Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Peserta Hyrox Perlu Memerhatikan Asupan Protein Harian?
ilustrasi latihan hyrox (commons.wikimedia.org/3d U.S. Infantry Regiment The Old Guard)
  • Latihan Hyrox menuntut kerja otot intens tanpa jeda, sehingga asupan protein harian penting untuk mempercepat pemulihan dan menjaga performa latihan tetap optimal.
  • Protein membantu mempertahankan massa otot selama fase latihan intens menjelang race day, terutama bagi peserta yang menjalani defisit kalori agar kekuatan tubuh tidak menurun.
  • Pemenuhan protein sepanjang hari mendukung perbaikan jaringan, mengontrol rasa lapar pascalatihan, serta membuat tubuh lebih siap menghadapi sesi latihan berikutnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hyrox menuntut tubuh menyelesaikan 8 kilometer lari yang diselingi berbagai station seperti sled push, sled pull, rowing, burpee broad jump, sandbag lunge, farmer's carry, hingga wall ball. Kombinasi latihan tersebut membuat otot bekerja hampir tanpa jeda sehingga kebutuhan pemulihan berbeda dibanding olahraga dengan satu jenis gerakan saja.

Itulah sebabnya peserta Hyrox tidak cukup hanya memperhatikan karbohidrat sebagai sumber energi, tetapi juga perlu memenuhi asupan protein setiap hari. Berikut beberapa alasan mengapa protein menjadi salah satu nutrisi yang tidak boleh diabaikan selama menjalani latihan Hyrox.

1. Otot kaki memerlukan waktu pemulihan lebih lama setelah latihan Hyrox

ilustrasi otot kaki (pexels.com/Kindel Media)

Pada latihan Hyrox, beban terbesar biasanya diterima oleh paha depan, paha belakang, glute, dan betis karena terus digunakan untuk berlari sekaligus mendorong atau membawa beban. Otot yang bekerja berulang dengan intensitas tinggi akan mengalami kerusakan mikroskopis sebagai bagian dari proses adaptasi. Kondisi tersebut sebenarnya normal, tetapi tubuh tetap membutuhkan protein sebagai bahan baku untuk memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan. Jika asupan protein kurang, proses pemulihan dapat berlangsung lebih lambat sehingga rasa pegal bertahan lebih lama.

Akibatnya, latihan berikutnya sering terasa lebih berat meskipun program yang dijalankan tidak berubah. Tidak sedikit peserta mengira kondisi tersebut disebabkan latihan yang terlalu keras, padahal kebutuhan protein hariannya belum terpenuhi dengan baik. Pemulihan yang optimal membuat otot kembali bekerja secara maksimal saat memasuki sesi latihan berikutnya. Karena itu, memenuhi kebutuhan protein setiap hari jauh lebih penting daripada hanya mengandalkan minuman recovery setelah selesai berolahraga.

2. Massa otot lebih mudah dipertahankan selama masa persiapan race

ilustrasi massa otot (pexels.com/Mohammad Ubaid)

Mendekati race day, frekuensi latihan biasanya meningkat agar tubuh terbiasa menghadapi tantangan Hyrox. Pada fase ini, tubuh membakar energi lebih banyak sehingga risiko kehilangan massa otot juga ikut meningkat apabila kebutuhan protein tidak tercukupi. Kehilangan massa otot bukan hanya memengaruhi bentuk tubuh, tetapi juga dapat mengurangi kemampuan menghasilkan tenaga saat menyelesaikan setiap station. Kondisi tersebut sering membuat performa terasa menurun meskipun latihan sudah dilakukan secara rutin.

Protein membantu menjaga massa otot agar tubuh tetap memiliki kekuatan yang dibutuhkan selama menjalani program latihan. Hal ini menjadi semakin penting bagi peserta yang sedang menjalani defisit kalori untuk menurunkan berat badan sebelum race. Penurunan berat badan tetap dapat dilakukan tanpa mengorbankan terlalu banyak massa otot jika kebutuhan protein dipenuhi dengan baik. Dengan begitu, tubuh tetap kuat menjalani latihan tanpa kehilangan performa secara signifikan.

