Langkah pencegahan cedera, menurut dr. Andeansah, harus dilihat dari kedua sisi: intrinsik dan ekstrinsik.
Dari sisi intrinsik, pemain padel perlu memastikan bahwa otot-otot tubuh cukup kuat untuk menopang gerakan yang kompleks dalam permainan.
Padel melibatkan pola stop and go, kadang harus berhenti, lalu tiba-tiba sprint mengejar bola. Olahraga ini juga memerlukan gerakan twisting, hingga melompat dan mendarat. Semua itu menuntut otot yang optimal. Jika otot belum cukup kuat, latihan penguatan sebaiknya dilakukan terlebih dahulu sebelum rutin bermain padel.
Dari sisi ekstrinsik, penggunaan peralatan yang tepat sangat penting. Sepatu khusus padel dengan daya cengkeram sesuai permukaan lapangan wajib dipakai agar lebih aman. Begitu juga dengan raket yang sebaiknya menggunakan raket pribadi karena berat dan karakteristik tiap raket berbeda, sehingga pergantian raket yang terlalu sering bisa memengaruhi performa dan meningkatkan risiko cedera.
Bagi pemula, dr. Andeansah menyarankan untuk menambahkan peredam getaran (vibration dampener) pada raket. Peredam ini berbentuk karet kecil yang dipasang di lubang raket yang berfungsi mengurangi getaran ke tangan saat memukul bola.
"Dari penelitian, penggunaan peredam ini bisa membantu menurunkan risiko tennis elbow," jelasnya.
Dengan persiapan fisik yang optimal, penggunaan peralatan yang tepat, serta pemahaman akan risiko cedera, olahraga padel bisa dimainkan dengan lebih aman dan menyenangkan. Dokter Andeansah menekankan, kuncinya adalah tidak terburu-buru dan melainkan memastikan tubuh siap dan perlengkapan sesuai kebutuhan.