Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Seberapa Kuat Manusia Bertahan pada Suhu Panas Ekstrem?
ilustrasi berada di bawah terik matahari (unsplash.com/David Behar)
  • Tubuh manusia umumnya mampu bertahan pada suhu sekitar 36°C, namun paparan di atas 40°C dalam waktu lama dapat mengganggu fungsi sel dan memicu kondisi darurat medis.
  • Kemampuan tubuh menahan panas dipengaruhi kelembapan, usia, aktivitas fisik, serta akses pendinginan; batas aman suhu bola basah sekitar 35°C sering dijadikan acuan risiko kesehatan.
  • Gejala heatstroke meliputi kram, pusing, kulit panas, hingga suhu tubuh mencapai 39–40°C; penting menjaga hidrasi, mengenakan pakaian ringan, dan berlindung di tempat sejuk saat cuaca ekstrem.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Suhu Bumi kita semakin tahun semakin meningkat. Kamu juga pasti merasakannya, kan? Yap, berjalan kaki di luar ruangan sebentar saja bahkan bisa membuat kita berkeringat deras. Apalagi Eropa sedang dilanda gelombang panas pada Juni 2026 ini.

Jika ini terdengar tidak asing, pasti kamu bertanya-tanya seberapa tinggi suhu udara panas yang bisa ditanggung oleh tubuh manusia, ya? Terutama sebelum memengaruhi kesehatan seseorang. Meskipun jawabannya cukup sederhana, tapi penjelasan ilmiahnya justru agak rumit, nih. Sebenarnya banyak faktor yang memengaruhinya, termasuk suhu dan kelembapan.

Tubuh kamu melepaskan panas dengan berkeringat. Menurut National Institutes of Health, ketika kamu berkeringat, panas menguap di kulit kamu dan masuk ke udara. Berkeringat adalah cara yang bagus untuk mendinginkan tubuh. Namun, hal itu juga tidak selalu berhasil. Tubuh akan kepanasan jika seseorang tidak menemukan cara tambahan untuk mendinginkan diri. Jadi, seberapa kuat ya, tubuh kita menahan suhu panas dari sinar matahari yang menyengat? Kira-kira sampai berapa derajat Celcius?

1. Berapa derajat Celcius toleransi tubuh manusia terhadap panas?

ilustrasi berada di cuaca panas (unsplash.com/Şahin Sezer Dinçer)

Ketika kita membicarakan tentang panas, pasti kamu berpikir tentang suhu di luar ruangan. Tentu, rasanya cukup menyiksa ketika suhu mencapai 38 derajat Celcius. Tetapi jika tubuh manusia bisa mendinginkan diri, tubuh bisa menahan panas di luar ruangan yang terik itu. Jadi, berapa derajat Celcius tubuh bisa menahan suhu panas udara di luar ruangan, ya?Patut diingat kalau suhu tubuh bisa menahan suhu sekitar 36 derajat Celcius.

Namun, jika tubuh tidak bisa mendinginkan diri cukup cepat dan terpapar suhu sekitar 40 derajat Celcius, sel-sel tubuh mulai terganggu, seperti yang dijelaskan The Washington Post. Namun, bukan berarti tubuh kamu tidak bisa menahan suhu 40 derajat Celcius (atau lebih tinggi), dengan catatan hanya untuk jangka waktu singkat, ya.

Kamu sendiri mungkin pernah mengalami demam tinggi sampai berobat ke dokter. Nah, dokter pun berusaha meresepkan obat agar suhu tubuh kamu berkurang, kan. Akan tetapi, demam yang masuk kategori darurat medis terjadi ketika suhu tubuh kamu mencapai 40 derajat Celcius atau lebih tinggi dalam jangka waktu yang lama, nih.

Bagaimana tubuh kamu bisa menjadi sepanas itu bergantung pada banyak faktor. Peneliti fisiologi Zachary Schlader, seperti yang dilansir MIT Technology Review, mengungkapkan bahwa jawabannya tidak sederhana kelihatannya. Kelembapan, usia, dan aktivitas fisik berperan dalam menentukan seberapa panas tubuh manusia bisa menahan suhu.

2. Faktor risiko yang harus diwaspadai ketika terpapar suhu panas

ilustrasi berada di bawah terik matahari (unsplash.com/Lawrence Krowdeed)

Suhu di luar ruangan yang bisa ditahan oleh tubuh manusia mencakup beberapa variabel. Banyak peneliti menganggap suhu bola basah atau Wet-Bulb Temperature adalah 35 derajat Celcius, sebagai batas kemampuan manusia, menurut penelitian yang ditulis oleh Daniel J. Vecellio, dkk., berjudul "Evaluating the 35°C Wet-Bulb Temperature Adaptability Threshold for Young, Healthy Subjects (PSU HEAT Project)" (2021), dalam Journal of Applied Physiology. Namun, penelitian menunjukkan bahwa suhu tersebut justru lebih rendah. Rupanya, konsep ini diuji coba pada bola termometer yang dibungkus dengan kain basah. Udara kering terasa lebih dingin karena penguapan, sedangkan udara lembap tidak. Misalnya, 37 derajat Celcius akan terasa lebih dingin dengan kelembapan 0 persen daripada 37 derajat Celcius dengan kelembapan 54 persen.

