Dengan jadwal tepat, gym selama Ramadan tetap mungkin dilakukan dan tak membuat tubuh cepat lelah atau drop. Berikut ini beberapa jadwal gym selama puasa yang bisa kamu sesuaikan dengan kondisi tubuh:
Latihan sebelum berbuka cocok untuk kamu yang tetap ingin aktif tanpa memaksakan tubuh saat energi dan cairan sedang rendah. Pada waktu ini, sebaiknya pilih latihan dengan intensitas ringan hingga moderat.
Kamu bisa memanfaatkan sesi ini untuk memperbaiki teknik gerakan, mengontrol tempo latihan, serta melakukan latihan mobilitas dan aktivasi otot. Durasi yang tidak terlalu lama, sekitar 30—45 menit, sudah cukup untuk menjaga kebugaran tanpa membuat tubuh terlalu lelah sebelum berbuka.
Setelah berbuka termasuk waktu paling ideal untuk latihan, terutama jika ingin tetap strength training. Setelah tubuh mendapatkan asupan makanan dan cairan, energi biasanya lebih stabil sehingga kamu bisa berlatih dengan fokus dan performa lebih baik.
Namun, sebaiknya beri jeda sekitar 60—120 menit setelah makan utama sebelum mulai latihan agar pencernaan nyaman. Nah, pada waktu ini kamu bisa melakukan latihan beban dengan intensitas sedang, tetap memperhatikan kontrol gerakan dan tidak memaksakan diri hingga kelelahan berlebihan.
Bagi yang lebih nyaman berolahraga malam hari, setelah Tarawih juga bisa menjadi pilihan efektif. Pada waktu itu, tubuh sudah mendapatkan asupan makanan dan cairan sehingga risiko lemas jauh lebih kecil dibanding sebelum berbuka. Ini juga cocok untuk sesi latihan yang lebih santai, seperti kardio ringan atau latihan beban dengan intensitas rendah.