Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi padel (unsplash.com/Vincenzo Morelli)
ilustrasi padel (unsplash.com/Vincenzo Morelli)

Intinya sih...

  • Di balik keseruan olahraga padel, risiko cedera tetap perlu diwaspadai.

  • Risiko cedera padel dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik, termasuk pemilihan sepatu dan raket yang tepat.

  • Pencegahan cedera saat main padel meliputi penguatan otot tubuh, penggunaan peralatan yang tepat, dan penambahan peredam getaran pada raket.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Olahraga padel belakangan makin populer di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat urban yang mencari aktivitas fisik seru sekaligus menyehatkan. Namun, di balik tren positif ini, risiko cedera tetap perlu diwaspadai.

Untuk membahas topik ini lebih lanjut, IDN Times menghadirkan dr. Muhammad Andeansah, SpKO, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Sport Medicine, Injury & Recovery Center (SMIRC) RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dalam program Health Talk yang disiarkan langsung di Instagram @idntimes pada Rabu (20/8/2025).

Ia membagikan sejumlah tips penting agar pemain padel bisa menikmati permainan dengan aman tanpa harus khawatir mengalami cedera. Yuk, simak!

1. Kenali risiko cedera padel

Menurut dr. Andeansah, setiap aktivitas olahraga pada dasarnya memiliki risiko cedera, termasuk padel yang kini tengah naik daun. Walau penelitian mengenai cedera pada padel masih terbatas karena tergolong olahraga baru, tetapi beberapa kasus yang kerap muncul serupa dengan olahraga raket lainnya, seperti tenis.

Cedera yang sering ditemui meliputi ankle sprain (keseleo pergelangan kaki), robekan otot betis, robekan ligamen lutut, hingga cedera pada siku yang mirip dengan tennis elbow. Di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dr. Andeansah mengakui bahwa sebagian besar kasus cedera padel yang ia tangani terjadi pada pergelangan kaki dan otot betis.

Menariknya, faktor risiko padel tidak hanya berasal dari teknik atau intensitas permainan, tetapi juga dari popularitas olahraga itu sendiri. Banyak orang yang sebelumnya jarang berolahraga langsung mencoba padel tanpa persiapan fisik maupun teknik yang memadai.

"Badannya belum siap, tekniknya belum cukup matang, tapi langsung bermain padel. Itu yang membuat risiko cedera jadi lebih tinggi,” jelasnya.

2. Perhatikan faktor intrinsik dan ekstrinsik

ilustrasi padel (unsplash.com/Gabriel Martin)

Dokter Andeansah menekankan bahwa risiko cedera olahraga dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu intrinsik dan ekstrinsik.

Faktor intrinsik berasal dari kondisi tubuh sendiri, misalnya usia, kekuatan otot, fleksibilitas, serta kesiapan fisik sebelum berolahraga. Sementara itu, faktor ekstrinsik berasal dari luar tubuh, termasuk peralatan olahraga yang digunakan.

Dalam padel, pemilihan sepatu menjadi hal penting. Sepatu padel berbeda dengan sepatu tenis karena permukaan lapangan padel membutuhkan daya cengkeram (traction) yang lebih baik, bukan kemampuan sliding seperti pada lapangan tenis berpasir atau keras. Menggunakan sepatu yang tidak sesuai, seperti sepatu tenis, saat bermain padel justru meningkatkan risiko cedera.

Selain sepatu, raket padel juga berpengaruh. Berdasarkan penelitian, getaran dari raket padel ketika memukul bola bisa merambat hingga ke tangan dan tulang, sehingga menjadi salah satu faktor risiko terjadinya tennis elbow.

"Jadi memang equipment sangat memengaruhi, karena itu termasuk faktor ekstrinsik dari cedera,” ujar dr. Andeansah.

3. Tips terhindar cedera saat main padel

Langkah pencegahan cedera, menurut dr. Andeansah, harus dilihat dari kedua sisi: intrinsik dan ekstrinsik.

Dari sisi intrinsik, pemain padel perlu memastikan bahwa otot-otot tubuh cukup kuat untuk menopang gerakan yang kompleks dalam permainan.

Padel melibatkan pola stop and go, kadang harus berhenti, lalu tiba-tiba sprint mengejar bola. Olahraga ini juga memerlukan gerakan twisting, hingga melompat dan mendarat. Semua itu menuntut otot yang optimal. Jika otot belum cukup kuat, latihan penguatan sebaiknya dilakukan terlebih dahulu sebelum rutin bermain padel.

Dari sisi ekstrinsik, penggunaan peralatan yang tepat sangat penting. Sepatu khusus padel dengan daya cengkeram sesuai permukaan lapangan wajib dipakai agar lebih aman. Begitu juga dengan raket yang sebaiknya menggunakan raket pribadi karena berat dan karakteristik tiap raket berbeda, sehingga pergantian raket yang terlalu sering bisa memengaruhi performa dan meningkatkan risiko cedera.

Bagi pemula, dr. Andeansah menyarankan untuk menambahkan peredam getaran (vibration dampener) pada raket. Peredam ini berbentuk karet kecil yang dipasang di lubang raket yang berfungsi mengurangi getaran ke tangan saat memukul bola.

"Dari penelitian, penggunaan peredam ini bisa membantu menurunkan risiko tennis elbow," jelasnya.

Dengan persiapan fisik yang optimal, penggunaan peralatan yang tepat, serta pemahaman akan risiko cedera, olahraga padel bisa dimainkan dengan lebih aman dan menyenangkan. Dokter Andeansah menekankan, kuncinya adalah tidak terburu-buru dan melainkan memastikan tubuh siap dan perlengkapan sesuai kebutuhan.

Editorial Team