Berikut ini beberapa orang dan kondisi yang sebaiknya tidak mengikuti HYROX.
Evaluasi medis sangat sangat direkomendasikan sebelum mengikuti olahraga intensitas tinggi bagi individu dengan penyakit jantung, riwayat serangan jantung, angina, aritmia, atau gagal jantung. Aktivitas pada zona tinggi dapat memicu kejadian akut pada individu berisiko.
Tekanan darah dan denyut jantung selama aktivitas seperti sled push dapat meningkat secara signifikan. Pada pasien dengan hipertensi tidak terkontrol, risiko komplikasi meningkat. Selain itu, individu dengan penyakit tidak menular tertentu memerlukan penyesuaian aktivitas fisik.
Bahkan pada individu tanpa diagnosis, tetapi dengan faktor risiko seperti obesitas, diabetes, merokok, atau riwayat keluarga penyakit jantung, skrining medis sangat dianjurkan sebelum mengikuti kompetesi olahraga intensitas tinggi.
HYROX memberi beban besar pada lutut, pinggul, punggung bawah, dan bahu. Studi menunjukkan bahwa latihan beban intensitas tinggi meningkatkan risiko cedera jika teknik dan kapasitas jaringan tidak memadai.
Individu dengan cedera ligamen, herniasi diskus, tendinopati berat, atau nyeri sendi kronis berisiko mengalami perburukan kondisi. Gerakan repetitif seperti lunges dan burpee memberi tekanan kompresif dan geser pada sendi.
Tanpa rehabilitasi lengkap dan clearance medis, mengikuti kompetisi seperti HYROX dapat memperpanjang masa pemulihan atau menyebabkan cedera ulang.
Diabetes dengan kontrol gula darah yang buruk meningkatkan risiko hipoglikemia atau hiperglikemia selama aktivitas intensitas tinggi. Respons hormonal selama kompetisi dapat membuat kadar glukosa sulit diprediksi.
Individu dengan obesitas berat yang belum terbiasa dengan latihan intensitas tinggi juga berisiko mengalami stres kardiovaskular berlebihan. Studi epidemiologi menunjukkan peningkatan risiko kejadian kardiovaskular mendadak pada aktivitas berat tanpa adaptasi sebelumnya.
Latihan seperti HYROX memerlukan adaptasi bertahap. Tanpa fondasi kebugaran dasar, tubuh bisa mengalami kelelahan ekstrem atau komplikasi metabolik.
Infeksi akut, terutama yang disertai demam atau gejala sistemik, merupakan kontraindikasi sementara untuk olahraga intensitas tinggi. Aktivitas berat saat tubuh melawan infeksi dapat memperburuk kondisi atau memperpanjang pemulihan.
Berbagai pedoman klinis menyarankan menunda olahraga berat sampai gejala sistemik benar-benar membaik.
Tubuh yang sedang dalam fase inflamasi akut tidak berada dalam kondisi optimal untuk stres tambahan seperti kompetisi.