Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Olahraga Ringan untuk Membantu Menjaga Daya Tahan Tubuh
ilustrasi olahraga (pexels.com/Monstera Production)
  • Olahraga ringan yang rutin membantu tubuh tetap aktif serta mendukung kesehatan jantung, paru-paru, otot, dan kualitas tidur tanpa memerlukan waktu atau peralatan khusus.

  • Jalan kaki, jogging ringan, dan bersepeda santai dapat dilakukan sesuai kemampuan untuk meningkatkan aktivitas fisik dan menjaga kebugaran kardiorespirasi.

  • Peregangan, yoga, dan Pilates dasar cocok bagi yang banyak duduk karena melatih kelenturan, pernapasan, keseimbangan, serta kekuatan otot dengan tempo perlahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjaga daya tahan tubuh tidak selalu harus dilakukan dengan olahraga yang berat. Aktivitas sederhana yang dilakukan secara rutin juga bisa membantu tubuh tetap aktif dan menjaga kebugaran. Bahkan, olahraga ringan bisa lebih mudah dijadikan kebiasaan karena tidak membutuhkan banyak waktu atau peralatan.

Aktivitas fisik juga membantu menjaga kesehatan jantung, paru-paru, otot, dan kualitas tidur. Manfaat tersebut ikut mendukung kondisi tubuh secara keseluruhan sehingga tubuh dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Kalau ingin mulai bergerak tanpa langsung melakukan latihan berat, beberapa gerakan olahraga ringan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh ini bisa dipraktikkan.

1. Jalan kaki santai

ilustrasi jalan kaki (pexels.com/Cara Denison)

Jalan kaki termasuk aktivitas yang mudah dilakukan tanpa membutuhkan alat khusus. Kamu bisa berjalan selama 20–30 menit di sekitar rumah, kompleks, taman, atau area lain yang aman. Tidak perlu berjalan dengan kecepatan tinggi; cukup pilih tempo yang membuat tubuh tetap bergerak tetapi masih memungkinkan kamu berbicara tanpa terengah-engah. Bagi yang sehari-hari lebih banyak duduk, jalan kaki juga bisa menjadi cara sederhana untuk menambah aktivitas fisik.

Meski terlihat sederhana, berjalan secara rutin tetap membuat jantung bekerja lebih aktif dibandingkan saat duduk diam. Otot kaki juga ikut digunakan sehingga tubuh tidak terus berada dalam posisi pasif sepanjang hari. Kalau 20–30 menit terasa terlalu lama, waktunya bisa dibagi menjadi beberapa sesi yang lebih pendek. Kebiasaan berjalan seperti ini lebih mudah dipertahankan daripada memaksakan olahraga berat yang akhirnya hanya dilakukan sesekali.

2. Jogging ringan

ilustrasi jogging (unsplash.com/Kate Trifo)

Kalau jalan kaki sudah terasa terlalu mudah, kamu bisa menaikkan intensitasnya dengan jogging. Tidak perlu berlari sekencang mungkin karena tujuan utamanya adalah membuat tubuh tetap aktif tanpa cepat kehabisan tenaga. Jogging selama sekitar 15–20 menit sudah bisa menjadi bagian dari aktivitas fisik harian. Pilih kecepatan yang masih terasa nyaman dan kurangi tempo jika mulai terlalu terengah-engah.

Gerakan berlari membuat jantung dan paru-paru bekerja lebih aktif dibandingkan dengan jalan santai. Jika dilakukan secara rutin, aktivitas aerobik seperti jogging dapat membantu meningkatkan kebugaran kardiorespirasi, yaitu kemampuan jantung dan paru-paru memasok oksigen selama tubuh bergerak. Olahraga juga dapat membantu mengurangi stres dan membuat tidur lebih berkualitas. Dua hal tersebut penting karena kurang tidur dan stres berkepanjangan dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.