Selain suhu di luar ruangan, usia juga berpengaruh dalam mendinginkan tubuh. Dikutip Mayo Clinic, anak kecil dan lansia kesulitan mengatasi perubahan suhu. Hal ini juga bergantung pada apa yang kamu lakukan saat terpapar panas. Bahkan anak muda yang bekerja di luar ruangan dan melakukan aktivitas fisik yang menguras tenaga akan merasa kepanasan pada suhu yang lebih rendah ketimbang seseorang yang berbaring di atas selimut pada suhu yang sama.

Tidak adanya cara untuk mendinginkan diri juga bisa menjadi faktor risiko. Sebab, tubuh manusia bisa menurunkan suhu tubuh dalam waktu singkat, dengan cara mendinginkan diri di depan AC, misalnya, ini pun sudah cukup. Namun, paparan panas yang lebih lama dan kurangnya cara untuk mendinginkan diri bisa membuat seseorang berada dalam zona bahaya. Meskipun begitu, tubuh tidak akan langsung kepanasan. Tubuh akan terlebih dahulu memberikan beberapa gejala peringatan bahwa seseorang perlu segera mendinginkan diri sebelum heatstroke menyerang.

3. Gejala heatstroke yang perlu diwaspadai

ilustrasi seorang laki-laki yang mengalami heatstroke (unsplash.com/Fernando @cferdophotography)

Pemanasan berlebih pada tubuh bisa terjadi dengan cepat atau lambat, tergantung pada faktor risikonya. Individu yang lebih muda dan sehat biasanya butuh waktu lebih lama untuk mengalami pemanasan berlebih dibandingkan dengan lansia berusia 70 tahun dalam suhu yang sama. Namun, tubuh mulai memberikan gejala peringatan saat suhu tubuh meningkat.

Menurut National Weather Service, orang yang terpapar panas dengan suhu tinggi dalam jangka waktu lama akan mengalami kram panas di kaki dan perut. Ini biasanya disertai dengan keringat berlebihan. Kelelahan akibat panas juga akan mengalami gejala seperti lesu, denyut nadi cepat, kulit lembap, pusing, dan mual. ​​Gejala-gejala ini merupakan tanda jelas bahwa orang tersebut perlu segera mendinginkan diri. Heatstroke adalah keadaan darurat medis, ya. Selain gejala kram panas dan kelelahan yang disertai kebingungan, orang yang terkena heatstroke juga akan mengalami sakit kepala, kulit panas, dan suhu tubuh mencapai 39—40 derajat Celcius.

Heatstroke bisa terjadi dengan cepat, jadi penting banget untuk menghindari panas saat panas ekstrem. Adapun, kenakan pakaian yang menyerap keringat, minum air putih sesering mungkin, pindah ke ruangan ber-AC jika memungkinkan, dan cuci wajah kamu, sebagaimana yang dianjurkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Saat berada di luar ruangan, coba cari tempat yang teduh dan hindari sinar matahari langsung, ya.

CDC juga menjelaskan kalau mereka yang bekerja atau berolahraga dalam kondisi panas bisa mengalami rhabdomyolysis, yang bisa menyebabkan kematian otot. Kondisi ini meliputi gejala kram otot, letih, dan intoleransi terhadap olahraga. Hal ini bisa berbahaya bagi tubuh dan menyebabkan kerusakan ginjal. Jadi, segera cari pertolongan medis jika kamu mengalami gejala serupa.

4. Apa yang harus kamu lakukan jika berada di cuaca panas ekstrem?

ilustrasi berada di bawah terik matahari (unsplash.com/amirgraphy)

Seiring pemanasan global akibat perubahan iklim yang membuat suhu Bumi makin panas, jadi penting banget buat kamu untuk mencari cara agar tubuh tidak terlalu kepanasan, terutama selama terjadinya gelombang panas yang berkepanjangan. Salah satu cara terbaik adalah dengan tetap berada di ruang ber-AC. Mayo Clinic merekomendasikan penggunaan tabir surya dan pakaian pelindung matahari (seperti topi) saat kamu berada di luar ruangan. Kamu juga harus sering-sering minum banyak air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Jika kamu harus berolahraga atau bekerja di bawah terik matahari, kamu perlu istirahat sesering mungkin agar keringat bisa menguap. Kamu juga bisa memakai kipas angin untuk mendinginkan tubuh.

Selain itu, kamu juga harus mengenakan pakaian yang ringan agar tubuh menerima cukup udara. Tetaplah di dalam ruangan selama waktu terpanas bagi kamu yang lebih sensitif terhadap sinar matahari atau tubuhmu mungkin tidak bisa melakukan proses pendinginan secepat yang seharusnya.

Tubuh manusia memang tidak dirancang untuk menahan perubahan suhu yang signifikan. Secara optimal, kamu harus mempertahankan suhu tubuhmu sekitar 32 derajat Celcius. Suhu tubuh yang mencapai 40 derajat Celcius atau lebih bisa membuat sel-sel tubuh rusak. Pencegahan dan penanganan cepat sangat penting dalam menghadapi panas ekstrem.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article