ilustrasi diet keto (thedoctorweighsin.com)
Cukup populer, diet ini berfokus ke asupan protein sebagai sumber energi utama sehingga tubuh lebih terbiasa membakar lemak sebagai energi.
Diet ini mengurangi asupan karbohidrat (nasi, kentang, atau gandum) dan berfokus ke protein (daging merah, produk susu, dan telur). Menurut UChicago Medicine, tubuh lalu menjalankan proses ketosis untuk menghasilkan keton, energi untuk hati dari lemak.
Bukan cuma baik untuk berat badan, dr. Oki mengatakan bahwa diet keto aman untuk orang dengan epilepsi. Dilansir Cleveland Clinic, diet ini memengaruhi cara kerja otak. Hasilnya, dr. Oki mengatakan kecenderungan gejala kejang pada pasien epilepsi berkurang. Agar ketosis, diet ini harus 75 persen lemak.
"Akan tetapi, diet ini tidak dianjurkan untuk penderita kadar kolesterol tinggi, karena konsumsi lemak yang berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh," kata dr. Oki.
Diet keto juga bisa menyebabkan hipotensi, batu ginjal, sembelit, kekurangan nutrisi, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh sebab itu, diet ini tak disarankan untuk mereka yang memiliki gangguan pankreas, hati, tiroid, atau kantung empedu.
Selain itu, orang yang baru menjalankan diet ini bisa mengalami "keto flu" dengan gejala sakit perut, pusing, hingga mood swing. Menurut berbagai sumber, diet keto tidak disarankan untuk:
- Ibu hamil dan ibu menyusui.
- Mereka yang memiliki kondisi pencernaan atau riwayat kondisi pencernaan.
- Mereka yang berisiko osteoporosis tinggi.
- Mereka yang memiliki riwayat gagal diet.
- Mereka yang memiliki riwayat atau tengah mengalami gangguan makan.
- Anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun.
- Pasien diabetes tipe 1 dan tipe 2.