanan yang Punya Zat Antigizi, Perlukah Dihindari?Ilustrasi kubis-kubisan. pixabay.com/Tyna_Janoch

Jenis sayuran yang satu ini menjadi lauk sayuran atau jadi lalapan. Namun, golongan sayuran ini memiliki zat antigizi yang bernama goitrogen.

Berdasarkan laporan dalam jurnal Bioedukasi tahun 2015, senyawa goitrogen dapat menghambat ambilan iodida oleh kelenjar tiroid, sehingga tubuh berisiko mengalami gangguan akibat kekurangan yodium. 

Namun, bukan berarti senyawa ini tidak bisa dihilangkan. Goitrogen bisa dihancurkan dengan proses pemanasan atau pemasakan, sehingga kamu bisa lebih aman untuk mengonsumsinya.

5. Singkong atau ubi kayu

5 Bahan Makanan yang Punya Zat Antigizi, Perlukah Dihindari?Ilustrasi singkong goreng. pixabay.com/rodrigoeudigo0

Salah satu bahan pangan yang melimpah dan mudah ditemukan di sekitar kita adalah singkong. Selain mengandung serat pangan, vitamin, mineral serta senyawa bioaktif yang baik untuk tubuh, singkong juga mengandung zat antigizi berupa glikosida sianogenik yang dapat menghasilkan asam sianida.

Merujuk pada laporan dalam jurnal Bioedukasi tahun 2015, dijelaskan bahwa makanan yang menghasilkan asam sianida ini secara alami oleh tubuh akan diolah menjadi isotiosianat (SCN- ) dan akan dikeluarkan melalui urine. Namun, apabila isotiosianat ini tertimbun di dalam tubuh dan berlangsung lama, maka dapat mengganggu sintesis hormon tiroid.

Oleh karenanya, pengolahan seperti perendaman, pengukusan, hingga perebusan bisa menghilangkan zat antigizi tersebut dalam singkong, sehingga konsumsinya tidak akan merugikan tubuh kita.

Itulah beberapa bahan makanan yang kaya akan nutrisi, tetapi secara bersamaan juga mengandung zat antigizi di dalamnya. Secara umum, proses pemasakan bisa menjadi langkah yang bisa dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi kadar zat antigizi tersebut. Jadi, pastikan untuk memasaknya benar-benar matang, ya!

Baca Juga: 8 Makanan yang Bisa Dongkrak Kadar Serotonin, Tambah Happy!

ilham bintoro Photo Verified Writer ilham bintoro

@Festival, buku, enaa enak.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya