Tempo run biasanya dilakukan dalam durasi lebih panjang karena pace yang digunakan masih memungkinkan untuk dipertahankan secara stabil. Umumnya, sesi tempo berlangsung sekitar 20—40 menit nonstop, tergantung level kemampuan dan tujuan latihan. Pada beberapa program latihan, tempo run juga bisa dilakukan dalam jarak tertentu seperti 5K hingga 10K dengan effort konsisten.
Sebaliknya, interval run cenderung terdiri dari repetisi jarak pendek hingga menengah dengan durasi yang lebih singkat di setiap set. Misalnya 200 meter, 400 meter, atau 800 meter dengan recovery di antaranya. Meski total latihan bisa cukup panjang, effort tinggi pada interval hanya dilakukan dalam waktu singkat sebelum tubuh kembali masuk fase pemulihan.
Itulah penjelasan mengenai perbedaan tempo run dan interval run beserta manfaatnya untuk performa lari. Keduanya punya tujuan latihan berbeda, mulai dari menjaga stamina hingga meningkatkan speed saat berlari. Sekarang sudah tahu mana latihan yang paling sesuai dengan target larimu?
Apa perbedaan utama tempo run dan interval run? | Tempo run dilakukan dengan pace stabil dan effort terkontrol dalam durasi lebih lama, sedangkan interval run memakai pola lari cepat dan recovery secara bergantian. |
Apakah interval run cocok untuk pemula? | Cocok, asalkan intensitas dan durasinya disesuaikan dengan kemampuan tubuh agar tidak terlalu berat. |
Mana yang lebih melelahkan, tempo run atau interval run? | Interval run biasanya terasa lebih melelahkan karena melibatkan effort tinggi dan sprint berulang dalam satu sesi latihan. |
Referensi
"What’s the Difference Between Fartlek, Tempo and Interval Runs?". Runner's World. Diakses Mei 2026.
"What's the Difference Between a Tempo and Interval Running Session?". Runna. Diakses Mei 2026.
"Tempo Runs Vs. Interval Runs: What’s the Difference?". OC Marathon. Diakses Mei 2026.