3. Tubuh lebih siap menjalani latihan pada hari berikutnya

ilustrasi latihan hyrox (commons.wikimedia.org/3d U.S. Infantry Regiment The Old Guard)

Program latihan Hyrox umumnya dilakukan beberapa kali dalam seminggu sehingga waktu pemulihan menjadi relatif singkat. Jika tubuh belum pulih sepenuhnya, kualitas latihan berikutnya sering menurun karena otot masih terasa berat atau mudah lelah. Kondisi tersebut membuat peserta sulit mempertahankan teknik saat melakukan sled push, wall ball, maupun farmer's carry. Semakin sering teknik berubah akibat kelelahan, semakin besar pula risiko munculnya cedera.

Memenuhi kebutuhan protein setiap hari membantu proses perbaikan jaringan berlangsung lebih optimal di sela-sela jadwal latihan yang padat. Tubuh memang tetap memerlukan tidur yang cukup, cairan, dan asupan gizi lain, tetapi protein memiliki peran penting dalam proses tersebut. Karena itulah, pemenuhan protein sebaiknya menjadi kebiasaan harian, bukan hanya dilakukan setelah latihan berat. Tubuh yang pulih dengan baik akan lebih siap menghadapi sesi latihan berikutnya.

4. Rasa lapar setelah latihan menjadi lebih mudah dikendalikan

ilustrasi telur (pexels.com/ Estudio Gourmet)

Latihan Hyrox menghabiskan energi dalam jumlah besar sehingga rasa lapar setelah berolahraga sering meningkat. Jika kondisi ini tidak diimbangi dengan pilihan makanan yang tepat, keinginan mengonsumsi makanan tinggi gula atau camilan berkalori tinggi biasanya lebih sulit dikendalikan. Padahal, makanan tersebut belum tentu menyediakan zat gizi yang dibutuhkan untuk mendukung pemulihan otot. Akibatnya, kebutuhan energi memang terpenuhi, tetapi kebutuhan protein justru masih kurang.

Menyertakan sumber protein pada waktu makan setelah latihan dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Cara ini juga memudahkan peserta memenuhi kebutuhan protein harian tanpa harus bergantung pada suplemen. Pilihan sumber protein pun beragam, mulai dari telur, ikan, dada ayam, susu, yogurt tinggi protein, tahu, tempe, hingga edamame. Kebiasaan sederhana tersebut lebih mudah dipertahankan dibanding mengubah pola makan secara drastis.

5. Kebutuhan protein sebaiknya dipenuhi sepanjang hari

ilustrasi whey protein (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Masih banyak orang yang menganggap satu gelas whey protein setelah latihan sudah cukup memenuhi kebutuhan tubuh. Padahal, tubuh menggunakan asam amino untuk berbagai proses perbaikan jaringan sepanjang hari, bukan hanya beberapa jam setelah berolahraga. Karena itu, kebutuhan protein lebih baik dibagi ke beberapa waktu makan agar tubuh memperoleh pasokan yang lebih konsisten. Cara ini juga membuat jumlah protein yang dikonsumsi setiap kali makan tidak berlebihan.

Sarapan, makan siang, makan malam, maupun camilan tinggi protein sama-sama memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan harian. Bagi sebagian peserta Hyrox, strategi ini justru lebih mudah diterapkan daripada mengonsumsi protein dalam jumlah besar sekaligus. Suplemen dapat menjadi pilihan apabila kebutuhan protein sulit dipenuhi dari makanan, tetapi bukan berarti selalu wajib digunakan.

Latihan Hyrox tak hanya menuntut daya tahan, tetapi juga kemampuan tubuh untuk pulih sebelum kembali berlatih. Memenuhi asupan protein setiap hari merupakan salah satu cara sederhana yang dapat mendukung proses tersebut sekaligus membantu menjaga performa selama masa persiapan race. Selama menjalani latihan Hyrox, sudahkah kebutuhan protein harian benar-benar menjadi perhatian?

Referensi

"Ultimate Hyrox Nutrition Guide." Triage. Diakses pada Juli 2026.

"How to Fuel for Hyrox: The Complete Nutrition Guide for 2026." MAVR. Diakses pada Juli 2026.

"The Hyrox Nutrition Plan: Fuelling for Strength & Endurance." FRIVE. Diakses pada Juli 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article