3. Bersepeda santai

ilustrasi bersepeda santai (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Bersepeda bisa menjadi pilihan kalau kamu ingin berolahraga sambil berpindah tempat. Kayuhan santai selama 20–30 menit sudah cukup untuk membuat tubuh aktif tanpa harus melakukan latihan dengan intensitas tinggi. Rutenya tidak perlu jauh; berkeliling kompleks atau menggunakan sepeda statis di rumah juga bisa. Pastikan posisi duduk dan tinggi sadel sudah sesuai agar lutut tidak terasa tidak nyaman selama mengayuh.

Saat bersepeda, otot kaki bekerja berulang kali sementara jantung dan paru-paru ikut menyesuaikan diri dengan aktivitas tersebut. Karena beban tubuh ditopang oleh sepeda, olahraga ini juga terasa berbeda dibandingkan dengan aktivitas yang banyak menggunakan hentakan kaki. Intensitasnya bisa dinaikkan atau diturunkan sesuai kemampuan. Dengan durasi yang konsisten, bersepeda dapat membantu menjaga kebugaran jantung dan paru-paru sekaligus membuat tubuh tetap aktif.

4. Peregangan atau stretching

ilustrasi stretching (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Tidak semua aktivitas fisik harus membuat napas terengah-engah. Peregangan selama 10–15 menit juga berguna, terutama bagi kamu yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan komputer atau bekerja dalam posisi yang sama. Gerakan sederhana dapat diarahkan ke leher, bahu, punggung, tangan, dan kaki. Lakukan secara perlahan dan jangan memaksakan tubuh sampai terasa sakit.

Stretching membantu menjaga kelenturan tubuh dan membuat otot yang kaku terasa lebih nyaman setelah lama berada dalam satu posisi. Peregangan juga bisa dilakukan sebagai jeda di sela pekerjaan, bukan hanya pada waktu khusus untuk olahraga. Misalnya, kamu bisa berdiri dan melakukan beberapa gerakan setelah duduk selama beberapa jam. Kebiasaan kecil seperti ini membuat tubuh tidak terus-menerus berada dalam posisi yang sama.

5. Yoga atau pilates dasar

ilustrasi yoga (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Yoga dan Pilates dasar dapat menjadi pilihan bagi kamu yang lebih menyukai gerakan dengan tempo perlahan. Sesi 15–20 menit bisa diisi dengan gerakan sederhana yang menggabungkan pernapasan, keseimbangan, kelenturan, dan kekuatan otot. Untuk pemula, gerakan seperti child's pose, cat-cow, atau latihan dasar Pilates sudah cukup untuk mulai mengenal jenis olahraga ini. Tidak perlu langsung mengikuti sesi yang sulit atau berdurasi panjang.

Selain melatih tubuh, yoga juga memberi ruang untuk mengatur napas dan menenangkan pikiran. Beberapa bentuk latihan yoga dan aktivitas fisik secara umum juga dapat membantu mengurangi stres serta mendukung kualitas tidur. Pilates lebih banyak menekankan kontrol gerakan dan kekuatan otot inti (core), sehingga tubuh tetap aktif meski latihannya tidak selalu terasa berat. Pilih gerakan sesuai kemampuan dan hentikan latihan jika muncul nyeri.

Menjaga daya tahan tubuh tidak bergantung pada satu jenis olahraga saja. Olahraga sebaiknya dilakukan secara rutin dan disertai tidur cukup serta pola makan yang baik. Tidak perlu menunggu punya banyak waktu luang untuk mulai bergerak, karena rekomendasi olahraga ringan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh lebih baik daripada terus duduk sepanjang hari.

Referensi

"5 quick exercises to help boost the immune system." Coast Health Clinic. Diakses pada Oktober 2026.

"5 low-impact exercises to boost your immunity in the fight against coronavirus." Health Shots. Diakses pada Oktober 2026.

"5 Immunity-Boosting Exercises You Should Add to Your Routine." IIFEM. Diakses pada Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article