Ada beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan, seperti aerobik, latihan beban (resistance/strength training), dan fleksibilitas. Kamu dapat mengombinasikan semuanya untuk mendapatkan masing-masing manfaat olahraga tersebut. Berikut penjelasannya:
Berjalan cepat selama 30 menit sehari dapat membantu menurunkan kadar gula darah, menjaga kadar HbA1C, tekanan darah dan menurunkan indeks massa tubuh. Namun, pastikan memilih sepatu yang nyaman untuk mencegah luka pada kaki.
Selain berjalan, bersepeda juga merupakan salah satu olahraga aerobik yang baik untuk orang dengan diabetes. Orang yang punya diabetes biasanya juga mengalami komplikasi berupa radang sendi dan masalah saraf (neuropati). Karena itu, olahraga low-impact bisa sangat membantu. Bersepeda bisa menjadi salah satu opsinya.
Olahraga low-impact lain yang juga bagus adalah berenang. Sebuah studi tahun 2020 menemukan bahwa olahraga di air selama 8 minggu bisa membantu orang dengan diabetes tipe 2 dalam meningkatkan kebugaran, kekuatan, dan fungsi pembuluh darah. Ini berarti berenang juga dapat membantu mencegah komplikasi diabetes.
Latihan beban juga direkomendasikan untuk mengendalikan kadar gula darah. Ditambah lagi, latihan beban dapat meningkatkan massa otot sekaligus menurunkan jumlah kalori yang dibakar.
Mengendalikan stres adalah salah satu cara menjaga kadar gula darah tetap normal. Salah satu olahraga yang dapat membantu menurunkan stres adalah yoga.
Untuk pasien diabetes, yoga diketahui dapat membantu mengendalikan kadar gula darah, tekanan darah, dan berat badan.
Dengan demikian, olahraga yang dilakukan secara teratur dan sesuai kondisi pasien dapat menjadi langkah sederhana namun efektif dalam membantu mengontrol diabetes. Jika dipadukan dengan pola makan sehat dan pengobatan yang tepat, aktivitas fisik berperan besar dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Referensi
"Manfaat Olahraga pada Pasien Diabetes Mellitus". Kemenkes Direkotorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Diakses Januari 2026.