Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Taklukkan Maraton di Bawah 4 Jam, Bisa kok Asal Tahu Triknya
ilustrasi maraton (unsplash.com/Mike Cox)
  • Untuk finis di bawah 4 jam, rata-rata pace perlu sekitar 5 menit 41 detik per kilometer atau sedikit lebih cepat.

  • Latihan yang konsisten biasanya memadukan lari ringan, satu sesi berkualitas, long run bertahap, latihan kekuatan, dan pemulihan.

  • Saat lomba, jaga pace tetap terkendali, gunakan asupan karbohidrat yang sudah dicoba saat latihan, dan minum sesuai rasa haus.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di peta, garis finis maraton terlihat tidak terlalu jauh, tapi tetap saja faktanya tubuh harus berlari sejauh 42,195 kilometer. Untuk menuntaskan jarak itu dalam waktu kurang dari 4 jam, pelari perlu mengatur bukan hanya kecepatan, melainkan juga latihan, energi, dan usaha sepanjang lomba.

Hitungan kasarnya pace rata-rata sekitar 5 menit 41 detik per kilometer bisa membawa pelari menyelesaikan race sekitar 4 jam. Karena itu, jika kondisi dan kemampuan latihan mendukung, sebagian pelari menargetkan pace rata-rata sedikit lebih cepat sebagai ruang aman. Angka ini tetap perlu disesuaikan dengan rute, cuaca, dan kesiapan masing-masing.

1. Bangun latihan secara bertahap

Sub-4 tidak menuntut setiap sesi lari dilakukan dengan kecepatan tinggi. Rencana latihan Boston Athletic Association, misalnya, memasukkan beberapa hari lari per minggu dengan kombinasi lari ringan, latihan pace, dan long run. Jumlah hari serta jaraknya perlu disesuaikan dengan pengalaman dan volume lari yang sudah biasa dilakukan.

Dalam satu pekan, pola sederhananya bisa mencakup:

  • Lari ringan, dengan usaha yang masih memungkinkan pelari berbicara dalam kalimat pendek.

  • Satu sesi berkualitas, seperti tempo, interval, atau bagian lari pada pace maraton untuk membiasakan tubuh dengan kecepatan sasaran.

  • Long run, yang jaraknya bertambah bertahap untuk melatih daya tahan. Sejumlah rencana resmi maraton memperpanjangnya hingga sekitar 26–32 kilometer, tetapi ini bukan target untuk semua orang.

  • Latihan kekuatan dan pemulihan. Latihan kekuatan untuk kaki dan pinggul dapat membantu efisiensi lari, meski hasil penelitian berbeda menurut jenis latihan dan kecepatan lari yang diuji. Sisakan hari istirahat agar tubuh sempat beradaptasi.

Jangan memaksakan pace target jika sesi latihan terasa terlalu berat. Target maraton sebaiknya dibangun dari kemampuan saat ini, bukan cuma dari waktu yang ingin dicapai.

2. Kurangi beban latihan menjelang lomba

ilustrasi lari (pexels.com/Tirachard Kumtanom)

Dalam beberapa minggu terakhir sebelum maraton, latihan biasanya dikurangi agar tubuh pulih dari beban latihan panjang. Tinjauan sistematis dan metaanalisis pada atlet ketahanan menemukan bahwa taper—pengurangan beban latihan sebelum lomba—bisa membantu performa. Namun, respons tiap atlet dan cabang olahraga bisa berbeda.

Yang perlu diingat, fase ini bukan waktu untuk mengejar latihan yang terlewat.

3. Atur pace sejak awal

Mulai lomba dengan terkendali, sebaiknya hindari mengikuti pelari lain yang melesat sejak garis start. Setelah melewati beberapa kilometer pertama, cari ritme yang bisa kamu dipertahankan. Jika masih merasa kuat setelah sekitar 30 kilometer, barulah pertimbangkan untuk sedikit mempercepat.

Analisis terhadap 78.912 pelari Boston Marathon menemukan bahwa pace yang relatif stabil berkaitan dengan waktu finis yang lebih baik dibanding penurunan pace yang besar di bagian akhir. Karena penelitian ini bersifat observasional dan mencakup peserta Boston Marathon yang memenuhi standar kualifikasi, hasilnya menunjukkan hubungan, bukan bukti bahwa strategi pace tertentu pasti membuat setiap pelari lebih cepat.

4. Latih strategi makan dan minum sebelum race

Untuk lomba yang berlangsung berjam-jam, karbohidrat selama berlari dapat membantu menyediakan energi. Australian Institute of Sport mencantumkan kisaran 30–60 gram karbohidrat per jam untuk olahraga ketahanan berdurasi 1–2,5 jam, dan hingga 90 gram per jam untuk aktivitas lebih dari 2,5–3 jam.

Meski demikian, kebutuhan dan toleransi tiap pelari berbeda, jadi uji gel, minuman, atau makanan yang akan dipakai saat lomba ketika latihan long run—jangan baru mencobanya pada hari race.

Untuk minum, ikuti rasa haus dan kondisi cuaca, alih-alih memaksakan banyak cairan di setiap pos. Minum berlebihan selama lomba ketahanan dapat menyebabkan kadar natrium darah turun atau hiponatremia terkait olahraga.

Terakhir, gunakan sepatu, pakaian, dan asupan yang sudah dicoba saat latihan. Jika cuaca panas atau lembap, utamakan kondisi tubuh daripada memaksakan target waktu. Hentikan lomba dan cari bantuan medis apabila muncul nyeri dada, pingsan, kebingungan, atau sesak berat.

Kalau kamu masih bingung ataupun kesulitan dengan rencana latihan dan nutrisi, tak ada salahnya mendapatkan bimbingan dari pelatih lari profesional.

Referensi

Boston Athletic Association, “Boston Marathon Training,” diakses 24 Oktober 2026.

Cristian Llanos-Lagos et al., “Effect of Strength Training Programs in Middle- and Long-Distance Runners’ Economy at Different Running Speeds: A Systematic Review with Meta-analysis,” Sports Medicine 54, no. 4 (2024): 895–932, https://doi.org/10.1007/s40279-023-01978-y.

Zhiqiang Wang et al., “Effects of Tapering on Performance in Endurance Athletes: A Systematic Review and Meta-analysis,” PLOS ONE 18, no. 5 (2023): e0282838, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0282838.

Qizheng Dong and Zaidong Li, “Pacing Strategy Patterns and Performance Outcomes in Marathon Running: A Large-Scale Analysis of Split Time Data,” PLOS ONE 21, no. 7 (2026): e0352808, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0352808.

Australian Institute of Sport, “How and When Do I Use It? Sports Drink,” diakses 24 Oktober 2026.

Brad L. Bennett et al., “Wilderness Medical Society Clinical Practice Guidelines for the Management of Exercise-Associated Hyponatremia: 2019 Update,” Wilderness & Environmental Medicine 31, no. 1 (2020): 50–62, https://doi.org/10.1016/j.wem.2019.11.003.

Curated For You

Editorial Team

Related Article