ilustrasi pria sedang latihan squat (unsplash.com/Sam Sabourin)
Atlet Hyrox memiliki tubuh yang atletis dan ringan dengan tingkat kekuatan dan daya tahan tubuh yang seimbang. Karena olahraga ini mengandalkan lari jarak menengah dan push-up serta squat yang berulang, sehingga para atlet membutuhkan kombinasi otot yang kuat tapi tidak terlalu besar agar tetap efisien dalam bergerak dan berlari. Adapun ciri fisiknya seperti otot yang kuat namun tidak berlebihan, tubuh ramping untuk menunjang kecepatan dan efisiensi gerak, sistem kardiovaskular yang terlatih, dan fleksibilitas baik untuk berbagai gerakan. Hyrox dirancang tubuhnya menjadi lebih ringan dan lebih mudah untuk bergerak cepat dalam waktu lama.
Di sisi lain, atlet CrossFit perlu menguasai teknik dan kekuatan untuk berbagai gerakan kompleks, sehingga tubuhnya lebih berotot dalam membantu performa dan mencegah cedera saat melakukan latihan berat. Dengan begitu, atlet CrossFit memiliki tubuh dengan massa otot yang lebih besar dan proporsi yang kuat. Ini karena CrossFit memiliki banyak gerakan berat mulai dari angkat berat, gerakan melatih kekuatan otot, hingga cardio intens.
Jadi jika kamu bingung ingin mulai latihan antara Hyrox dan CrossFit, kamu bisa pertimbangkan tipe tubuh dan tujuan kebugaranmu. Hyrox lebih cocok untuk yang mengutamakan daya tahan dan efisiensi, sementara CrossFit untuk yang ingin kekuatan dan teknik dalam satu paket lengkap.
Jika kamu menyukai tantangan yang terukur dan fleksibel, maka Hyrox mungkin menjadi pilihan tepat. Namun jika kamu menyukai tantangan harian yang penuh variasi dan ingin mengembangkan kekuatan serta keterampilan teknis secara bersamaan, maka CrossFit patut dicoba. Apa pun pilihannya, mengenal perbedaan Hyrox dan CrossFit akan membantumu dalam memilih jalur latihan yang paling sesuai dengan gaya hidup dan tujuan kebugaranmu. Selamat mencoba!
Referensi
“HYROX vs. CrossFit: Comparing Training and Nutrition”. BarBend. Diakses Juli 2025.
“CrossFit vs HYROX: The Key Differences”. The Progrm. Diakses Juli 2025.