ilustrasi bersepeda (pexels.com/Willians Huerta)
Tidak semua jenis olahraga cocok untuk setiap pasien penyakit autoimun. Para ahli menekankan bahwa aktivitas fisik sebaiknya disesuaikan dengan kondisi penyakit, preferensi pribadi, serta gejala yang dialami. Artinya, tidak ada satu jenis olahraga yang paling benar untuk semua orang.
Latihan terbaik adalah yang dirasa nyaman atau disukai pasien, sehingga penting bagi tenaga profesional seperti fisioterapis atau terapis untuk menyesuaikan program olahraga berdasarkan kebutuhan, tujuan, dan respons tubuh pasien. Pendekatan ini membantu memastikan aktivitas yang dilakukan tetap aman dan efektif.
Untuk memantau efek latihan, gunakan alat sederhana seperti Fatigue Assessment Scale (FAS). Jika skor FAS stabil atau menurun, intensitas latihan dianggap ditoleransi dengan baik. Sementara itu, jika skor FAS meningkat secara bermakna, itu bisa berarti latihan terlalu berat, pemulihan kurang, atau tanda awal kambuh (flare).
Selain itu, pasien penyakit autoimun umumnya mengalami nyeri dan kekakuan sendi, sehingga lebih cocok melakukan olahraga yang meningkatkan mobilitas tanpa memberi tekanan berlebih. Latihan yang teratur dan terstruktur juga terbukti membantu memperbaiki masalah kardiovaskular serta mengurangi peradangan pada berbagai kondisi seperti artritis reumatoid, multiple sclerosis, lupus, dan diabetes tipe 1.
Olahraga tetap bisa menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan pasien penyakit autoimun, asalkan dilakukan dengan bijak. Kunci utamanya adalah memilih jenis aktivitas yang sesuai, mendengarkan sinyal tubuh, dan tidak memaksakan diri. Dengan pendekatan yang tepat, olahraga bisa membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup.
Referensi
Beibei Luo et al., “The Anti-inflammatory Effects of Exercise on Autoimmune Diseases: A 20-year Systematic Review,” Journal of Sport and Health Science/Journal of Sport and Health Science 13, no. 3 (February 9, 2024): 353–67, https://doi.org/10.1016/j.jshs.2024.02.002.
Md Najmul Hossain et al., “The Impact of Exercise on Depression: How Moving Makes Your Brain and Body Feel Better,” Physical Activity and Nutrition 28, no. 2 (June 30, 2024): 43–51, https://doi.org/10.20463/pan.2024.0015.
Global Autoimmune Institute. “Exercise and Autoimmune Disease: Evidence-Based, Low-Impact Approaches”. Diakses pada April 2026.
Annelie Bilberg et al., “High-intensity Exercise Improves Multidimensional Fatigue and Health-related Quality of Life in Rheumatoid Arthritis: A Randomized Controlled Study,” Arthritis Research & Therapy 27, no. 1 (September 18, 2025): 176, https://doi.org/10.1186/s13075-025-03643-3.